Suara.com - Final Liga Champions 2024/2025 yang berlangsung di Allianz Arena, Munich pada 31 Mei 2025 akan mempertemukan PSG vs Inter Milan.
PSG lolos ke final Liga Champions setelah menang agregat 3-1 atas Arsenal. Pada leg kedua babak semifinal, Kamis (8/5) dinihari WIB, anak asuh Luis Enrique itu menang 2-1 setelah di leg pertama menang 1-0 di Emirates Stadium.
Sementara Inter Milan melaju ke partai puncak Liga Champions setelah tundukkan Barcelona dengan kemenangan agregat 7-6.
Pada leg pertama babak semifinal, Inter menahan imbang Barcelona 3-3. Sementara di leg kedua, lewat pertandingan dramatis, anak asuh Simone Inzaghi itu menang 4-3.
Pertemuan PSG vs Inter Milan di final Liga Champions diprediksi akan berlangsung ketat dan menarik.
Bagi PSG ini untuk kali kedua sepanjang sejarah mereka lolos ke final Champions. Sebelumnya di musim 2019/2020, tim berjuluk Les Parisiens itu ke partai puncak.
Sayang di partai final, PSG ditundukkan oleh raksasa Bundesliga, Bayern Munich dengan skor 1-0.
Sementara bagi Inter Milan, final Liga Champions musim ini jadi yang ke-7 sepanjang sejarah mereka.
Dari 6 kali menembus partai final Liga Champions, Nerazzurri meraih 3 kali juara dan 3 kali menjadi runner up.
Baca Juga: Mikel Arteta Kesal dengan Kiper yang Bikin Emil Audero Bela Timnas Indonesia
Terakhir, Inter menembus ke final Champions pada musim 2022/2023. Inter Milan saat itu dikalahkan Manchester City dengan skor 0-1 di Atatürk Olympic Stadium, Istanbul.
Head to Head PSG vs Inter Milan
Bagi kedua tim, pertemuan pada 31 Mei 2025 di Munich bukan pertandingan pertama. Kedua tim sudah pernah bertemu sebelumnya.
Namun laga di Munich nanti jadi pertandingan pertama bagi kedua tim di ajang Liga Champions.
PSG dan Inter tercatat dua kali bertemu namun di partai uji coba. Pertama pada 2019, Inter menang adu penalti.
Lalu pada 2023 di laga uji coba pramusim, dan Inter kembali meraih kemenangan dengan skor 2-1 atas PSG.
Sementara jika menilik dari catatan PSG melawan klub Serie A Italia, Les Parisiens punya rekor tidak cukup baik.
Dari catatan Worldfootball, PSG 8 kali melawan klub Italia di semua kompetisi. Juventus jadi tim paling sering bertemu PSG.
PSG dan Juventus bertemu sebanyak 11 pertaningan. Dari 11 pertandingan, PSG kalah 7 kali dan hanya menang 2 kali.
Selain itu, PSG juga punya rekor buruk melawan tim tetangga Inter, AC Milan. Dari 6 kali pertemuan PSG dan AC Milan, Les Parisiens kalah 3 kali dan hanya menang 1 kali.
PSG hanya tak terkalahkan dari tim Italia yakni Napoli, Atalanta dan Bresica.
Sementara di sisi Inter, Nerazzurri tercatat 11 kali melawan klub Prancis.
Selain PSG, Inter pernah melawan Lyon, Marseille, Lille, AS Monaco, Saint-Étienne, Guingamp, FC Nantes, FC Sochaux, RC Lens hingga RC Strasbourg.
Dari 11 tim yang pernah di lawan Inter, dua tim paling sering dikalahkan yakni Lyon dan AS Monaco.
Inter tercatat 4 kali menang atas Lyon dan AS Monaco. Sedangkan tim Prancis yang sering kalahkan Inter ialah Marseille yakni 3 kali kekalahan.
PSG Singkirkan Arsenal
PSG menantang Inter Milan di final Liga Champions 2024/2025, setelah di babak semifinal singkirkan Arsenal, Kamis (8/5) dinihari WIB.
Pada leg kedua babak semifinal yang berlangsung di Paris, PSG menang dengan skor 2-1.
Dua gol kemenangan PSG dicetak oleh Fabian Ruiz dan Achraf Hakimi, sedangkan Arsenal sempat memperkecil ketertinggalan lewat Bukayo Saka.
PSG melaju ke partai final dengan agregat 3-1 atas Arsenal setelah pada leg pertama menang 1-0 di Stadion Emirates, pekan lalu.
Secara statistik pada pertandingan ini Arsenal sebenarnya lebih unggul dengan 55 persen penguasaan bola dan melepaskan 19 tendangan, namun PSG dapat tampil lebih efektif.
Arsenal mengambil inisiatif menyerang pada pertandingan ini dan langsung menciptakan peluang melalui sundulan Declan Rice yang masih melebar dari gawang PSG.
The Gunners kembali memberikan ancaman, kali ini melalui tendangan dari Gabriel Martinelli yang masih dapat diselamatkan oleh kiper PSG Gianluigi Donnarumma.
Meski sempat ditekan oleh Arsenal, PSG dapat unggul terlebih dahulu pada menit ke-27 melalui gol yang dicetak Fabian Ruiz setelah menyambar bola rebound sehingga skor berubah menjadi 1-0.
PSG memiliki peluang untuk menggandakan keunggulan melalui tendangan yang dilepaskan oleh Bradley Barcola, akan tetapi dapat digagalkan oleh kiper Arsenal David Raya.
Memasuki babak kedua, Arsenal kembali mengambil inisiatif dan memiliki peluang melalui tendangan Bukayo Saka, namun bola masih dapat ditepis Donnarumma sehingga hanya membuahkan sepak pojok untuk tim tamu.
PSG memiliki peluang emas untuk menggandakan keunggulan setelah mendapatkan hadiah tendangan penalti dari wasit karena Myles Lewis-Skelly melakukan handsball di kotak terlarang.
Vitinha yang maju sebagai algojo gagal menambah keunggulan untuk PSG setelah eksekusi tendangan penaltinya masih dapat ditebak dan ditepis oleh David Raya.
Meski gagal menambah keunggulan lewat titik putih, PSG mampu mengubah skor menjadi 2-0 setelah sodoran umpan Ousmane Dembele dapat dikonversi menjadi gol lewat tendangan Achraf Hakimi pada menit 72.
Walau tertinggal dua gol, Arsenal belum menyerah dan mampu memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2 setelah Saka berhasil mencetak gol seusai melewati Donnarumma pada menit 76.
Pada waktu yang tersisa, Arsenal terus berupaya untuk setidaknya menyamakan kedudukan, akan tetapi hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-1 untuk kemenangan PSG tetap bertahan.
PSG: Donnarumma; Hakimi, Marquinhos, Pacho, Mendes (G. Ramos 88'); Joao Neves, Vitinha, Ruiz; Barcola (Dembele 70), Doue (L.Hernandez 74'), Kvaratskhelia.
Arsenal: Raya; Timber (White 83'), Saliba, Kiwior, Lewis-Skelly (Calafiori 68'); Odegaard, Partey, Rice; Saka, Merino, Martinelli Trossard 69').
Berita Terkait
-
Mikel Arteta Kesal dengan Kiper yang Bikin Emil Audero Bela Timnas Indonesia
-
Selamat Datang PSG di Final Liga Champions! No Messi, No Mbbape Gak Masalah
-
PSG vs Inter Milan di Final Liga Champions: Rekor Buruk Arsenal
-
Arsenal Ketar-ketir, Penyerang Tajam PSG Sembuh dari Cedera
-
Yann Sommer: Pahlawan Datang dari Kesuksesan Inter Milan 'Kadali' MU
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Mau Gelar Scudetto, Haram Buat Pemain Inter Milan Salahkan Wasit Kalau Kalah
-
Demi Tiket Piala Dunia 2026, Gennaro Gattuso: Pemain Dilarang Lembek, Berjuang Mati-matian
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Naik, Malaysia Anjlok Drastis Usai Sanksi AFC
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Polemik Izin Kerja Memanas! Pihak Go Ahead Eagles Salahkan Dean James dan PSSI?
-
Maarten Paes Cs Gagal Kalahkan PSV, Oscar Garcia Sebut Ajax Kehilangan Jati Diri
-
Gagal Angkat Trofi Piala Liga Inggris, Mimpi Arsenal Juara Premier League Juga Terancam Hancur
-
Kepa Arrizabalaga Biang Kerok Kekalahan Arsenal dari Manchester City
-
Pemain Timnas Indonesia yang Malas Wajib Was-was! Steven Vitoria Bongkar Sisi Keras John Herdman
-
Siapa Andrej Kostolansky? Pelatih Kiper Timnas Indonesia yang Bakal Dampingi John Herdman