Suara.com - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir akhirnya sadar diri. Dia mengakui Timnas Indonesia kini dalam tekanan besar jelang menghadapi Bahrain, Selasa (25/3/2025) malam WIB.
Skuad Garuda sempat dibawa pelatih Shin Tae-yong ke posisi ideal dalam misi lolos ke Piala Dunia 2026 setelah memainkan enam laga Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Tim Merah Putih duduk di urutan ketiga klasemen Grup C dengan koleksi enam poin dari enam laga usai menang 2-0 atas Arab Saudi di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta pada 19 November 2024.
Namun, PSSI secara mengejutkan memecat Shin Tae-yong pada 6 Januari 2025 dengan alasan masalah komunikasi dan taktik. Mereka menggantinya dengan Patrick Kluivert, sosok yang punya nama besar saat jadi pemain tetapi kurang sukses di level manajerial.
Di bawah asuhan Patrick Kluivert dan jajaran stafnya yang dilabeli PSSI sebagai "Super Tim", Timnas Indonesia justru mengalami kekalahan terbesar sepanjang putaran ketiga.
Garuda hancur lebur di markas Australia pada Kamis (20/3/2025). Dalam pertandingan di Sydney Football Stadium, Timnas Indonesia dilumat 1-5.
Banyak yang menyayangkan keputusan PSSI memecat Shin Tae-yong pasca laga tersebut. Terlepas dari adu kualitas dua pelatih, keputusan buru-buru itu menempati pelatih pengganti, dalam hal ini Kluivert tidak punya banyak waktu mempersiapkan tim.
Kluivert memang ditunjuk sejak Januari tetapi dia dan staf pelatih baru bisa bertemu para pemain Timnas Indonesia mulai 16 Maret lalu. Sebelum melawan Australia, Garuda bahkan cuma sempat berlatih dua kali.
Juru taktik asal Belanda itu bahkan mengakui tidak punya cukup waktu untuk menerapkan filosifi sepak bolanya, sehingga tetap memakai taktik Shin Tae-yong dengan menurunkan formasi 3-4-1-2.
Baca Juga: Marselino Ferdinan: Chemistry Tak Bisa Dibangun 2-3 Hari
Terlepas dari itu, Erick Thohir yang tidak menyinggung soal keputusan perubahan staf pelatih sebagai salah satu faktor kekalahan Timnas Indonesia dari Australia, percaya Garuda bisa bangkit di laga kontra Bahrain.
Duel Timnas Indonesia vs Bahrain dalam laga kedelapan Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia ini akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (25/3/2025) malam.
"Kami sadar bahwa memang ada tekanan yang besar, tetapi saya percaya Timnas Indonesia bisa bangkit dan memberikan yang terbaik untuk Indonesia," kata Erick di Instagramnya.
Timnas Indonesia telah menjalani beberapa kali latihan di Stadion Madya, Jakarta jelang laga kontra Bahrain. Kekuarangan Garuda saat berhadapan dengan Australia diharapkan telah diperbaiki.
Erick Thohir berharap semua pemain bisa terus menjaga kekompakan satu sama lain. Lelaki yang juga menteri BUMN itu terus meminta dukungan dari suporter.
"Saya datang mengecek latihan Timnas Indonesia sekaligus bertemu dengan para pemain dan ofisial," ucap mantan presiden Inter Milan tersebut.
"Saya menekankan kepada mereka agar tidak terpecah belah dan bermain sebagai satu tim," pungkas Erick Thohir.
Berita Terkait
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Bahrain Ketika Menang Tahun 2007 Silam
-
3 Pemain Bahrain Ini Langganan Cetak Gol dan Teror Gawang Timnas Indonesia
-
Timnas Indonesia Resmi Gagal Gaet Pemain Keturunan Jawa Eks Chelsea
-
Timnas Indonesia vs Bahrain: Patrick Kluivert Masih Incar Runner Up
-
3 Kerugian Timnas Indonesia jika Patrick Kluivert Pilih Emil Audero Dibanding Maarten Paes
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta
-
Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD
-
Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan
-
Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama
-
28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu
-
Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung