Suara.com - Maarten Paes kini jadi salah satu pemain naturalisasi yang sangat diandalkan oleh Timnas Indonesia. Kehadiran Paes sebagai kiper membuat gawang pasukan Garuda cukup sulit dirobek pemain lawan.
Maarten Paes resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) pada Selasa, 30 April 2024. Ia mengambil sumpah WNI di Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenkumham DKI Jakarta, dipimpin oleh Kepala Kantor Wilayah R. Andika Dwi Prasetya.
Meski tidak memiliki garis keturunan Indonesia, Maarten Paes dianggap sebagai berkah bagi Timnas. Kedekatannya dengan Indonesia sebenarnya berasal dari neneknya, Nel Appels-van Heyst, seorang perempuan keturunan Belanda. Neneknya memiliki hubungan dengan Indonesia karena pernah tinggal di sana selama beberapa tahun.
Maarten Paes memang tidak memiliki darah Indonesia, tetapi neneknya yang lahir di Pare, Jawa Timur, mengikatnya secara emosional dengan tanah air ini. Nel Appels-van Heyst lahir pada 20 Maret 1940 dan berasal dari keluarga Belanda asli yang tinggal di Hindia Belanda pada masa kolonial.
Di satu momen wawancara dengan ussoccer.com, kiper FC Dallas itu mengatakan momen senyum sang nenek saat mengetahui ia membela Timnas Indonesia.
"Percakapan terakhir saya dengannya, saya membisikan ke dia tentang rencana (membela Timnas Indonesia) dan itu membuatnya tersenyum lebar," ucap Paes.
Ditegaskan oleh Paes di sesi wawancara itu bahwa ia sangat senang bisa membela Timnas Indonesia. "Saya suka menerima tantangan ini," tegasnya.
Berada di jantung pertahanan timnas Indonesia, Maarten Paes ternyata diam-diam bawa Timnas Indonesia pada November 2024 menjadi salah satu negara yang mempunyai jumlah clean sheet terbanyak selama 3 rode Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Berdasarkan data dari Federasi Sepak Bola Asia (AFC), skuad Garuda masuk dalam jajaran tiga besar tim dengan catatan clean sheet terbanyak di zona Asia.
Baca Juga: Bakal Bela Gladbach, Pelatih Kevin Diks Naik Pitam: Aku Terkejut!
Dengan total tujuh kali nirbobol sepanjang tiga babak kualifikasi, Timnas Indonesia sejajar dengan tim-tim kuat seperti Korea Selatan, Iran, dan Uzbekistan.
Berita Terkait
-
Bakal Bela Gladbach, Pelatih Kevin Diks Naik Pitam: Aku Terkejut!
-
Thom Haye Disemprot Eks Feyenoord: Harusnya Lo Gak Kayak Gitu!
-
Media Vietnam Sindir Shin Tae-yong Usai Tak Berjaya di Piala AFF bagi Timnas Indonesia
-
Sudah Teruji di Piala AFF 2024, 3 Pemain Timnas Indonesia Ini Wajib Masuk Skuad SEA Games 2025
-
Daftar Pemian Timnas Indonesia Diincar Klub Eropa, Termasuk Rizky Ridho?
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Pensiun, Apa Itu? Lionel Messi: Saya Mau Main di Piala Dunia 2030
-
Kita Bikin Romantis! Ucapan Antonela untuk Messi di Usia 39: Kami Punya Segalanya Karena Kamu
-
Pesan Bijak Cristiano Ronaldo Untuk Portugal Jelang Laga Penentuan Lawan Kolombia
-
Jelang Lawan Skotlandia, Ancelotti Ungkap Kabar Bahagia Soal Neymar, Apa Itu?
-
3 Negara yang Pernah Dibantai Portugal dengan 5+ Gol di Piala Dunia
-
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Adu Penalti Bisa Berubah Total! FIFA Ajukan Regulasi Baru untuk Piala Dunia 2026
-
Timnas Indonesia Disebut-sebut Segera Naturalisasi Gelandang Keturunan Jerman
-
Hanya Kalah dari Messi dan Ronaldo, Luka Modric Ukir Sejarah Spesial di Piala Dunia 2026
-
Heboh Pub Favorit Pendukung Skotlandia di Boston Tutup Saat Hari Pertandingan Inggris