Bola / Bola Indonesia
Jum'at, 18 April 2025 | 17:41 WIB
Timnas Qatar Usai Taklukkan Iran Dengan Skor 2-3 di Partai Semifinal Piala Asia 2023. (qfa.qa)

Usai sulit mengejar raihan poin Iran dan Uzbekistan yang menjadi lawan mereka di babak ini.

3. Irak (Rank 56 FIFA)

Arsip foto - Pesepak bola Timnas Irak melakukan selebrasi usai mencetak gol saat melawan Timnas Tim Nasional Indonesia dalam laga lanjutan Grup F Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Kamis (6/6/2024). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/Spt.

Timnas Irak bukan lawan yang asing bagi Timnas Indonesia, kedua tim sudah sering bertemu.

Tak hanya di Kuaifikasi Piala Dunia 2026 tetapi juga saat berlaga di Piala Asia 2023 lalu di Qatar.

Semua pertemuan disapu bersih Irak, dan ini menjadi tantangan luar biasa bagi Patrick Kluivert bersama skuad Garuda.

4. Qatar (Rank 48 FIFA)

Pemain Timnas Qatar, Akram Afif mengeksekusi penalti di laga final Piala Asia 2023 melawan Yordania (the-afc.com)

Qatar menjadi lawan yang ditakutkan Timnas Indonesia, bukan dari segi permainan, tetapi faktor X di luar itu.

Juara Piala Asia 2023 ini sering sekali mendapat perlakuan istimewa dari perangkat pertandingan.

Karena itu, banyak yang menilai Qatar 'bermain curang' demi bisa mendapatkan kemenangan.

Baca Juga: Timnas Indonesia Diterpa Mimpi Buruk, Jumlah Pemain Absen Bisa Bertambah Jelang Lawan China

Apa pun itu, Kluivert harus waspada dan mempersiapkan tim dengan baik untuk putaran keempat kualifikasi.

Meskipun peluang lolos langsung dari putaran ketiga tampak sulit, skenario menuju Piala Dunia 2026 masih terbuka lebar melalui putaran keempat.

Sesuai format baru FIFA untuk zona Asia, tim-tim yang gagal lolos langsung masih punya jalur playoff antar zona atau antar grup.

Indonesia hanya perlu memaksimalkan setiap laga di putaran keempat agar bisa merebut satu dari dua tempat tersisa menuju babak playoff final.

Putaran keempat akan terbagi menjadi dua grup, masing-masing berisi empat tim. Hanya juara grup yang otomatis lolos ke playoff antarbenua. Artinya, setiap poin akan sangat berarti, dan kekalahan bisa jadi sangat fatal.

Kemudian, menghadapi lawan-lawan kuat seperti Qatar, Irak, UEA, dan Oman, Timnas Indonesia tak hanya dituntut bermain maksimal secara teknis, tetapi juga secara mental.

Para pemain muda harus mampu menjaga fokus dan tidak mudah terpancing, terutama ketika menghadapi tekanan dari tim-tim berpengalaman yang sudah kenyang kompetisi internasional.

Pelatih Patrick Kluivert akan menghadapi ujian besar pertamanya sejak menangani Timnas Indonesia.

Dengan latar belakang sebagai pemain dan pelatih di Eropa, eks bintang Barcelona ini diharapkan bisa membawa pola pikir dan strategi berbeda, yang bisa menjadi senjata kejutan menghadapi tim-tim besar Asia.

Penting bagi Kluivert untuk memaksimalkan kualitas pemain muda yang sedang bersinar, seperti Marselino Ferdinan, Rafael Struick, Ivar Jenner, hingga Nathan Tjoe-A-On. Kombinasi pemain lokal dan diaspora ini bisa menjadi modal kuat untuk menantang dominasi lawan.

Kontributor: Eko

Load More