Suara.com - Patrick Kluivert, sosok legendaris sepak bola asal Belanda, dikabarkan menjadi kandidat utama untuk mengisi posisi pelatih Timnas Indonesia, menggantikan Shin Tae-yong. Bisa jadi bukan Louis Van Gaal yang selama ini santer digosipkan bakal dilobi Erick Thohir untuk melatih Timnas Indonesia.
Informasi ini muncul dari analisis seorang pengamat sepak bola nasional, Haris Pardede dalam channel Youtube Bung Harpa, yang mengungkapkan bahwa nama Kluivert semakin mencuat berdasarkan sumber-sumber terpercaya.
Mantan penyerang timnas Belanda ini dikenal memiliki latar belakang kepelatihan yang memadai serta nilai kontrak yang dianggap sesuai.
Sebagai mantan pemain dengan segudang pengalaman di klub-klub besar Eropa seperti AC Milan, Barcelona, PSV Eindhoven, dan Lille, Kluivert diyakini mampu membawa pengaruh positif bagi Timnas Indonesia.
Haris Pardede juga menyebutkan bahwa ia telah mengonfirmasi informasi ini melalui beberapa sumber, meskipun tetap membuka kemungkinan adanya ketidakakuratan.
Sepanjang kariernya sebagai pemain, Kluivert telah mencatatkan prestasi gemilang.
Ia menjadi bagian dari skuad Ajax Amsterdam yang meraih berbagai gelar, termasuk Eredivisie, Liga Champions, Piala Super Eropa, dan Piala Interkontinental.
Ketika membela Barcelona, Kluivert turut membawa klub asal Spanyol tersebut menjuarai La Liga, dan bersama PSV Eindhoven, ia kembali mengangkat trofi Eredivisie.
Di kancah internasional, ia dikenal sebagai salah satu penyerang terbaik Eropa, dengan catatan prestasi individu seperti top skor Euro 2000 serta masuk dalam lima besar kandidat Ballon d’Or pada tahun yang sama.
Baca Juga: Kamsahamnida Shin Tae-yong: Timnas Indonesia 25 Kali Menang
Namun, bagaimana rekam jejaknya di dunia kepelatihan? Kluivert pernah melatih sejumlah tim, baik di level klub maupun tim nasional.
Ia memulai karier kepelatihannya dengan menangani FC Twente U-21, sebelum melanjutkan perannya di klub Turki, Adana Demirspor.
Pada level tim nasional, Kluivert pernah menjadi asisten pelatih Timnas Belanda serta memimpin Timnas Curacao.
Kendati demikian, trofi sebagai pelatih masih minim, dengan hanya satu gelar yang diraih bersama FC Twente di Beloften Eredivisie 2011-2012, kompetisi tingkat cadangan di Belanda.
Dengan pengalaman segudang sebagai pemain dan bekal di dunia kepelatihan, Kluivert dianggap sebagai salah satu pilihan menarik untuk mengangkat performa Timnas Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Terkini
-
Rio Fahmi Yakin Persija Berkembang Usai Kalah dari Persebaya di Piala Presiden 2026
-
Tito Mohon-mohon ke Purbaya Minta Cairkan Tambahan Anggaran Rp 6 T buat Pemulihan Sumatra
-
Viral Kasus Pelecehan Seksual Konsumen Paylater, Kredivo Putus Kerja Sama Debt Collector
-
Shin Tae-yong Maklumi Persija Kalah di Laga Perdana Piala Presiden 2026
-
Industri Kreatif Bergeser, Strategi Kampanye Tak Lagi Cukup
-
Ekonom UGM Endus Pola Penggusuran 'Orang Jokowi' di Balik Mundurnya Gubernur BI
-
RI Lobi AS Agar Sawit Bebas Tarif Section 301, Airlangga: Kami Minta Dikecualikan
-
KPK Periksa SF Hariyanto, Eks Ketua KPID Riau hingga Anggota Dewan
-
Teka-teki Kematian Sutrimo, DPR Minta Polisi Tak Sisakan Spekulasi
-
Ketimpangan Relasi Kerja: Mengapa Loyalitas Hanya Berlaku Satu Arah?