Suara.com - Anggota Komisi III DPR RI, Pangeran Khairul Saleh mendadak jadi perbincangan warganet saat proses pemberian kewarganegaraan RI kepada Tim Geypens, Senin (3/2/2025) sore WIB.
Pasalnya, poitisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu seakan meminta Geypens untuk tes hafalan Pancasila.
Potongan video itu diunggah akun Instagram @nusantara.ballers hingga viral dan menjadi perbincangan netizen.
"Kamu mau jadi Warga Negara Indonesia ya, masak bahasa Indonesia nggak bisa?," tanya Khairul Saleh dalam video tersebut.
Mantan Bupati Banjar itu kemudian bertanya apakah pemain FC Emmen itu hafal Pancasila.
"Pancasila hafal nggak? Saya mau tanya. Hari ini kamu dijadikan Warga Negara Indonesia, Pancasila hafal nggak? lanjutnya.
Sontak saja, video tersebut menjadi perbincangan warganet. Tak sedikit yang geram dengan 'ujian' yang diberikan Pangeran Khairul Saleh.
"Sabar ya pak DPR, ntar 6 bulan lagi tanyain lagi aja, masih belajar bahasa Indonesia soalnya," tulis @nusantara.ballers.
"Anggota DPR ya?? UUD 1945 hafal tidak? Sumpah pemuda hafal tidak?," timpal @rrdp.1989.
Baca Juga: Terbongkar! Naturalisasi Ole Romeny Bukan untuk Loloskan Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026!
"Tanpa dia sadari dia mempermalukan dirinya sendiri," balas @rayalzal.
"Kocak nih DPR, lu mending tidur aje malah bangun. Kaga beres yg ada kalo lu bangun," tulis @akhmad.bi.
Seperti diketahui, Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia resmi menyetujui rekomendasi pemberian kewarganegaraan RI kepada tiga pemain keturunan yakni Ole Romeny, Tim Geypens dan Dion Markx, Senin (3/2/2025) sore WIB.
Persetujuan itu disampaikan Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian di akhir Rapat Kerja dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) di Jakarta.
"Komisi X DPR RI memutuskan menyetujui rekomendasi pemberian kewarganegaraan RI atas nama Tim Geypens, Dion Markx dan Ole Romeny," kata Hetifa dikutip melalui siaran langsung kanal YouTube DPR RI, Senin (3/2/2025).
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey