Suara.com - Sandy Walsh mengakui bahwa cara timnas Indonesia menawarinya untuk berseragam Merah Putih tidak seprofesional saat ini.
Nama Sandy Walsh menjadi gerbong awal naturalisasi timnas Indonesia di era Shin Tae-yong. Namun, ia sempat ditawari sejak tahun 2017.
"Saya pertama k ali menjadi berita di Indonesia ketika berada di perempatfinal Liga Euroopa bersama Racing Genk," ucap Sandy Walsh dikutip dari Sporza.be.
"Mereka kemudian menyoroti fakta bahwa saya berakar di sana (Indonesia)," sambungnya.
Akan tetapi, ketika awal dulu ditawari untuk main bersama timnas Indonesia, Sandy Walsh membeberkan bahwa caranya kurang profesional.
Sebab, pelatih menghubunginya lewat direct messages (DM) Instagram. Walau begitu, ia meesponnya dengan cepat.
"Pelatih nasional saat itu kemudian menghubungi saya melalui DM di Instagram. (Tertawa) saat itu belum seprofesional sekarang," beber pemain 29 tahun tersebut.
"Dia (pelatih) bertanya apakah saya tertarik bermain untuk Indonesia dan mengundang saya ke pertemuan di Jakarta. Saya menjawabnya dengan cukup cepat," sambungnya.
Meskipun sudah dihubungi sejak tahun 2017, nyatanya proses naturalisasi Sandy Walsh tidak menemui titik terang.
Baca Juga: Orang Dalam PSSI Bongkar Kabar Naturalisasi Mauro Zijlstra: Namanya Masuk, tapi...
Pada akhirnya ketika timnas Indonesia ditangani Shin Tae-yong, Sandy akhirnya bisa diproses bersama Jordi Amat hingga Shayne Pattynama.
Berita Terkait
-
PSSI: Kami Tetap Jalin Komunikasi dengan Elkan Baggott
-
Waduh! Tiba di Solo, Satu Pemain Timnas Indonesia Berjalan Pakai Tongkat
-
Egy Maulana Vikri: Saya Tidak Terlalu Memikirkan Itu
-
Vietnam Ikuti Jejak Shin Tae-yong soal Formasi, Apa Buktinya?
-
Sering Dibuang STY, Egy Maulana Vikri Semakin Gacor di BRI Liga 1
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe Berjanji Tak Malas Ikut Bertahan Jelang Prancis vs Senegal
-
Tahan Imbang Uruguay, Arab Saudi Perpanjang Catatan Wakil Asia Belum Kalah di Piala Dunia 2026
-
Susah Payah Hadapi Arab Saudi, Maximiliano Araujo Selamatkan Uruguay dari Kekalahan
-
Proses Naturalisasi Disetujui Komisi X DPR RI, Luke Vickery: Ini Impian Saya Sejak Lama
-
Belgia Imbang 1-1 Lawan Mesir, Rudi Garcia Klaim Laga Perdana Piala Dunia Selalu Sulit
-
Pelatih Tanjung Verde Ungkap Kunci Keberhasilan Tahan Imbang Spanyol di Piala Dunia 2026
-
Elkan Baggott Dirumorkan Masuk Radar Bidikan Peminjaman dari Bolton Wanderers
-
Tahan Imbang Spanyol, Pelatih Tanjung Verde Sampaikan Ultimatum
-
Persik Kediri Resmi Lepas Syahrian Abimanyu, Gabung Tim Kasta Kedua
-
Erick Thohir Ungkap Alasan Naturalisasi Mitchell Baker dan Luke Vickery