Suara.com - Elkan Baggott menjadi salah satu sosok penting di lini belakang Timnas Indonesia yang tak mudah dilupakan. Sejak memutuskan menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) pada 9 November 2021, pemain berdarah campuran Inggris-Indonesia ini langsung menunjukkan dedikasinya di lapangan hijau.
Ia cepat menyatu dengan skuad Garuda dan menjadi bagian dari perjalanan baru sepak bola Indonesia.
Debut Elkan di tim senior terjadi dalam laga uji coba menghadapi Afghanistan pada November 2021.
Momen itu sangat spesial baginya, bukan hanya karena penampilan perdananya, tetapi karena untuk pertama kalinya ia menyanyikan lagu kebangsaan "Indonesia Raya" di level internasional.
“Saat menyanyikan lagu kebangsaan, saya merinding. Itu adalah pengalaman yang tidak akan pernah saya lupakan,” ujar Elkan mengenang momen penuh haru tersebut dikutip dari kanal Youtube Sherbet Lemon.
Namun, dari sekian banyak laga yang telah dijalaninya, Elkan menilai pertandingan melawan Irak di ajang Piala Asia 2023 sebagai yang paling berkesan sekaligus paling berat dalam kariernya.
Laga penting itu berlangsung di Qatar pada 15 Januari 2024, menjadi penanda kembalinya Indonesia ke pentas Piala Asia setelah absen selama 17 tahun.
Elkan dipercaya sebagai starter oleh pelatih, namun hasil akhir tidak berpihak pada Garuda. Indonesia harus mengakui keunggulan Irak dengan skor 1-3.
Tantangan pribadi pun dihadapi Elkan dalam pertandingan tersebut. Ia menerima kartu kuning di menit kedua dan akhirnya digantikan di menit ke-76. Tekanan luar biasa dalam laga itu membuatnya mengakui bahwa itu adalah salah satu pengalaman paling menegangkan dalam hidupnya.
Baca Juga: Shin Tae-yong Puji Setinggi Langit Pemain yang Ingin Bongkar Borok PSSI
“Jujur, saya belum pernah merasa setegang itu sebelumnya. Suasananya luar biasa dan sangat menekan,” ungkap Elkan dalam wawancaranya di kanal YouTube Sherbert Lemon.
Baginya, pertandingan melawan Irak bukan sekadar laga sepak bola. Ia merasakan beban harapan besar dari seluruh rakyat Indonesia yang mendukung dari kejauhan. Menurutnya, ada makna kebangsaan yang dalam di balik pertandingan tersebut.
"Itu bukan hanya tentang hasil pertandingan, tapi tentang bangsa. Tentang kebanggaan membawa lambang Garuda di dada," kata Elkan.
Atmosfer pertandingan itu begitu kuat hingga membuatnya merasa belum pernah mengalami hal serupa, bahkan di level klub yang telah ia jalani di Inggris. Elkan mengakui bahwa laga tersebut adalah yang paling penting dalam hidupnya, lebih dari sekadar pencapaian karier.
Sejak tampil di Piala Asia 2023, Elkan memang belum kembali memperkuat Timnas Indonesia. Meski demikian, pemain kelahiran Thailand tersebut terus aktif bermain di kompetisi EFL League One bersama klubnya, Blackpool FC. Ia tetap menjaga performa dan terus menunjukkan perkembangan positif.
Sebelumnya, Elkan juga sempat memperkuat sejumlah klub Inggris seperti Ipswich Town, Gillingham FC, dan Cheltenham Town. Pengalaman bermain di berbagai klub itu membuatnya semakin matang sebagai pemain belakang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Luis de la Fuente Ungkap Kondisi Lamine Yamal, Spanyol Waswas Jelang Piala Dunia 2026
-
Lawan Persib di Samarinda, Mauricio Souza Sebut Persija Tak Diuntungkan
-
Panduan Lengkap Piala Dunia 2026: Format Baru 48 Tim, Jadwal, dan Pembagian Grup
-
Timnas Uzbekistan Mau Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026, Fabio Cannavaro Panggil 40 Pemain
-
Timnas Indonesia U-17 Bisa Segel Tiket ke Piala Dunia, Ini Hitung-hitungannya
-
Stadion Etihad Ganti Nama Jelang Manchester City vs Brentford, Kenapa?
-
Profil Timnas Swiss: Red Devils Bisa Jadi Mimpi Buruk di Piala Dunia 2026
-
Persib Tak Pernah Kalah dari Persija Selama 3 Tahun, Bojan Hodak Pede Menang di Samarinda
-
Jeremy Doku Bakal Tunjukkan Taring Generasi Baru Timnas Belgia Saat Hadapi Grup G Piala Dunia 2026
-
Laga Pembuka Piala Dunia 2026 AS vs Paraguay Masih Banyak Kursi Kosong, Minat Beli?