Hukuman serupa juga ia terima setelah pertandingan melawan Persis Solo, yang menyebabkan ia tidak bisa mendampingi tim ketika menghadapi PSBS Biak pada pekan ke-23.
Akibat kartu merah saat menjamu Semen Padang, Munster dipastikan tidak akan berada di sisi lapangan saat Persebaya melawat ke markas Borneo FC pada pekan ke-33, Minggu (18/5/2025) di Stadion Segiri, Samarinda.
Secara performa, Persebaya Surabaya menjalani musim yang penuh dinamika. Di paruh pertama musim, mereka tampil meyakinkan dengan 11 kemenangan, empat hasil imbang, dan hanya dua kali kalah.
Catatan itu membawa tim asal Kota Pahlawan ke posisi kedua klasemen dengan koleksi 37 poin.
Namun, penurunan performa terjadi pada paruh kedua musim. Dari 15 pertandingan, Persebaya hanya menang empat kali, imbang enam kali, dan menelan lima kekalahan.
Tren tersebut menempatkan mereka di posisi ketiga klasemen sementara, meskipun performa kurang konsisten menjadi sorotan para pendukung.
Kondisi ini semakin kompleks dengan absennya sang pelatih kepala dalam beberapa laga krusial.
Absennya Munster berpotensi memengaruhi motivasi dan strategi tim, terlebih dalam fase akhir kompetisi yang semakin menentukan.
Dalam konteks kompetisi BRI Liga 1 musim ini, konsistensi dan kedisiplinan menjadi kunci utama bagi klub-klub papan atas untuk mengamankan posisi.
Baca Juga: Pelatih Persik Kediri Tanggapi soal Pelemparan Batu di Kanjuruhan, Trauma?
Persebaya harus segera memperbaiki performa sekaligus menjaga stabilitas di sisi manajerial dan teknis agar tetap bersaing di jalur juara.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Hansi Flick Terpaksa Biarkan Lamine Yamal Kibarkan Bendera Palestina: Saya Nggak Suka!
-
Stadion Lukas Enembe Ditutup Sementara Pascakerusuhan
-
Fabio Lefundes Simpan Rahasia Taktik Borneo FC dalam Persaingan Juara BRI Super League
-
Hansi Flick Buka Suara usai Lamine Yamal Kibarkan Bendera Palestina
-
Iker Casillas Tolak Jose Mourinho Kembali Latih Real Madrid
-
Wayne Rooney Sebut Viktor Gyokeres Jadi Faktor Penting Arsenal dalam Perburuan Gelar Ganda
-
Inter Milan vs Lazio: Chivu Ingatkan Ancaman Balas Dendam di Final Coppa Italia
-
Kecerobohan Bento Hancurkan Mimpi Juara Al Nassr Hingga Ronaldo Tertunduk Lesu di Bench
-
Jose Mourinho Buka Suara soal Rumor ke Real Madrid, Masa Depannya di Benfica Belum Diputuskan
-
Buntut Pukul Pemain Timnas Indonesia U-17, Pilar Qatar Dijatuhi Sanksi Berat oleh AFC