Suara.com - Pelatih fisik timnas Indonesia, Shin Sang-gyu membeberkan mengapa dirinya percaya ketika diajak Shin Tae-yong untuk membantunya di skuad Garuda.
Shin Tae-yong dan Shin Sang-gyu merupakan pelatih yang sama-sama berasal dari Korea Selatan. Keduanya sempat kerja bareng di timnas Korea U-23.
Namun, mereka sempat berpisah karena punya pekerjaan yang berbeda. Menariknya Shin Tae-yong justru menghubungi mantan rekannya itu saat ditunjuk sebagai pelatih timnas Indonesia.
Pelatih berusia 54 tahun ini tidak mengumbar janji manis ke pelatih fisik yang akan membantunya. Ia lebih menjelaskan hal yang realistis.
Shin Sang-gyu bahkan diberitahu akan memiliki pekerjaan berat karena sepak bola Indonesia masih berkembang. Ia pun tertantang dan menyetujui permintaan Shin Tae-yong.
"Saat itu dia (Shin Tae-yong) tidak memberitahu tentang masa depan sepak bola Indonesia yang cerah," ucap Shin Sang-gyu dikutip dari Youtube timnas Indonesia.
"Tapi dia bilanh 'ini akan sulit, tapi jika kamu bisa bergabung dengan kami bersama saya dan timnas Indonesia. bisa menjadi pengalaman yang bagus'. Dengan lasan itu saya cukup senang," bebernya.
Kini timnas Indonesia perlahan membaik di bawah asuhan Shin Tae-yong. Shin Sang-gyu pun memiliki peran penting untuk perkembangan fisik pemain.
Sebab, gaya bermain Shin Tae-yong memang membutuhkan fisik yang kuat untuk bisa menjalankan strateginya.
Baca Juga: Tutup Tahun 2024 Sambut 2025, Jay Idzes: Never Stop Believing!
Berita Terkait
-
Port FC Hadiahkan Kontrak Baru untuk Asnawi Mangkualam di Tahun Baru 2025
-
Media Belanda Bongkar Ole Romeny Ternyata Bukan Striker, Timnas Indonesia Terkecoh?
-
Dielu-elukan FIFA, Marselino Ferdinan Punya Calon Pesaing Baru di Timnas Indonesia, Statistiknya Ngeri!
-
Potret Kece Ragnar Oratmangoen Rayakan Libur Tahun Baru 2025 di Paris
-
Sandy Walsh: Sambut Tahun 2025, Menyala Abangku!
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Yuto Nagatomo Ukir Sejarah di Piala Dunia 2026, Jadi Pemain Asia Pertama Tampil di 5 Edisi
-
Jerman Tumbang dari Ekuador di Piala Dunia 2026, Julian Nagelsmann Murka Soroti Disiplin Pemain
-
Jepang Ukir Rekor Spesial di Piala Dunia 2026 Usai Lolos ke Babak 32 Besar
-
Klasemen Akhir Grup E Piala Dunia 2026: Jerman Juara Grup, Pantai Gading Cetak Sejarah
-
Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026, Jepang Hadapi Brasil, Belanda Tantang Maroko
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026