Suara.com - Tangan kanan pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong, yaitu Shin Sang-gyu blak-blakan mengenai kebugaran pemain lokal. Dia menyebut, kebanyakan dari mereka tidak layak membela Timnas Indonesia bahkan sejak kategori usia dini.
Hal itu diterangkan Shin Sang-gyu ketika pertama kali hadir membantu STY sebagai pelatih fisik. Menurutnya, jika tak dilatih sejak awal, potensi yang dimiliki pemain akan berkurang.
"Menurut saya tingkat kebugaran pemain Indonesia kebanyakan sejak usia dini tidak cukup bagus untuk standar timnas," kata Shin Sang-gyu dilansir dari kanal YouTube Timnas Indonesia, Senin (30/12/2024).
"Ini bukan tentang waktu karena meskipun kita bisa menghabiskan waktu yang sama, maaf saya harus mengatakan ini, potensi mereka sedikit berkurang," jelasnya.
Shin Sang-gyu mengatakan kini banyak pemain mulai sadar mengenai kebugaran. Terutama di tim nasional, pemain-pemain bisa menjaga kondisi tubuh.
Hal itu bisa terlihat ketika bertanding, di mana para pemain Timnas Indonesia mampu berlari menyerang dan bertahan selama 90 menit penuh.
"Itu mungkin bisa saya katakan mengenai kesulitan saya di awal melatih timnas Indonesia," terangnya.
"Tapi itu bisa ditingkatkan dan sekarang sudah semakin membaik," pungkas Shin Sang-gyu.
Baca Juga: Jumlah Kebobolan Timnas Indonesia Sepanjang 2024, Berapa Kali Jebol?
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan