Suara.com - Timnas Indonesia akan melakoni dua laga penting lanjutan babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026. Pasukan Merah Putih akan bermain tandang melawan Bahrian dan Australia.
Pelatih Patrick Kluivert telah memanggil 30 pemain yang akan membela Timnas Indonesia. Yang menarik siapa kiper utama Timnas Indonesia di dua laga penting nanti. Apakah Maarten Paes atau kiper yang baru menjadi WNI, Emil Audero.
Maarten Paes di laman Instagram miliknya mengaku sangat senang kembali terpilih untuk bisa membela Timnas Indonesia di babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026. Ia menegaskan merasa sangat terhormat dengan pemanggilan ini.
"Setiap pertandingan membela Timnas Indonesia adalah suatu kehormatan bagi saya," ujar Paes seperti dikutip, Rabu (12/3).
"Saya sangat bersemangat untuk dua pertandingan berikutnya. Pada dua pertandingan awal, Timnas Indonesia tidak kalah dari Bahrian dan Australia," lanjutnya.
Terkait pemanggilan Emil Audero menjadi bagian dari Timnas Indonesia, Paes mengaku tidak merasa khawatir dirinya akan tergeser dari posisi kiper utama Timnas Indonesia.
Ditegaskan oleh Maarten Paes, Emil ialah kiper hebat namun ia akan terus menunjukkan kualitasnya. "Dia kiper hebat, saya hanya harus berusaha untuk terus meningkatkan kualitas saya," tegasnya.
Pernyataan dari Paes ini rupanya menjadi sorotan media di Vietnam. Salah satu media Vietnam, PLO memuji pernyataan Maarten Paes tersebut. Menurut mereka, Paes tunjukkan sikap tidak sombong namun hanya fokus pada Timnas Indonesia.
"Kiper Maarten Paes bagus tidak pamer tetapi tunjukkan rasa syukur bisa membela Timnas Indonesia," tulis media Vietnam tersebut.
Masih dari sumber yang sama, Paes dianggap sebagai sosok pemain dewasa dan berpengalaman. "Paes menganggap persaingan (dengan Emil Audero) sebagai hal yang biasa dan jika ia kehilangan posisi kiper utama, itu karena ia tidak cukup kompetitif," ulas media Vietnam tersebut.
Siapa Pilihan Patrick Kluivert?
Jika melihat statistik keduanya di musim ini, Emil Audero tampaknya memiliki catatan lebih baik ketimbang Maarten Paes. Usai tercampakkan dari Como, Emil Audero mengawali tahun 2025 dengan menjalani masa peminjaman ke tim Serie B, Palermo.
Di Palermo, kiper keturunan Lombok ini seakan menemukan performanya lagi usai mencetak 2 clean sheets dari 5 laga yang dimainkannya di Serie B.
Dari 5 laga tersebut, Emil hanya kebobolan 5 gol saja atau rata-rata 1 gol per laga. Bahkan lewat 2 clean sheets-nya itu, ia berhasil masuk Starting XI terbaik Serie B 2024/2025 pekan ke-27.
Sementara itu, Maarten Paes mengawali tahun 2025 dengan statistik lebih buruk. Di tahun ini, ia telah tampil 3 kali bagi FC Dallas di Major League Soccer (MLS).
Bahkan dari 3 laga tersebut, Maarten Paes hanya mencetak 60 persen penyelamatan dari total 15 tembakan yang mengarah kepadanya.
Tak hanya secara statistik, secara performa pun Emil Audero punya catatan lebih baik ketimbang Maarten Paes di tahun 2025 ini.
Dari total 5 laga yang telah dimainkannya, Emil tercatat mampu membuat 76,2 persen penyelamatan dari total 21 tembakan yang dihadapinya.
Sementara Maarten Paes hanya membuat 60 persen penyelamatan dari 15 tembakan yang dihadapinya, seperti yang telah dibahas sebelumnya.
Lalu di laga terakhir keduanya, Emil mampu membuat 4 penyelamatan saat Palermo bermain imbang 1-1 melawan Sampdoria.
Sementara itu di laga terakhirnya, Maarten Paes harus kebobolan tiga gol dan juga membuat 4 penyelamatan saat FC Dallas dibekuk 1-3 oleh Chicago Fire.
Jika dirinci lebih dalam, Emil tercatat rata-rata membuat 3,6 penyelamatan per laga dari 5 pertandingan bersama Palermo di tahun 2025 ini.
Baca Juga: 3 Fakta Menarik Deretan Penyerang Timnas Indonesia Pilihan Patrick Kluivert
Di sisi lain, Maarten Paes justru hanya membuat 2,7 penyelamatan per laga dari 3 laga yang telah dimainkannya bersama FC Dallas di MLS 2025 ini.
Dari 3 pertandingan itu, kiper keturunan Kediri ini telah kebobolan 7 gol atau rata-rata 2,3 gol per laga dan belum sama sekali mencetak Clean Sheets.
Tag
Berita Terkait
-
3 Fakta Menarik Deretan Penyerang Timnas Indonesia Pilihan Patrick Kluivert
-
Cetak Sejarah, Yokohama Marinos Bangga Sandy Walsh Dipanggil ke Timnas Indonesia
-
Emil Audero Bikin Rekor Sehari Setelah Sumpah WNI, Langsung Melesat di Klasemen Pemain ASEAN
-
3 Pemain Keturunan Tolak Bela Negara Lain Demi Timnas Indonesia
-
Jordi Cruyff, Technical Advisor Timnas Indonesia dengan Segudang Pengalaman
Terpopuler
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
Prabowo Copot Dadan Hindayana, Nanik S Dayang Resmi Jadi Kepala BGN!
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
Terkini
-
Nomor 7 Tetap Milik Ronaldo! Pemain Ini Warisi Nomor Mendiang Diogo Jota di Piala Dunia 2026
-
Rekor yang Tak Pecah 72 Tahun! Skor 7-5 Akankah Terulang di Piala Dunia 2026?
-
Siapa Raja Assist dalam Sejarah Piala Dunia? Bukan Messi Apalagi Ronaldo
-
Liverpool Berduka, Kenny Dalglish Berjuang Melawan Kanker di Usia 75 Tahun
-
Popularitas Timnas Indonesia Menurun, John Herdman Diminta Benahi 'Kekacauan' Pasca Kluivert
-
10 Pemain Tertua yang Cetak Gol di Piala Dunia: Rekor Masih Punya Eks Bomber Liga Indonesia
-
Susahnya Masuk AS! Timnas Afsel Berangkat ke Piala Dunia 2026 Tanpa Asisten Pelatih
-
Laga Iran Dijaga Ekstra Ketat, Los Angeles Siapkan Pengamanan Khusus di Piala Dunia 2026
-
FIFA Kirim Surat Khusus untuk Persib Bandung, Apa Isinya?
-
Misi Mustahil Thomas Tuchel? Memetakan Jalur Terjal Inggris Menuju Takhta Piala Dunia 2026