Suara.com - Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks melanjutkan karier di Bundesliga. Diks resmi akan memperkuat klub Borussia Mönchengladbach di musim 2025/2026.
Borussia Mönchengladbach mendapatkan Kevin Diks secara gratis setelah pihak FC Copenhagen memutuskan untuk tidak memperpanjang kontraknya.
Menurut Kevin Diks, bukan hal mudah untuknya memutuskan pindah ke Jerman. Apalagi kata Diks, ia merasa keluarganya sudah betah di Denmark. Namun pemain Timnas Indonesia itu bilang pihak FC Copenhagen seolah melarangnya untuk memperpanjang kontrak.
Menurut Diks, hal itu bisa ia lihat dari keputusan pihak klub tidak menyetujui sejumlah hal di kontrak baru yang ia sodorkan.
"Musim panas lalu jadi hal sulit bagi saya. Saya memiliki kesempatan (perpanjang kontrak) dan itu juga untuk keluarga saya. Butuh beberapa hari bagi saya untuk menerima kenyataan bahwa saya tidak mendapat izin mengambil langkah itu," kata Kevin Diks seperti dilansir dari tv2.dk.
Diks tidak menampik jika gagalnya ia memperpanjang di FC Copenhagen karena faktor uang. Diks bilang penting baginya untuk juga memikirkan masa depan jika ia pensiun nanti.
"Jelas bahwa sebagian masalahnya tentang uang karena meski FC Copenhagen ialah klub dengan proyek fantastis, saya juga harus pikirkan keluarga. Bagi saya, penting juga untuk memikirkan kehidupan saya setelah sepak bola," lanjut bek Timnas Indonesia itu.
Sebelum menerima pinangan dari Gladbach, Diks mengatakan bahwa ia dihubungin sejumlah klub di Eropa. Namun klub Jerman itu menawarkan paket lengkap yang tak mungkin ditolaknya.
"Ada banyak klub yang menelepon dan menginginkan saya. Tidak hanya musim panas lalu tetapi pada jendela transfer ini. Gladbach memberikan tawaran dengan paket lengkap," jelasnya.
Baca Juga: PSBS Biak Ditonton Patrick Kluivert, Pelatih: Supaya Terpilih ke Timnas Indonesia
"Itu sangat berarti bagi saya bahwa mereka sudah berusaha sejak musim panas lalu. Mereka terus berkomunikasi dengan agen saya dan berusaha untuk mencapai kata sepakat dan saya sangat menyukai dedaksi itu karena hal itu menegaskan mereka menginginkan saya," tegas Kevin Diks.
Berita Terkait
-
PSBS Biak Ditonton Patrick Kluivert, Pelatih: Supaya Terpilih ke Timnas Indonesia
-
Respons Alex Pastoor Lihat Kualitas Pemain Indonesia di Persija vs PSBS Biak: Semua Talenta...
-
3 Dampak Negatif Andai Jay Idzes Gabung Juventus, No.2 Sangat Fatal
-
Diminati Juventus, Jay Idzes Harus Pertimbangkan Peluang Jam Terbang Karir
-
Awal Februari 2025, Kejelian Indra Sjafri Kembali Diuji untuk Tentukan Para Pemain Terbaik
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
GAC Indonesia Jamin Pengiriman Mobil Listrik Selama GIIAS 2026 Dua Hari Sampai
-
4 Rekomendasi Parfum Lokal Aroma Teh, Cocok untuk relaksasi!
-
Pengalaman Multitasking dan Face Unlock Oppo Kini Lebih Cerdas, Berkat Update ColorOS 16!
-
Waspada Isu Keamanan Agustus, Imam Besar FBR Ajak Warga Betawi Jaga Kampung dan Tolak Hoaks
-
Budaya Menghakimi Era Digital: di Balik Layar, Dia Tetaplah Seorang Manusia
-
Pendapatan Harita Nickel (NCKL) Naik 21,2 Persen di Semester I 2026
-
Doa Kebangsaan di Monas Dimulai Jam Berapa? Ini Jadwal, Lokasi Parkir, dan Rute Lalu Lintasnya
-
Trisno Pas Band Meninggal Dunia Usai Bertahan Melawan Komplikasi Penyakit
-
Pagar Tinggi Mal Picu Spekulasi, Polisi: Jangan Buat Gaduh, Jakarta Masih Aman!
-
Cermin Politik Hari Ini: Ketika Fanatisme Memaklumi Etika yang Terabaikan