Suara.com - Prestasi membanggakan diraih striker Timnas Indonesia, Ole Romeny, dalam ajang Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Ole Romeny cetak sejarah.
Golnya ke gawang Bahrain berhasil dinobatkan sebagai yang paling favorit berdasarkan hasil pemungutan suara yang dilakukan oleh AFC.
Dalam jajak pendapat yang melibatkan para penggemar sepak bola Asia, sebanyak 76,02 persen suara diberikan untuk gol Romeny, menjadikannya sebagai yang paling disukai.
Pencapaian ini mengungguli pesaing kuat, termasuk Mehdi Taremi dari Iran yang mencetak gol ke gawang Uzbekistan dengan perolehan 23,60 persen suara.
Sementara itu, posisi ketiga ditempati oleh Ameed Mahajneh dari Palestina. Dua nama lainnya yang masuk dalam daftar adalah Daichi Kamada dari Jepang dan Abbosbek Fayzullaev dari Uzbekistan, yang harus puas berada di peringkat selanjutnya.
Momen brilian tersebut terjadi dalam laga matchday ke-8 Babak Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia yang digelar pada 25 Maret lalu.
Berkat gol tunggal Romeny, Timnas Indonesia sukses menaklukkan Bahrain dengan skor 1-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan.
Proses terciptanya gol ini menunjukkan efektivitas serangan balik cepat yang dilakukan oleh skuat Garuda.
Thom Haye melepaskan umpan panjang yang berhasil diterima Marselino Ferdinan. Tanpa ragu, bola diteruskan ke Romeny yang dengan tenang menaklukkan kiper Bahrain dan memastikan kemenangan bagi Indonesia.
Baca Juga: Subhanallah, Ragnar Oratmangoen Kasih Bantuan ke Anak-anak Gaza saat Idul Fitri 1446 H
Gol ini menjadi torehan kedua bagi Romeny bersama Timnas Indonesia. Sebelumnya, penyerang berusia 24 tahun itu juga mencetak gol saat menjalani laga debut melawan Australia.
Keberhasilannya dalam dua pertandingan tersebut semakin memperkuat perannya sebagai salah satu andalan di lini depan skuad asuhan Patrick Kluivert.
Kemenangan atas Bahrain berperan penting dalam perjalanan Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026. Meskipun masih berada di posisi keempat dalam klasemen Grup C di bawah Jepang, Australia, dan Arab Saudi, hasil positif ini menjaga peluang Garuda untuk terus bersaing dalam perebutan tiket ke putaran berikutnya.
Dengan performa yang semakin solid dan dukungan penuh dari para penggemar, Timnas Indonesia berharap dapat meraih hasil lebih baik di laga-laga mendatang dan melangkah lebih jauh di kualifikasi ini.
Profil Ole Romeny
Ole Romeny: Penyerang Baru Timnas Indonesia dengan Darah Keturunan dari Neneknya
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Viral Denda Ban Gundul Rp250 Ribu, Korlantas Polri Ungkap Fakta Sebenarnya
-
Survei SMRC Beberkan Dua Faktor Utama Kepuasan Publik ke Presiden Prabowo Anjlok Tajam
-
Nasib Tragis Bintang Film Dewasa Alami Kerusakan Otak Permanen, Minta Ganti Rugi Rp45 M
-
Berhenti Menggosok Dudukan Toilet Umum dengan Tisu, Ini Cara Membersihkan yang Benar
-
John Herdman Diolok-olok Publik Vietnam Disebut Sok Tahu dan Salah Data
-
Manga Sometimes Even Reality Is a Lie! Diadaptasi Jadi Anime, Tayang 2027
-
Sunscreen Ozzaskin untuk Umur Berapa? Biasa Dipakai Ayu Ting Ting dan Bilqis ke Sekolah
-
Teror di Berlin! Tabrakan Massal di Acara Pride, Kelompok Islam Dituding Jadi Pelaku
-
5 Cara Menghadapi Pasangan Berzodiak Gemini yang Sedang Marah dan Ngambek
-
Bekerja untuk Hidup atau Hidup untuk Bekerja? Menggugat Obsesi pada Produktivitas