Suara.com - Venezia, klub yang dibela kapten Timnas Indonesia Jay Idzes, tengah menghadapi situasi yang genting. Sebab, mereka menghadapi bayang-bayang dan ancaman degradasi dari Serie A 2024/2025. Ada sejumlah syarat agar mereka tak turun kasta.
Venezia saat ini masih berkutat di zona merah. Jay Idzes dan kawan-kawan kini menempati peringkat ke-18 dengan koleksi 24 poin, alias dua strip dari dasar klasemen.
Jika masih ingin bertahan di kasta tertinggi Liga Italia, ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi oleh Venezia menuju sisa musim ini. Mereka harus memenuhi persyaratan ini andai ingin bertahan. Berikut Suara.com sajikan ulasannya.
Sejauh ini, Venezia masih memiliki delapan pertandingan tersisa di Serie A 2024/2025. Ada beberapa persyaratan yang mesti bisa dipenuhi oleh Venezia agar mereka tak terdegradasi ke Serie B pada musim depan.
Jika mengacu dengan tren tim-tim yang selamat dari degradasi pada lima musim terakhir, pencapaian mereka adalah Empoli (36), Verona (31), Salernitana (31), Torino (37), dan Genoa (39).
Dengan kata lain, Venezia membutuhkan rata-rata 35 poin untuk bisa selamat dari degradasi. Dengan perhitungan tersebut, Jay Idzes dan kawan-kawan masih membutuhkan sekitar 11 poin untuk bisa bertahan.
Akan tetapi, ini masih perhitungan kasar saja. Sebab, jumlahnya bisa lebih sedikit karena Venezia juga bisa tergantung dengan hasil lawan-lawan yang menjadi kompetitornya untuk lolos dari degradasi.
Yang jelas, Venezia harus bisa memaksimalkan semua laga tersisa untuk bisa memenuhi target poin ini. Jika mampu meraih kemenangan, kans dan kepercayaan diri mereka akan meningkat.
Jay Idzes sendiri juga sudah mengakui apabila timnya mendapatkan tantangan yang sengit jika masih ingin bertahan. Ia optimistis Venezia bisa mewujudkan target tersebut.
Baca Juga: Alex Pastoor Pantau Langsung MU vs Lyon, Jumpa Sosok Penting Ini
"Kami terpaut sedikit dari dasar klasemen sekarang, tapi segalanya masih cukup ketat. Menurut saya, kami hanya perlu satu kemenangan yang bisa mengubah semuanya," ujar Jay Idzes dalam wawancara dengan kanal Youtube resmi Serie A.
"Jadi, saya pikir kami benar-benar memiliki keyakinan ini bersama. Hal itu belum ditunjukkan dengan raihan poin, tapi saya yakin dengan tim ini dan kami bisa berhasil," lanjut kapten Timnas Indonesia tersebut.
Pertarungan yang Ketat di Zona Degradasi
Dengan enam laga tersisa, Venezia menghadapi lawan-lawan yang tidak mudah. Beberapa di antaranya adalah tim papan atas seperti AC Milan dan Juventus yang tentu tak akan memberikan kemenangan secara cuma-cuma.
Namun, peluang masih terbuka lebar di laga-laga melawan sesama penghuni papan bawah seperti Cagliari hingga Empoli.
Pertandingan-pertandingan tersebut akan menjadi final mini bagi Jay Idzes dan rekan-rekannya. Mengamankan tiga poin dari duel-duel krusial ini bisa menjadi penentu nasib Venezia di akhir musim.
Dengan 24 poin saat ini dan target minimal 35 poin, Venezia harus tampil habis-habisan. Tidak ada lagi ruang untuk kesalahan. Setiap laga adalah final, dan setiap poin sangat berharga. Jay Idzes dan seluruh tim harus mengeluarkan kemampuan terbaiknya demi menghindari jerat degradasi.
Masih ada harapan, dan seperti kata Idzes, satu kemenangan bisa mengubah segalanya. Kini tinggal bagaimana Venezia bisa merealisasikan keyakinan tersebut di atas lapangan.
Kontributor: Moh Faiz
Berita Terkait
-
Alex Pastoor Pantau Langsung MU vs Lyon, Jumpa Sosok Penting Ini
-
Asisten Pelatih Timnas Indonesia Jadi Analis Pertandingan Man United vs Lyon
-
Shin Tae-yong Minta Piala AFF U-23 Dihapus! Kini Indonesia Tuan Rumah
-
Timnas Indonesia Bisa Tambah Pemain Keturunan dalam Waktu Dekat: Akan Kami Coba
-
Mees Hilgers Tegaskan Komitmen Bela Timnas Indonesia, Bantah Tuduhan Mertua Pratama Arhan
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Head to Head Maarten Paes vs Jaros: Siapa yang Bakal Dimainkan Fred Grim Lawan Fortuna?
-
Indonesia Dapat Dukungan Uzbekistan untuk Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal
-
Kiper Keturunan Indonesia Tony Kouwen Trial di Atletico Madrid, Sang Ayah: Kebanggaan Keluarga
-
St Kitts and Nevis Tunjuk Pelatih Baru Jelang Hadapi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Tony Kouwen Pemain Keturunan Indonesia, Mengidolakan Kiper Genoa hingga Ingin Jadi Bos Rongsok
-
Gabung Persib Bandung, Dion Markx Yakin Keputusannya Tinggalkan Eropa Sudah Tepat
-
Cerita Keluarga Pemain Keturunan Indonesia Tony Kouwen, Hidup Nomaden dan Tinggal di Karavan
-
Tembus Perbatasan Asia Tenggara, Uni Papua FC Bawa Misi Perdamaian Lewat Diplomasi Olahraga
-
John Herdman Tatap Piala Asia 2027, Semua Laga 2026 Jadi Batu Loncatan Timnas Indonesia
-
Analisis Toni Ho: Ada Celah bagi Timnas Indonesia U-23 Tampil di Asian Games 2026