Suara.com - Jika dilihat dari pengalaman dan prestasi sebagai pelatih kepala, Patrick Kluivert masih jauh di bawah Shin Tae-yong.
Kluivert memulai karier sebagai pelatih pada 2008 setelah pensiun sebagai pemain.
Sebaliknya, Shin Tae-yong telah meniti karir sejak 2005 dan mendapat kepercayaan dari KFA untuk menangani semua level Timnas Korea Selatan.
Meskipun minim pengalaman, Kluivert memiliki potensi untuk berkembang menjadi pelatih hebat di masa depan.
Daripada mengkritisi kekurangan Kluivert, lebih baik fokus mendukung agar ia mampu membawa Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026.
Kluivert Gacor Bersama Curacao
Pada 2015, Patrick Kluivert melatih Timnas Curacao dalam Kualifikasi Piala Dunia 2018 Zona Concacaf, meskipun gagal membawa mereka ke Rusia.
Namun, di balik kegagalan itu, Kluivert berhasil meningkatkan prestasi sepakbola Curacao dengan mencatatkan enam kemenangan, tiga imbang, dan hanya tiga kali kalah dari Maret 2015 hingga Juni 2016.
Dalam waktu kurang dari setahun, Kluivert membawa Curacao merangkak dari peringkat 151 ke posisi 75 di ranking FIFA.
Baca Juga: Pemain Baru Persib Pernah Dilatih Patrick Kluivert
Bahkan saat menjadi Penasihat Timnas Curacao pada 2017, mereka mencapai peringkat terbaik di urutan 68 sebelum akhirnya turun ke posisi 91, kini bersaing dengan Timnas China di Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Jika membandingkan prestasi Patrick Kluivert dengan Shin Tae-yong, pelatih Korsel itu membutuhkan lima tahun untuk mengangkat peringkat Timnas Indonesia dari 173 ke posisi 130 saat ini.
Dengan target PSSI untuk menembus peringkat 100 FIFA, Patrick Kluivert dinilai cocok menggantikan Shin Tae-yong.
Skuad Timnas Indonesia yang mayoritas dihuni pemain naturalisasi Belanda memiliki chemistry yang baik dengan Kluivert.
Tentu saja, lolos ke Piala Dunia 2026 menjadi target utama yang harus dicapai.
Kontributor : Imadudin Robani Adam
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey