- Mundo Deportivo merilis laporan investigasi mengenai 100 pertandingan Liga Spanyol periode 2001–2006 yang merugikan Barcelona.
- Laporan tersebut menyoroti keputusan wasit kontroversial merugikan Barcelona ketika Negreira menjabat di Komite Wasit Spanyol.
- Publikasi ini bertujuan melawan narasi yang mendelegitimasi era sukses Barcelona terkait skandal Negreira yang masih berjalan.
Suara.com - Sebuah laporan investigatif panjang yang dirilis harian olahraga Spanyol Mundo Deportivo kembali memanaskan soal skandal Negreira di Liga Spanyol.
Dalam laporan tersebut, media Spanyol itu merinci 100 pertandingan sepanjang 2001–2006 yang diklaim sarat keputusan wasit merugikan Barcelona dan untungkan Real Madrid.
Laporan ini terbit di tengah proses hukum kasus Negreira yang masih berjalan, di mana sejumlah mantan presiden FC Barcelona membantah keras tuduhan bahwa klub berupaya memengaruhi keputusan wasit melalui pembayaran jasa konsultasi arbitrase senilai 8,4 juta euro pada periode 2001–2018.
Mundo Deportivo menegaskan bahwa sepanjang José María Enríquez Negreira menjabat Wakil Ketua Komite Wasit Spanyol (CTA), Barcelona justru berkali-kali dirugikan oleh kesalahan wasit, termasuk keputusan yang dinilai sangat mencolok.
Beberapa contoh kontroversial yang diangkat dalam laporan edisi pertama (2001–2006) antara lain:
Gol Rivaldo dianulir secara keliru di Santiago Bernabéu (2001), yang menggagalkan hat-trick sang pemain dan peluang Barcelona memangkas jarak poin.
Aksi agresif Zinedine Zidane terhadap Luis Enrique dalam El Clasico 2002/03 yang luput dari hukuman kartu merah.
Cedera serius César Jiménez akibat tekel keras Luis Figo (2005) yang bahkan tidak berbuah kartu.
Gol “hantu” Orbaiz untuk Athletic Bilbao (2005) yang jelas melewati garis gawang Real Madrid namun tidak disahkan.
Baca Juga: Bahasa Tubuh Tak Bisa Berbohong, Xabi Alonso Cemas Masa Depannya di Real Madrid Kian Suram
Penalti kontroversial Marchena kepada Raúl (2004) yang disebut media Madrid sebagai “ushiro nage” ala judo.
Menurut laporan tersebut, kesalahan-kesalahan ini tidak hanya berdampak langsung pada hasil pertandingan.
Namun, juga berpengaruh pada peta persaingan gelar LaLiga, termasuk musim-musim di mana Real Madrid akhirnya keluar sebagai juara dengan selisih poin tipis.
Mundo Deportivo menyebut bahwa opini publik yang berkembang saat ini cenderung berupaya mendelegitimasi era keemasan Barcelona, yang dikenal sebagai salah satu periode paling sukses dan atraktif dalam sejarah sepak bola modern.
Media asal Catalunya itu menilai, narasi pengaruh wasit digunakan secara retrospektif untuk mereduksi prestasi Barcelona, sekaligus menyematkan niat buruk yang hingga kini belum terbukti di pengadilan.
“Tanpa perlu menggali terlalu dalam, sudah ditemukan 100 laga dengan keputusan keliru yang merugikan Barça atau menguntungkan rival utamanya,” tulis laporan tersebut.
Laporan ini merupakan bagian pertama dari tiga seri, dengan edisi lanjutan mencakup periode 2007–2012 dan 2013–2018.
Seri berikutnya disebut akan memuat insiden-insiden kontroversial lain, termasuk duel era Messi–Ronaldo, penalti yang tak diberikan, hingga gol sah yang dianulir.
Kontributor: Azka Putra
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
Pilihan
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
Terkini
-
Ratchaburi vs Persib, Bojan Hodak Akui Ngeri
-
NGERI! Fisik Pemain Cape Verde, Calon Lawan Timnas Indonesia FIFA Series 2026
-
Harry Kane akan Kaya Raya jika Terima Tawaran Klub Arab Saudi, Gaji Dua Kali Bayern Munich
-
Bobotoh Bersuara: Away Day ke Thailand, Fans Harap Persib Bawa Pulang Kemenangan
-
Jelang Duel ACL 2: Pelatih Ratchaburi Waspadai Persib, Bojan Hodak Balas dengan Kabar Baik
-
Valuasi Inter Miami Tembus Rp23,4 Triliun, Geser LAFC dari Puncak MLS
-
Agenda Menggunung di 2026, PSSI Siapkan Strategi Khusus untuk Timnas Indonesia
-
Timnas Indonesia Diajak Uji Coba Lawan Peserta Piala Dunia 2026, Ini Bocorannya!
-
Bawa Como 1907 Singkirkan Napoli, Berapa Bos Djarum Bayar Gaji Cesc Fabregas?
-
3 Alasan Wonderkid PSV Sebas Ditmer Layak Jadi Rebutan Timnas Indonesia