Suara.com - Kapten Timnas Indonesia Jay Idzes minta maaf tidak bisa bermain di laga terakhir. Venezia menghadapi situasi genting menjelang akhir musim Serie A 2024/2025.
Kekalahan telak 0-3 dari Cagliari pada pertandingan akhir pekan lalu membuat klub asal Venesia itu kini semakin dekat dengan jurang degradasi.
Saat ini, tim berjuluk I Lagunari itu duduk di posisi ke-19 klasemen sementara, zona merah yang menandakan bahaya besar bagi keberlangsungan mereka di kasta tertinggi sepak bola Italia.
Kondisi tersebut menjadi tamparan keras bagi skuad asuhan Eusebio Di Francesco, yang sebelumnya masih menyimpan harapan bertahan di Serie A.
Kekalahan ini tidak hanya berdampak secara matematis, tetapi juga secara psikologis, karena menurunkan moral tim menjelang laga hidup-mati yang tersisa.
Masih ada peluang bagi Venezia untuk selamat, namun skenarionya tidak mudah.
Tim harus mengalahkan raksasa Italia, Juventus, dalam pertandingan terakhir musim ini. Kemenangan saja tidak cukup.
Venezia juga harus berharap dua rival mereka, Lecce dan Empoli, gagal meraih kemenangan dari lawan-lawannya masing-masing.
Hanya kombinasi hasil inilah yang bisa menyelamatkan Venezia dari degradasi.
Baca Juga: Rahasia Teknik Ricky Kambuaya, Pantas Jadi Kesayangan STY dan Kluivert di Timnas Indonesia
Dalam suasana penuh tekanan ini, Jay Idzes, bek andalan sekaligus kapten Timnas Indonesia yang bermain untuk Venezia, menyampaikan pesan menyentuh melalui akun media sosialnya.
Ia menunjukkan sikap positif dan tetap mendukung rekan-rekannya, meski dirinya tak bisa turun ke lapangan dalam laga terakhir.
Absennya Jay disebabkan akumulasi kartu kuning yang membuatnya harus menjalani sanksi larangan bermain.
"Hasil yang sangat mengecewakan. Sekarang kami masih memiliki kesempatan terakhir pada Minggu. Saya tidak bisa bermain tetapi saya akan mendukung dari tribune. Tidak peduli sekecil apapun kesempatannya, itu tetap mungkin terjadi. Kami tidak pernah berhenti percaya!" tulis Jay Idzes di Instagram pribadinya, dikutip Selasa (20/5/2025).
Dalam unggahannya, Jay menegaskan bahwa ia tetap akan hadir memberikan dukungan dari tribune.
Meski tidak bisa berkontribusi secara langsung, ia ingin memberikan semangat kepada timnya yang sedang berada dalam situasi genting.
Pemain berdarah Belanda-Indonesia itu menekankan pentingnya menjaga keyakinan, betapapun kecil peluang yang tersisa.
Situasi yang dihadapi Venezia ini tidak hanya menjadi perhatian publik Italia, tetapi juga menarik perhatian fans sepak bola di Indonesia.
Pasalnya, Jay Idzes menjadi salah satu pemain diaspora yang diharapkan bisa memberikan kontribusi besar untuk Timnas Indonesia di masa depan.
Penampilannya yang solid bersama Venezia musim ini juga mendapat sorotan positif, menjadikannya sebagai salah satu pemain yang berkembang pesat di level Eropa.
Laga penentuan kontra Juventus dijadwalkan berlangsung pada Senin (26/5).
Laga tersebut diprediksi akan menjadi pertandingan yang penuh tekanan, terutama bagi Venezia yang nasibnya kini tidak sepenuhnya berada di tangan mereka sendiri.
Juventus, meski sudah aman di posisi papan atas, tetap menjadi lawan tangguh yang sulit ditaklukkan.
Venezia pernah menciptakan keajaiban pada musim sebelumnya saat berhasil promosi ke Serie A setelah perjuangan panjang di Serie B.
Kini, mereka kembali dihadapkan pada tantangan besar. Jika skenario buruk terjadi dan Venezia kembali terdegradasi ke Serie B, maka itu akan menjadi momen evaluasi besar bagi klub yang memiliki sejarah panjang di sepak bola Italia tersebut.
Dengan masa depan yang belum pasti, laga kontra Juventus bisa menjadi penentu arah perjalanan klub untuk musim berikutnya. Fans setia I Lagunari berharap keajaiban bisa terjadi di menit-menit terakhir musim ini.
Perjuangan belum berakhir, dan selama peluang masih ada, perjuangan pun tetap menyala.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Lille Menang, Calvin Verdonk Justru Bongkar Masalah Timnya
-
Main di Posisi Baru, Dion Markx Tetap Percaya Diri Saat Debut Bersama Persib Bandung
-
Jordi Amat Waspadai Kekuatan Malut United di Kandang
-
Kelelahan, Persija Jakarta Tak Persiapan Khusus Jelang Lawan Malut United
-
Kondisi Persib Bandung Bikin Arsitek Persija Jakarta Prihatin, Ada Apa?
-
Batal ke Timnas Indonesia, Jesus Casas Resmi Latih Raksasa Singapura
-
Bungkam Kritik, Nathan Tjoe-A-On Bangkit dan Jaga Asa Willem II Promosi ke Eredivisie
-
Begini Keseharian Wonderkid MU Amir Ibragimov, Penghafal Alquran di Bulan Ramadan
-
Arne Slot Pastikan Cedera Florian Wirtz Tidak Serius
-
Joey Pelupessy Kepergok Balik ke Eredivisie Belanda, Tak Jadi ke Persib?