Suara.com - Kiper Yann Sommer menjadi pahlawan penting dalam kelolosan Inter Milan ke final Liga Champions 2024/2025.
Pasukan Nerrazuri menang 4-3 atas Barcelona dalam leg kedua semifinal di Stadion Giuseppe Meazza, Milan, Rabu (7/5/2025) dini hari WIB.
Mereka unggul agregat 7-6 setelah dalam pertemuan pertama di Spanyol kedua tim sama-sama bermain imbang 3-3.
Meski harus kebobolan tiga gol di leg kedua, namun performa kiper berusia 36 tahun tersebut cukup ciamik di bawah mistar gawang.
Sommer salah satunya melakukan penyelamatan krusial pada menit ke-114 dengan menepis tembakan melengkung Yamal hanya dengan sentuhan ujung jari.
Sepanjang pertandingan, kiper asal Swiss itu menggagalkan sejumlah peluang emas yang diciptakan lini serang Barcelona
Refleks cepat dan posisi yang selalu tepat membuat Sommer sulit ditembus meski Barcelona tampil menekan sejak awal laga.
Atas penampilan gemilang, Sommer pun dinobatkan sebagai pemain terbaik atau MOTM dalam laga tersebut.
"Tim melakukan sesuatu yang luar biasa malam ini. Penyelamatan terakhir dari Lamine adalah yang paling spesial. Dia pemain hebat yang selalu mencoba menusuk dan menembak," kata Sommer dikutip dari Sky Italia dan dinukil ANTARA.
Baca Juga: Inter Milan Sepakat, Hentikan Lamine Yamal Jadi Kunci Bungkam Barcelona
"Saya sangat senang bola itu tidak masuk. Pertandingan ini menunjukkan kami percaya sampai akhir," tambahnya.
Uniknya, Inter Milan mendatangkan Yann Sommer dua tahun silam dari Bayern Muenchen dengan harga yang cukup murah 6 juta Euro.
Ya harga itu bisa dikatakan murah. Sebab saat itu Inter Milan sukses 'kadali' Manchester United (MU) yang rela membayar mahal 51 juta Euro ditambah bonus empat juta euro untuk memboyong kiper Andre Onana.
Berbeda dengan performa Sommer, Onana justru mendapat sorotan tajam usai tampil buruk bahkan tak sesuai ekspektasi sebagai kiper mahal.
Banjir Gol
Inter sebelumnya sempat dua kali membuang keunggulan di leg pertama yang berakhir 3-3 di Camp Nou. Di San Siro, Lautaro Martinez dan Hakan Calhanoglu membawa Inter unggul lebih dulu sebelum Eric García dan Dani Olmo menyamakan skor.
Raphinha sempat membuat Barcelona memimpin untuk pertama kalinya di menit ke-87, namun Acerbi membawa pertandingan ke babak tambahan. Gol Frattesi di perpanjangan waktu akhirnya memastikan kemenangan bagi Inter.
Pelatih Simone Inzaghi memuji Barcelona sebagai lawan yang sangat tangguh dan menyebut perjuangan Inter selama dua leg sebagai kunci keberhasilan.
"Kita harus memuji Barcelona juga karena mereka adalah lawan yang sangat kuat," ujar Inzaghi.
"Butuh Inter yang luar biasa untuk bisa mencapai final. Saya sangat bangga dan senang menjadi pelatih mereka. Mereka memberikan segalanya di lapangan. Mereka pantas merayakan kesuksesan ini di stadion ini bersama para fans yang luar biasa."
Inzaghi menambahkan bahwa kondisi skuadnya tidak ideal menjelang laga ini, dengan Lautaro, Denzel Dumfries, dan Marcus Thuram baru pulih dari cedera, sementara Frattesi bahkan tidak berlatih sehari sebelumnya.
"Mereka tidak dalam kondisi 100 persen, jadi kami harus mengandalkan hati untuk melewati setiap rintangan," tambah dia.
Kemenangan ini membawa Inter ke final Liga Champions kedua dalam tiga tahun terakhir. Mereka akan menghadapi pemenang antara Arsenal dan Paris Saint-Germain di final yang digelar di Munich pada 31 Mei.
Inzaghi menegaskan bahwa timnya telah menunjukkan kemajuan signifikan dibandingkan final dua tahun lalu saat mereka kalah dari Manchester City.
"Kami sudah berkembang dalam dua tahun terakhir. Yang terpenting adalah perjalanan musim ini. Setelah mengalahkan Bayern Munich dan Barcelona, siapa pun lawannya di final nanti, itu pasti akan menjadi pertandingan yang hebat," tutup Inzaghi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- Baru! Viva Moisturizer Gel Hadir dengan Tekstur Ringan dan Harga Rp30 Ribuan
- 6 Tablet Murah dengan Kamera Jernih, Ideal untuk Rapat dan Kelas Online
- 5 HP Infinix Terbaru dengan Performa Tinggi di 2026, Cek Bocoran Spefikasinya
Pilihan
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
-
Cibinong Mencekam! Angin Kencang Hantam Stadion Pakansari Hingga Atap Rusak Parah
-
Detik-Detik Mengerikan! Pengunjung Nekat Bakar Toko Emas di Makassar
-
Lika-liku Reaktivasi PBI JK di Jogja, Antre dari Pagi hingga Tutup Lapak Jualan demi Obat Stroke
Terkini
-
Kutuk Keras Pengeroyokan Wasit di Rembang, Exco PSSI Desak PSIR Didiskualifikasi
-
Kasus Hukum Eks Arsenal Thomas Partey Kian Berat, Dakwaan Pemerkosaan Bertambah Jadi Tujuh
-
Diego Simeone Butuh Pemain Berpengalaman, Bek Manchester City Jadi Target Panas Atletico
-
Kacau! Arda Guler Korban Bully di Ruang Ganti Real Madrid, Terduga Pelaku Pemain Senior
-
Aksi Brutal Pemain Keturunan Nias Bikin Legenda Liverpool Ngamuk: Harusnya Kartu Merah!
-
Napoli Renovasi Stadion Diego Maradona: Lintas Atletik Dibongkar, Telan Dana Rp3,5 T
-
Jelang Pisa vs Milan, Massimiliano Allegri Ogah Pikirkan Perebutan Scudetto
-
Taktik Cerdas Real Madrid Tambah Pundi-pundi Uang, Jual Pemain Muda Raup Untung Rp220 M
-
Kai Havertz Cedera Lagi! Arsenal Terancam Dikudeta dari Puncak Klasemen?
-
Ucap Inggris Dijajah Imigran, Pemilik Manchester United Terancam Sanksi Berat