Bola / Bola Indonesia
Senin, 05 Mei 2025 | 16:20 WIB
Elkan Baggott dikenal sebagai salah satu pilar pertahanan tangguh yang pernah dimiliki Timnas Indonesia. (Ig Elkan Baggott)

Suara.com - Elkan Baggott, bek muda andalan Timnas Indonesia, dikenal sebagai sosok yang kokoh di lini belakang dan memiliki semangat nasionalisme tinggi sejak resmi menjadi Warga Negara Indonesia pada 9 November 2021. Keputusannya memperkuat skuad Garuda bukan sekadar formalitas, tapi juga perwujudan kecintaannya terhadap tanah air leluhurnya.

Debutnya bersama tim senior terjadi pada laga persahabatan melawan Afghanistan di bulan yang sama. Saat itu, ia tampil penuh semangat, terlebih karena untuk pertama kalinya menyanyikan lagu kebangsaan "Indonesia Raya" di atas lapangan hijau sebagai pemain resmi Timnas. Momen tersebut menjadi titik awal kedekatannya dengan publik sepak bola Indonesia.

Namun, dari sekian banyak pertandingan yang telah dijalaninya, Elkan menilai bahwa laga menghadapi Irak di ajang Piala Asia 2023 Qatar adalah yang paling menantang dan menguras emosi.

Elkan Baggott. (instagram.com/@elkanbaggott)

Pertandingan yang digelar pada 15 Januari 2024 tersebut memiliki makna historis bagi sepak bola Indonesia. Setelah 17 tahun absen, Timnas akhirnya kembali berpartisipasi dalam turnamen level benua, dan Elkan menjadi bagian penting dari momentum tersebut.

"Nyanyi lagu kebangsaan membuat saya merinding—itu momen yang tak akan pernah saya lupakan," kenang Elkan Baggott.

Sayangnya, meski tampil sebagai starter, laga itu berakhir dengan kekalahan 1-3 untuk Indonesia. Elkan juga menerima kartu kuning cepat di menit kedua dan harus ditarik keluar pada menit ke-76.

Meski secara hasil tidak memuaskan, pengalaman itu justru meninggalkan kesan mendalam baginya. Ia mengaku belum pernah merasakan tekanan sebesar itu dalam karier profesionalnya, bahkan jika dibandingkan dengan pertandingan-pertandingan di level klub.

Menurut Elkan, laga tersebut lebih dari sekadar pertandingan sepak bola. Ia merasakan beban ekspektasi dari seluruh rakyat Indonesia di bahunya.

Rasa gugup yang luar biasa bercampur dengan kebanggaan membela negara membuat pertandingan itu terasa emosional. Dalam sebuah wawancara di kanal YouTube Sherbert Lemon, Elkan menyebut pertandingan tersebut sebagai laga paling penting dalam hidupnya.

Baca Juga: Elkan Baggott Berpeluang Comeback ke Timnas Indonesia, Kok Bisa?

Setelah Piala Asia 2023, Elkan belum kembali memperkuat Timnas Indonesia. Meski demikian, ia tetap aktif di level klub bersama Blackpool FC.

Elkan Baggott sebut bela timnas Indonesia menjadi momen terpenting dalam kariernya. (Instagram/@elkanbaggott)

Pengalamannya di Liga Inggris bersama tim-tim seperti Ipswich Town, Gillingham FC, dan Cheltenham Town telah membentuknya menjadi pemain yang lebih dewasa, baik secara teknis maupun mental.

Elkan adalah contoh nyata dari pemain diaspora yang memilih untuk pulang ke akar identitasnya dan memberi kontribusi nyata.

Meski belum kembali mengenakan jersey merah putih di ajang resmi sejak Piala Asia, semangat nasionalismenya tak pernah luntur. Ia terus mengasah kemampuan di luar negeri, menantikan momen untuk kembali mengabdi bagi Merah Putih.

Perjalanan Elkan mencerminkan tantangan yang sering dihadapi pemain muda dalam menjembatani identitas ganda—antara lahir dan besar di Inggris, namun memiliki darah dan hati yang terpaut pada Indonesia. Tekanan, kritik, bahkan kegagalan di lapangan adalah bagian dari proses yang membentuk mental juara.

Bagi banyak suporter, Elkan tetaplah sosok yang dinanti kehadirannya. Dedikasi dan ketulusannya dalam membela panji Indonesia menjadikannya figur penting dalam regenerasi pemain belakang tim nasional. Ke depan, publik sepak bola nasional tentu berharap ia segera kembali bergabung dan memperkuat lini pertahanan Garuda di ajang internasional berikutnya.

Load More