Suara.com - Asisten pelatih Timnas Indonesia yang baru, Alex Pastoor mengaku bahwa ia sebenarnya ingin menjadi pelatih kepala. Hal itu diungkap Pastoor saat interview dengan salah satu media Belanda.
Kepada media Belanda, vandaaginside, Pastoor keinginannya untuk menjadi pelatih kepala di satu negara karena ingin merasakan atmosfer Piala Dunia.
"Saya ingin menjadi pelatih tim nasional," kata Pastoor kepada media Belanda yang rilis pada 13 Desember 2024.
"Saya rasa pekerjaan itu cocok untuk saya. Saya ingin merasakan event Piala Dunia yang merupakan pesta terbesar di dunia," ungkapnya.
Namun kata Pastoor ia sebenarnya ingin membawa Belanda ke Piala Dunia sebagai pelatih kepala. "Satu kebanggaan bisa melakukan hal itu untuk negara Anda sendiri,"
"Tentu saja dengan (melatih) Belanda. Saya orang Belanda jadi saya selalu mendukung Belanda. Saya tidak suka bermain melawan Belanda dengan negara lain," sambungnya.
Menurut Pastoor, jika boleh jujur ia lebih suka menjadi bos untuk dirinya sendiri. Menurutnya, ia menjadi ahli strategi yang sibuk mempersiapkan segala hal untuk tim.
"Saya adalah seseorang yang lebih suka dengan menjadi bos bagi diri sendiri. Sebagai seorang ahli strategi yang sibuk mempersiapkan banyak rencana," sambungnya.
Pastoor bukan mengaku bahwa ia akan senang hati jika mendapat tawaran untuk menjadi asisten pelatih Ronald Koeman di Belanda.
Baca Juga: Tim Geypens: Saya Sedang Diproses Mendapatkan Paspor Indonesia
"Tentu saja, tetapi ini tim Belanda, jika tidak yah tidak," katanya.
Sementara itu, eks Tim nasional Belanda Marciano Vink meragukan kualitas Patrick Kluivert yang ditunjuk sebagai pelatih Timnas Indonesia. Ia merasa Alex Pastoor yang pantas ada di posisi tersebut.
Patrick Kluivert dipilih PSSI sebagai pelatih Timnas Indonesia dengan kontrak dua tahun dengan opsi perpanjangan dua tahun lagi. Federasi kabarnya akan memperkenalkan Alex Pastoor dan Denny Landzaat sebagai asistennya.
Marciano Vink menganggap sejatinya yang menjadi pelatih kepala adalah Alex Pastoor karena lebih bagus. Kluivert lebih pas jadi asisten bersama Denny Landzaat.
"Anda tentu mengharapkan sebaliknya, bukan? Pastoor sebagai pelatih kepala dan kemudian Landzaat dan Kluivert sebagai asistennya," kata eks pemain Ajax dan PSV itu dilansir dari Voetbal Primeur.
Berita Terkait
-
Tim Geypens: Saya Sedang Diproses Mendapatkan Paspor Indonesia
-
Shin Tae-yong: Menjadi Pelatih Lagi di Negara Lain
-
Rekam Jejak Asisten Patrick Kluivert: Jago Taktik, Satu Lagi Bisa Bahasa Indonesia
-
Beda Respons PSSI dan Shin Tae-yong Usai Pemecatan: Satu Kalem, Satu Lagi Sibuk Interview Sana-sini
-
Minat Jadi Dirtek Timnas Indonesia? Begini Syaratnya: Harus Mampu...
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- Sepeda Gunung Apa yang Bagus dan Murah? Ini 7 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Gudang Sekolah di Penjaringan Terbakar, 70 Petugas Dikerahkan
-
Review Almarhum: Sinematografi Thriller Misteri Bernyawa Kearifan Lokal
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
IHH Healthcare Malaysia Terus Perluas Kehadiran di Indonesia
-
Fakta Mengerikan di Balik Penembakan Thailand: Pelaku Sudah Belajar Senjata 2 Tahun
-
Catat Tanggalnya! Ada Diskon dan Voucher Belanja Melimpah dari BRI di Outlet Ini
-
Mendikdasmen: Hard Skills Saja Tak Cukup, Ini Keterampilan Utama yang Wajib Dikuasai Gen Z!
-
Review Dream To You: Romansa Hangat Cinta Pertama, Luka dan Impian
-
Kota Makin Padat, Banjir Mengintai: Akademisi Soroti Teknologi Pengendalian Air di PIK2
-
Gen Z Fasih Bahasa Inggris, tapi Makin Asing dengan Bahasa Ibu, Mengapa?