Suara.com - Berikut 10 pemain keturunan yang bisa dinaturalisasi Timnas Indonesia demi meraih asa menembus Olimpiade 2028 Los Angeles.
Sebagaimana diketahui, Timnas Indonesia tak pernah kehabisan pemain keturunan di luar negeri yang bisa dinaturalisasi guna membawa prestasi bagi Tanah Air.
Tak para pemain keturunan untuk tim senior saja, ada pula para pemain keturunan yang bisa dipinang oleh tim Merah Putih untuk bermain di level kelompok umur.
Salah satunya adalah untuk Timnas Indonesia U-23 yang akan bertarung di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026 yang akan dibebankan target lolos ke Olimpiade 2028.
Sejatinya Timnas Indonesia U-23 nyaris menembus panggung Olimpiade pada 2024 lalu. Sayangnya, tim besutan Shin Tae-yong kala itu takluk di Playoff dari Guinea U-23.
Karena nyaris lolos, PSSI pun mematok target untuk Timnas Indonesia U-23 lolos ke Olimpiade 2028 dengan berprestasi di Piala Asia U-23 2026.
Guna mencapai target itu, Timnas Indonesia U-23 yang kini ditukangi Gerald Vanenburg bisa melirik 10 pemain keturunan untuk menembus Olimpiade 2028. Siapa saja mereka?
1. Miliano Jonathans (FC Utrecht)
Miliano Jonathans merupakan winger muda milik FC Utrecht yang memiliki darah Indonesia, tepatnya dari Depok, Jawa Barat.
Baca Juga: Nasib Negara Asia Tenggara saat Dipimpin Rustam Lutfullin, Terbantai dengan Skor 11-0
Karena punya darah keturunan, winger berusia 21 tahun itu bisa dinaturalisasi dan menambah daya gedor Timnas Indonesia U-23.
2. Kayne van Oevelen (FC Volendam)
Di sektor penjaga gawang, Timnas Indonesia U-23 bisa melirik Kayne van Oevelen dari FC Volendam karena dirinya keturunan Blijvers.
Dengan posturnya yang mencapai 199 cm itu, Van Oevelen bisa menjadi andalan di bawah mistar saat bertarung di Piala Asia U-23 2026.
3. Mauro Zijlstra (FC Volendam)
Selain Van Oevelen, FC Volendam punya pemain keturunan lainnya, yakni Mauro Zijlstra, yang memiliki darah Bandung, Jawa Barat.
Mauro Zijlstra sendiri sudah mengirimkan dokumen naturalisasi, sehingga proses naturalisasinya tinggal menunggu waktu saja.
4. Reno Munz (Bayer Leverkusen)
Timnas Indonesia U-23 juga bisa memperkuat lini pertahanannya dengan menaturalisasi bek muda Bayer Leverkusen, Reno Munz.
Meski tak memiliki darah Indonesia, Reno Munz bisa dinaturalisasi karena dirinya sendiri lahir di Jakarta pada 2005 silam.
5. Julian Oerip (AZ Alkmaar)
Untuk mengisi pos gelandang serang dan menjadi pesaing Marselino Ferdinan, Timnas Indonesia U-23 juga bisa melirik pemain keturunan Surabaya, Julian Oerip.
Di usia yang baru 18 tahun, Julian Oerip sudah menjadi andalan Jong AZ di kasta kedua Belanda dan diproyeksikan akan jadi penerus Tijjani Reijnders di AZ Alkmaar.
6. Delano van der Heijden (Feyenoord)
Julian Oerip bisa dipasangkan dengan gelandang keturunan yang membela Feyenoord, yakni Delano van der Heijden.
Pemain keturunan Maluku bisa menjadi duet Julian Oerip di pos gelandang serang atau ditarik menjadi gelandang tengah untuk Timnas Indonesia U-23.
7. Sep van der Heijden (Vitesse Arnhem)
Untuk pos bek tengah, Timnas Indonesia U-23 bisa melirik nama Sep van der Heijden yang saat ini tercatat bermain di Vitesse Arnhem.
Pemain berusia 20 tahun itu punya postur mumpuni, yakni 187 cm, dan bisa menjadi palang pintu pertahanan Timnas Indonesia U-23.
8. Mike Kleijn (Sparta Rotterdam)
Untuk pos bek kiri, Timnas Indonesia U-23 bakal punya penerus Calvin Verdonk pada Fullback milik Sparta Rotterdam, yakni Mike Kleijn.
Pemain berusia 20 tahun itu memiliki darah Indonesia dari sang nenek yang berasal dari Surabaya, sehingga dirinya bisa dinaturalisasi.
9. Ethan Kohler (Werder Bremen)
Untuk pos gelandang bertahan, Timnas Indonesia U-23 bisa melirik penggawa Werder Bremen, yakni Ethan Kohler, yang baru berusia 19 tahun.
Selain bisa dipasang sebagai gelandang bertahan, pemain keturunan Bali ini juga bisa dipasang sebagai bek tengah.
10. Dani van den Heuvel (Club Brugge)
Andai gagal menaturalisasi Kayne van Oevelen, Timnas Indonesia U-23 tak perlu panik dan bisa melirik Dani van den Heuvel dari Club Brugge.
Pemain berusia 21 tahun ini bisa dinaturalisasi karena memiliki darah Indonesia dari sang nenek yang lahir di Surabaya.
(Felix Indra Jaya)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
Pilihan
-
Terungkap! Begini Cara CIA Melacak dan Mengetahui Posisi Ayatollah Ali Khamenei
-
Iran Klaim Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln Pakai 4 Rudal, 3 Tentara AS Tewas
-
BREAKING: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel
-
Iran Kibarkan Bendera Merah di Masjid Jamkaran Usai Kematian Khamenei, Simbol Janji Balas Dendam
-
Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?
Terkini
-
Dibuang Ruben Amorim, Andre Onana Kini Berhasrat Kembali dan Rebut Posisi Kiper Utama MU
-
Respons Michael Carrick Usai Bawa Man United Comeback dan Tembus Tiga Besar Liga Inggris
-
Emil Audero Kebobolan Dua Gol di Menit Akhir, Cremonese Tumbang dari AC Milan
-
Jay Idzes Cs Sukses Bikin Sejarah Usai Kalahkan Wakil Italia di Liga Champions
-
Jay Idzes Bermain Penuh, Sassuolo Bungkam Satu-satunya Wakil Italia di Liga Champions
-
Pengakuan Maarten Paes: Gabung Timnas Indonesia Jadi Kunci Perkembangan Karier
-
Libas Crystal Palace 2-1, King MU Naik ke Posisi Ketiga Klasemen Liga Inggris
-
Nyaris Blunder, Maarten Paes Sukses Tebus Kesalahan dan Catat Nirbobol Perdana di Ajax
-
Maarten Paes Kembali Tampil bersama Ajax Amsterdam, Cetak 'Clean Sheet' Perdana
-
Bernardo Tavares Samakan Persib Bandung dengan Johor Darul Takzim