Suara.com - Nasib pemain Timnas Indonesia, Nathan Tjoe-A-On di Swansea City makin tidak jelas. Setelah tak masuk dalam skuat utama, Nathan juga tak ada di susunan pemain saat Swansea City U-21 melakoni laga melawan Cardiff U-21.
Swansea City U-21 menjalani derby Wales melawan Cardiff U-21 dalam lanjutan PDL U-23, Rabu (12/2) dinihari WIB. Di laga itu, Swansea City kalah 1-2.
Pelatih Anthony Wright tidak memasukkan nama Nathan Tjoe-A-On di susunan pemain yang ia turunkan. Kondisi ini makin memperburuk masa depan Nathan di klub Liga Inggris tersebut.
Nathan Tjoe-A-On besar kemungkinan bisa saja dicoret oleh Patrick Kluivert dari skuat Timnas Indonesia jelang laga babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Pasalnya pelatih asal Belanda itu sempat menngatakan bahwa ia hanya akan memilih pemain yang mendapatkan kesempatan reguler di level klub.
Mundur beberapa tahun ke belakang, karier Nathan Tjoe-A-On sebenarnya cukup baik-baik saja saat masih main di Excelsior. Ia dianggap sebagai salah satu pemain muda berbakat.
"Tjoe-A-On berkembang pesat. Pemain muda ini telah mengatasi banyak cedera, tetapi sekarang tidak tergantikan sebagai bek kiri," ulas Voetbal International pada 11 September 2022.
Di klub itu, Nathan memiliki waktu reguler bermain. Dari sumber yang sama, ia bahkan sempat disinggung soal bermain di level tim nasional. Nathan kemudian mengutarakan keinginannya untuk membela Suriname.
"Saya bisa bermain untuk Suriname. Mungkin orang-orang tidak tahu itu. Itu ada dalam pikiranku, selamanya," kata Nathan Tjoe-A-On.
Baca Juga: Justin Hubner Cetak Gol dan Jadi Penentu Kemenangan Wolves di Adu Penalti
"Tapi saya baru menjadi pemain inti reguler di Eredisie selama 6 pertandingan, jadi izinkan saya menunjukkan untuk jangka waktu yang lebih lama," sambungnya.
Nathan Tjoe-A-On lahir Rotterdam, Belanda pada 22 Desember 2001. Ia adalah putra dari Wemer Tjoe-A-On dan Ingrid Koenen. Ayahnya lahir di Paramaribo, Suriname, sedangkan ibunya di Belanda tetapi memiliki ayah dari Indonesia
Nathan Tjoe-A-On resmi menjadi WNI pada 11 Maret 2024. Ia menjalani debut di Timnas Indonesia pada 21 Maret 2024 saat melawan Vietnam di Stadion Gelora Bung Karno (SUGBK).
Berita Terkait
-
Justin Hubner Cetak Gol dan Jadi Penentu Kemenangan Wolves di Adu Penalti
-
Jelang Lawan Australia, Patrick Kluivert Sowan ke Mantan Guru di Banten
-
Jay Idzes Sedih, Pemain Timnas Indonesia Ikut Menyemangati
-
Tijjani Reijnders: Saya Akan ke Indonesia
-
Belum Dilirik PSSI, Pemain Keturunan Medan-Surabaya Debut Starter Bikin Jong Ajax Menang Besar
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Krisis Imigran Maroko ke Spanyol Disorot, Dugaan Ada Campur Tangan Israel
-
Kisah Haru Lia di Sekolah Rakyat, Untuk Pertama Kalinya Mengenakan Seragam Baru
-
Harga Cuma Rp1 Jutaan, 5 HP Ini Punya Kamera di Atas Ekspektasi
-
Telan Anggaran Rp 3,82 Triliun, Purbaya Minta Fasilitas Sekolah Rakyat Layak Dipakai
-
Kapal Mutiara Sentosa Terbakar di Perairan Madura, Penumpang Terjun ke Laut
-
Kinerja Ekspor Industri Tekstil RI Diproyeksi Moncer pada 2027, Tumbuh hingga 4%
-
Disumbang Pemerintah, Laba Bersih Pupuk Indonesia Meroket 250,3% di Semester I-2026
-
Pemda Guyur Anggaran Rp 500 Juta buat Alokasi Pendidikan
-
Ironi Ruang Kota: Ketika Mal Harus Terbuka, tapi "Rumah Rakyat" Dipagari Kawat Berduri
-
Tekiro Cetak Sejarah Dunia Lewat Kompetisi Mekanik Terbesar di GIIAS 2026