Suara.com - Timnas Indonesia mendapatkan kerugian besar jelang melawan China karena tidak akan mendapatkan dukungan penuh dari suporter di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta.
Timnas Indonesia akan menjamu China dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta bakal jadi venue anak asuh Patrick Kluivert melawan Team Dragons.
Akan tetapi, skuad Garuda mendapatkan kerugian jelang lawan China.
Skuad Merah Putih dipastikan tidak akan mendapatkan dukungan penuh dari suporter di Stadion GBK.
Penyebabnya adalah karena sanksi yang diterima PSSI baru-baru ini dari FIFA.
Nah, FIFA menjatuhkan dua sanksi keada PSSI untuk membayar denda sebesar Rp400 juta lebih.
Kemudian jumlah penonton di Stadion GBK bakal dikurangi sekitar 15 persen ketika timnas Indonesia melawan China pada 5 Juni 2025 mendatang.
Hukuman tersebut menjadi kerugian bagi skuad Garuda karena tidak akan mendapatkan dukungan penuh.
Baca Juga: Publik Belanda: Timnas Indonesia vs Malaysia Seperti Jepang vs Korea Selatan
Kehilangan 15 persen tentu akan berasa dalam penjualan tiket serta atmosfer seram di Stadion GBK.
Adapun hukuman itu terjadi karena suporter timnas Indonesia dianggap melakukan pelanggaran terhadap Bahrain.
Dilansir dari akun @highlightimnas, suporter tim Merah Putih menyanyikan lagu anak yang populer di era 80 an yang berjudul ‘Heli Guk Guk Guk’.
Namun pada bagian Reff lagu tersebut, kata ‘Heli’ diganti menjadi ‘Bahrain’ dan kata ‘Guk Guk Guk’ diganti menjadi ‘Anjing’.
"Keputusan FIFA, PSSI harus bertanggung jawab atas perilaku diskriminatif suporter pada saat pertandingan Indonesia lawan Bahrain yang dimainkan 25 Maret 2025. Di sana FIFA juga kirim laporan, jadi ada monitoring sistem mereka anti-diskriminasi, sebagai laporan mereka," ujar Arya.
"Berdasarkan laporan tersebut, FIFA menyatakan suporter Indonesia paling aktif di tribun utara dan selatan. Peristiwa terjadi di sektor 19, disebabkan suporter Indonesia pada menit ke-80 sekitar hampir 200 suporter tuan rumah teriakkan slogan xenophobia "Bahrain bla...bla...bla..."," tambahnya.
Berita Terkait
-
Wonderkid 21 Tahun Minat Gabung Timnas Indonesia U-23, Sudah Tembus Skuad Utama di Klubnya
-
Orang di Luar Lingkaran PSSI Ini Peringatkan Fanatisme Suporter Timnas Indonesia Jadi Ancaman
-
Pesan Anak Kesayangan STY ke Patrick Kluivert: Saya akan Buktikan!
-
Ini Nyanyian Suporter Garuda Hina Bahrain yang Bikin Timnas Indonesia Dihukum FIFA
-
Cerita Mees Hilgers yang Awalnya Seorang Playmaker
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Laporan CrowdStrike 2026: AI Kini Menjadi Senjata Utama Pelaku Siber
-
Crunchyroll Dapat Hak Distribusi Internasional Film Baru Makoto Shinkai
-
Dibintangi Margaret Qualley, Remake Film Possession Tayang Juni 2027
-
BRI Poso Bersama Kejari Tuntaskan Kendala Administrasi Kredit ASN
-
Hafalan Surah Ad-Dhuha Jadi Gimmick Promosi Miras, Polisi Diminta Usut Dugaan Penistaan Agama
-
17 Rekomendasi Doorprize Malam Puncak 17 Agustus yang Memuaskan
-
Apakah 18 Agustus 2026 Cuti Bersama? Cek SKB 3 Menteri dan Pengumuman Pemerintah
-
Khali the Killer Malam Ini di Trans TV: Dilema Pembunuh Bayaran demi Biaya Berobat Nenek
-
Demutualisasi Siap Dilakukan, Bos BEI Sudah Punya Calon Investor Mau Caplok Saham Bursa
-
Kota Serang Darurat Tenaga Pengajar, Puluhan SD dan SMP Kekurangan 300 Guru