Suara.com - Joey Pelupessy akhirnya secara terbuka menceritakan latar belakang keluarganya yang membuatnya bisa membela Timnas Indonesia. Pemain yang kini berusia 31 tahun tersebut resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) pada 10 Maret 2025, bersama Dean James dan Emil Audero, dalam program naturalisasi yang bertujuan memperkuat skuad Garuda di ajang internasional.
Debut Pelupessy bersama Timnas Indonesia berlangsung di laga penting putaran ketiga Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 25 Maret 2025, ia tampil penuh selama pertandingan menghadapi Bahrain.
Kehadirannya di lini tengah turut membantu Indonesia mengamankan kemenangan tipis 1-0, sekaligus memperlihatkan kualitas yang membuatnya langsung mendapat pujian dari publik sepak bola Tanah Air.
Meskipun telah bermain untuk Merah Putih, banyak penggemar masih penasaran dengan jejak keturunan Pelupessy. Dalam sebuah podcast di kanal YouTube The Haye Way, Joey mengupas tuntas asal-usul darah Indonesianya.
Ia menjelaskan bahwa darah Maluku mengalir di tubuhnya, berasal dari kakek dan neneknya yang merupakan penduduk asli Kepulauan Maluku.
Kakek Joey, Jacob Pelupessy, lahir di Ouw, Maluku Tengah, pada 12 Januari 1925. Sedangkan neneknya, Efrosina Lemina Manuputty, lahir di Hellendoorn, Belanda, pada 25 Mei 1963. Nama belakang "Pelupessy" yang kini melekat pada dirinya merupakan warisan dari sang kakek, menandai kuatnya ikatan keluarganya dengan Indonesia.
“Kakek dan nenek saya lahir di Kepulauan Molokan, jadi Saparua namanya,” ujar Joey Pelupessy di kanal YouTube The Haye Way, Sabtu (26/4/2025).
Joey menceritakan bahwa kakek dan neneknya sempat hijrah ke Belanda sekitar tahun 1960-an. Dari sepuluh anak yang mereka miliki, delapan lahir di Indonesia, dan dua lainnya, termasuk ayah Joey, lahir di Belanda.
Kisah keluarga besar ini membuat Joey tumbuh dalam lingkungan yang hangat, penuh dengan interaksi dari banyak saudara, sepupu, dan keponakan, menciptakan suasana kekeluargaan yang khas.
Baca Juga: Duet Maut Lini Tengah Timnas Indonesia Bongkar Watak Asli Patrick Kluivert
Pemain yang kini membela Lommel SK itu mengaku merasa bangga atas darah Indonesia yang mengalir di tubuhnya.
Menurutnya, suasana keluarga besar yang ramai dan penuh kehangatan selalu membawa kebahagiaan, bahkan di tengah kekacauan yang biasa terjadi saat mereka berkumpul. Baginya, ini adalah bagian dari identitas yang kini ia bawa ke lapangan hijau bersama Timnas Indonesia.
Joey juga berbagi bahwa sebagian besar keluarganya saat ini masih memiliki hubungan erat dengan Maluku. Beberapa pamannya, bibinya, dan sepupunya pernah mengunjungi kampung halaman leluhur mereka.
Bahkan, adik laki-lakinya saat ini sedang berada di Maluku untuk mengadakan pernikahan, memperkuat lagi ikatan batin keluarga mereka dengan tanah kelahiran para leluhur.
Menurut Joey, meskipun sebagian besar keluarganya kini menetap di Belanda, hubungan dengan Indonesia tetap kuat. Rencana perayaan pernikahan adiknya di Maluku menjadi momen spesial yang semakin mempererat hubungan emosional mereka dengan Indonesia.
Usai upacara di Maluku, keluarga besarnya akan kembali ke Belanda untuk melanjutkan perayaan bersama kerabat yang tidak bisa hadir langsung.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana
-
Kita Cari! Bahar bin Smith Geruduk The Sounds Project Buru Pelaku Hafalan Quran Hadiah Miras
-
Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo
-
Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap
-
Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan
-
Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk
-
Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya
-
Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci
-
Donald Trump Ingin 3 Periode, Bakal Tabrak Konstitusi AS?