Suara.com - Pemain keturunan Indonesia tidak hanya bermain di Eropa, ada juga yang berkarier di Liga Jepang. Ialah Riki Matsuda, pemain keturunan Indonesia yang saat ini bermain di klub J2 League, Kataller Toyoma.
Riki Matsuda ialah kakak dari Riku Matsuda, juga pemain keturunan Indonesia yang bermain di klub J League, Vissel Kobe.
Riki Matsuda pada awal Januari 2025 lalu pindah ke Kataller Toyoma dari klub Ehime FC. Pindah ke klub baru, Riki langsung dipercaya menjadi kapten tim.
Sejauh ini, Riki Matsuda telah bermain sebanyak 7 pertandingan di J2 League dan sudah mencetak 1 gol. Gol perdana Riki terbilang spesial.
Hal ini lantaran Riki mencetak gol ke gawang salah satu raksasa Liga Jepang, Jubilo Iwata. Gol Riki dicetak saat Toyoma menjamu Jubilo Iwata pada 9 Maret 2025.
Di laga itu, Toyoma juga sukses meraih kemenangan 3-1 atas Jubilo Iwata. Gol Riki dicetaknya pada menit ke-33 memanfaatkan assist dari Hayate Take.
Dua gol Toyoma lainnya dicetak oleh Shosei Usui dan Kyosuke Kamiyama. Sedangkan satu gol Jubilo Iwata dicetak oleh pemain asal Brasil, Matheus Peixoto.
Keinginan Riki dan Riku Bela Timnas Indonesia
Ayah Riki dan Riku berasal dari Indonesia. Dikutip dari Youtube J League International, diketahui latar belakang ayah Riki dan Riku dari keluarga muslim Jawa.
Baca Juga: BREAKING NEWS! Daftar 23 Pemain Timnas Indonesia U-17 di Piala Asia U-17 2025
"Kita orang Islam kah?," tanya Riku Matsuda kepada Riki. "Dulu kami makan dengan tangan kanan lho. Jadi kami orang Islam. Saya baru tau."
"Kita mungkin orang Islam, harus tanya ke ayah dulu," ucap Riku.
Riki dan Riku sama-sama lahir di Osaka, Jepang pada 24 Juli 1991. Riki di musim lalu seperti dikutip dari Transfermarkt, telah bermain 28 pertandingan dan mencetak 3 gol serta 4 assist.
Sementara Riku yang main di J-League bersama Gamba Osaka pada musim ini telah bermain sebanyak 13 pertandingan.
Yang menarik di akun Threads miliknya, Riki sempat dianggap kirim kode untuk bisa dilirik PSSI dan membela Timnas Indonesia.
Pada postingan 24 September 2024, ia unggah bendera Indonesia dan Jepang usai membela Ehime FC.
Berita Terkait
-
BREAKING NEWS! Daftar 23 Pemain Timnas Indonesia U-17 di Piala Asia U-17 2025
-
Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
-
Terungkap! MisteriHilangnya Oksigen di Stadion GBK Saat Timnas Indonesia vs Bahrain
-
Testimoni Calvin Verdonk Terkait Timnas Indonesia Dilatih Patrick Kluivert
-
Ambisi Kiper Keturunan Bali Daniel Klein Jadi Lawan Kevin Diks di Bundesliga
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Geger Spanduk 'Tangkap Jokowi' Bertebaran di Lebak Jelang Kunjungan ke Banten
-
Karhutla Sumsel Terus Meluas, Mengapa Muba dan Ogan Ilir Jadi Titik Terparah?
-
Generasi Muda Disebut Jadi Kunci Hadapi Tantangan Perubahan Iklim hingga Ketahanan Pangan
-
Dakwaan Dibatalkan Hakim, Jaksa Kembali Limpahkan Perkara dr Tifa ke PN Jakarta Timur
-
HKBP Perkuat Komitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan
-
Resmi Dihibahkan ke Pemprov Jabar, Teras Cihampelas Bandung Bakal Dibongkar Total
-
Hilirisasi Sawit RI Diklaim Sukses, 80% Ekspor Tak Lagi Produk Mentah
-
5 Fakta Kapal Jukung Terbakar di Sungai Musi, Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki
-
Bakery Singapura BIdik Pasar Kuliner RI, Ekspansi Perdana ke Jakarta
-
BGN Enggan MBG Dibenturkan dengan Sekolah Roboh: Enggak Nyambung