Suara.com - PSSI membuat keputusan mengejutkan dengan mendepak Shin Tae-yong dari kursi pelatih Timnas Indonesia.
Nama eks bomber Timnas Belanda, Patrick Kluivert resmi ditunjuk menggantikan sosok asal Korea Selatan tersebut.
Shin Tae-yong, yang telah menjabat sebagai pelatih Timnas Indonesia sejak 2019, menerima kompensasi yang cukup besar terkait keputusan itu.
Dilansir dari postingan Instagram @Finfolkmoney, Sabtu (11/1/2025), PSSI telah menyelesaikan pembayaran kompensasi pemutusan kontrak Shin Tae-yong yang masih berlaku hingga 2027.
Tak tanggung-tanggung, dengan nilai Rp20 miliar per tahun, total kompensasi yang harus dibayarkan mencapai Rp60 miliar.
"Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya PSSI untuk meningkatkan performa Timnas Indonesia, khususnya dalam memaksimalkan potensi pemain diaspora," dikutip Suara.com melalui Finfolkmoney.
Melansir Hops.id--jaringan Suara.com, selain sukses mengangkat popularitas Timnas Indonesia, Shin Tae-yong juga menjadi wajah beberapa brand besar.
Mulai FC Mobile, InBody, Hyundai Motor Indonesia, Hana Bank, Aqua, Luwak White Koffie, Mi Instan Nongshim, dan Kopi Plus Enam Dua. Dukungan sponsor ini menggarisbawahi pengaruh besar Shin di dunia sepak bola Indonesia.
Selain itu., fasilitas yang diterima Shin Tae-yong selama menjabat juga menjadi sorotan. Ia mendapatkan tiga mobil dinas mewah dari Hyundai Motors Indonesia: Hyundai Palisade, Hyundai Staria, dan Genesis Electrified G80.
Baca Juga: Patrick Kluivert ke Malaysia Dulu Sebelum Sambangi Indonesia, untuk Apa?
Sementara itu, PSSI menilai langkah pemecatan Shin Tae-yong ini penting untuk mempercepat reformasi dan pengembangan Timnas.
Dengan memprioritaskan kebutuhan pemain diaspora, PSSI optimis keputusan ini dapat menjadi pijakan menuju prestasi lebih besar di masa depan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
7 Sabun Cuci Muka Salicylic Acid untuk Jerawat dan Komedo, Mulai Rp20 Ribuan
-
BPS Ungkap Fakta Pahit: Petani RI Kini Kehilangan Daya Tawar
-
Bukan Pidana, Eks Hakim Agung Beberkan Alasan Mengapa Kasus Ijazah Jokowi Harus Diuji di PTUN
-
Ribuan Siswa Manfaatkan PIJAR, Telkom Perluas Pemanfaatan Pendidikan Digital
-
Insentif Kendaraan Listrik Harus Diarahkan ke Mobil Murah dengan TKDN Tinggi
-
Hanya Penyadapan yang 100 Persen, Dewas KPK Ungkap Banyak Laporan Penindakan yang 'Molor'
-
Pariwisata Kuatkan Ekonomi, Pendidikan Menjaga Jiwa Budaya Suku Osing
-
Iming-iming 'Dimudahkan Rezekinya', Modus Guru Ngaji Pelaku Pencabulan di Sukabumi
-
4 Pilihan Sepatu Lari Lokal Lycan, Ada yang Dipakai Ganjar Pranowo
-
Farizon Gandeng 5 Mitra Strategis, Serahkan Unit SV di GIIAS 2026