Suara.com - Nama Ronaldy Irfak mungkin tidak asing di kalangan pecinta sepak bola Papua, khususnya bagi mereka yang mengikuti kejayaan Persipura Jayapura di era 2000-an akhir.
Dahulu, Irfak adalah sosok di balik layar yang mengabadikan momen-momen penting skuad Mutiara Hitam melalui jepretan kameranya.
Namun kini, alih-alih berada di pinggir lapangan dengan kamera di tangan, Ronaldy Irfak justru tengah sibuk dengan berkas-berkas administrasi kependudukan sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sarmi, Provinsi Papua.
Transformasi karier Ronaldy Irfak dari seorang fotografer olahraga menjadi pejabat publik merupakan sebuah perjalanan yang unik dan inspiratif.
Ia mengawali keterlibatannya bersama Persipura Jayapura sekitar tahun 2008, di era keemasan klub yang saat itu diasuh oleh pelatih legendaris Jacksen F. Tiago.
Menariknya, peran Ronaldy sebagai fotografer bukan ditujukan untuk kepentingan media atau publikasi seperti umumnya, melainkan murni untuk kebutuhan internal tim dalam melakukan analisis dan evaluasi teknis.
"Saya mulai bergabung dengan Persipura sekitar tahun 2008, waktu itu masih dilatih oleh Coach Jacksen Tiago. Saya satu-satunya fotografer tim," kenang Ronaldy, seperti dikutip dari ceposonline.
"Tapi bukan untuk media atau publikasi ya, foto-foto itu kami gunakan untuk evaluasi," lanjutnya.
Tugas Ronaldy saat itu menuntut kejelian dan kepekaan tinggi. Ia harus bisa membaca ritme permainan dan memotret di momen-momen krusial yang berkaitan langsung dengan taktik dan strategi tim.
Baca Juga: Xiaomi 15 Series: Perpaduan Klasik & Teknologi untuk Fotografer dan Videografer
Setiap jepretan memiliki makna penting, terutama bagi para pelatih yang menggunakan dokumentasi visual itu untuk menganalisis performa para pemain.
"Saya harus bisa membaca situasi, tahu kapan ambil gambar di sepertiga, seperempat, setengah lapangan. Setiap posisi bola dan pergerakan pemain penting untuk dievaluasi pelatih. Misalnya saat tim kebobolan, dari foto itu pelatih bisa melihat siapa pemain yang terlambat menutup ruang," jelasnya.
Meski berangkat dari latar belakang seni visual, Ronaldy tidak membatasi dirinya hanya di dunia fotografi.
Ia pernah menjalani profesi sebagai dosen kontrak selama satu tahun, serta bekerja di perusahaan swasta yang mengelola sistem informasi pada layanan Samsat.
Pengalaman-pengalaman ini memperkaya wawasan dan kemampuannya dalam bidang pelayanan publik dan sistem informasi.
Pada tahun 2010, Ronaldy memutuskan untuk mengikuti seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Langkah ini menjadi titik balik dalam perjalanan profesionalnya.
Berita Terkait
-
Xiaomi 15 Series: Perpaduan Klasik & Teknologi untuk Fotografer dan Videografer
-
Statistik Mentereng Boaz Solossa di Liga 2, Dipanggil Patrick Kluivert ke Timnas Indonesia?
-
Bukan Main, Ini Tarif Fotografer Pernikahan Angga Yunanda dan Shenina Cinnamon
-
Hormati Fotografer, Dedikasi Mereka Lebih Berharga dari Sekadar Minta Foto
-
Cedera Tak Ikut Latihan Timnas Indonesia, Jens Raven Jadi Fotografer Dadakan
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Borneo FC Ancam Persib, Koldo Obieta Ungkap Modal Pesut Etam Rebut Juara Super League!
-
Hossam Hassan, Legenda Mesir dengan Prestasi Mentereng yang Lampaui Mohamed Salah
-
Strategi Amir Ghalenoei, Boyong Timnas Iran Lebih Awal ke Amerika Serikat Sebelum Kick-Off
-
Thom Haye Sesumbar Jelang Persija vs Persib: Kami Datang untuk Menang dan Jadi Juara!
-
Luis de la Fuente Ungkap Kondisi Lamine Yamal, Spanyol Waswas Jelang Piala Dunia 2026
-
Lawan Persib di Samarinda, Mauricio Souza Sebut Persija Tak Diuntungkan
-
Panduan Lengkap Piala Dunia 2026: Format Baru 48 Tim, Jadwal, dan Pembagian Grup
-
Timnas Uzbekistan Mau Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026, Fabio Cannavaro Panggil 40 Pemain
-
Timnas Indonesia U-17 Bisa Segel Tiket ke Piala Dunia, Ini Hitung-hitungannya
-
Stadion Etihad Ganti Nama Jelang Manchester City vs Brentford, Kenapa?