Suara.com - Pemain Keturunan Indonesia, Julian Oerip akan tampil membela Belanda di ajang Euro U-19 pada 13-26 Juni 2025 di Rumania.
Julian Oerip jadi pemain keturunan Indonesia yang dipastikan akan bela Belanda di Euro U-19 2025.
Pelatih tim U-19 Belanda, Peter van der Veen pada Maret 2025 resmi mengumumkan pemain yan akan ia bawa ke Rumania.
Julian Oerip jadi pemain AZ Alkmaar yang terpilih. Selain Oerip, lima pemain AZ lainnya juga dipilih oleh van der Veen.
AZ menjadi klub terbanyak yang menyumbang pemain di tim U-19 Belanda. Selain dari AZ, van der Veen juga memilih pemain dari Ajax, Feyenoord dan Sparta Rotterdam.
Julian Oerip Cs akan melakoni laga perdana Euro U-19 2025 grup B dengan melawan Jerman pada 14 Juni 2025.
Setelah melawan Jerman, Belanda U-19 akan menantang Norwegia pada 17 Juni.
Di partai terakhir, Julian Oerip dkk akan melawan Inggris pada 20 Juni 2025.
Julian Oerip Dinaturalisasi?
Baca Juga: Dua Tahun Terabaikan, Kini Stefano Lilipaly Kembali Dipanggil Masuk Timnas Indonesia
Julian Oerip terbilang pemain keturunan Indonesia yang memiliki potensi besar sebagai wonderkid. Pemain AZ itu punya skill dan kemampuan bagus di lapangan hijau.
Maka tak heran jika sejak 2023, nama Julian Oerip santer disuarakan netizen di platform sosial media untuk dinaturalisasi oleh PSSI.
Julian sejatinya punya peluang untuk jadi WNI dan membela Timnas Indonesia.
Julian Oerip belum pernah membela tim senior Belanda, dan tidak kalah penting, Oerip memiliki garis keturunan Indonesia.
Dilansir dari berbagai sumber, pemain yang berposisi sebagai gelandang serang ini memiliki darah keturunan Indonesia yang berasal dari Surabaya, Jawa Timur.
Selain itu, sosok Alex Pastoor boleh dibilang bisa sebagai faktor penentu. Hal ini lantaran Pastoor dan AZ ternyata pernah membela klub yang sama.
Sebelum bersinar bersama AZ, Oerip mengawal karier sepak bolanya di klub Alkmaarse Football Club '34 (AFC'34), sebuah klub kecil yang berbasis di Alkmaar.
Ia menimba ilmu sepak bola di AFC 34 hingga 2017 sebelum akhirnya direkrut oleh AZ. Menariknya, Pastoor pun sempat berkarier di klub yang sama.
Jika Oerip menimba ilmu sepak bola, Pastoor pada 2002 melatih klub AFC 34. Pastoor melatih klub itu sampai 2005.
Meski tak langsung melatih Oerip, Pastoor tentu memiliki data perkembangan pemain AZ itu sedari usia dini hingga saat ini menjadi salah satu wonderkid di Belanda.
Faktor ini mungkin bisa jadi penentu apakah Julian Oerip bersedia menjadi WNI dan membela Timnas Indonesia, dilatih langsung oleh Pastoor dan Patrick Kluivert.
Sebagai pemain muda, Oerip cukup layak untuk diancungi jempol. Tidak hanya soal skill dan kemampuannya bermain di lapangan namun juga soal kedewasaannya sebagai pesepak bola.
Salah satu hal positif dari Oerip ialah pemikirannya soal pendidikan. Bagi Oerip, meski sebagai pesepak bola dan ia sangat profesional menggelutinya, pendidikan tetap nomor satu.
Di sebuah wawancara dengan media Belanda, Noordhollands Dagblad beberapa tahun lalu, Oerip mengaku meski sepak bola sedikit mengganggu pendidikannya, namun ia punya ambisi untuk bisa mendapat gelar diploma.
"Terkadang saya absen di pelatihan tambahan misalnya atau sekedar menonton sepak bola. Sayang sekali memang," kata Julian Oerip.
"Tapi saya memiliki gambaran lebih luas. Jika saya mendapat gelar diploma, maka saya sepenuhnya fokus pada sepak bola. Saya pikir itu jadi hal baik dan motivasi bagi saya," sambung pemain AZ itu.
Sebagai pemain muda yang harus menyelaraskan antara sekolah dan sepak bola, Oerip mengaku ia harus mengatur jadwal dengan baik dan menjalaninnya dengan konsisten.
"Dalam periode saat ini, sangat sibuk. Saya berlatih, mengerjakan pekerjaan rumah, belajar untuk ujian, kembali berlatih dan mengikuti kompetisi. Semua harus direncakan dengan baik," ungkapnya.
"Saya melakukan segalanya untuk olahraga. Inilah hidupku. Apakah seperti ini kehidupan pemain sepak bola profesional sejati? Ya saya kira begitu," tambahnya.
Pemain keturunan Indonesia berusia 18 tahun itu menjadi langganan dipanggil ke tim Belanda U-19. Julian Oerip seolah menjadi pemain andalan di tim yang dilatih oleh Peter van der Veen tersebut.
Berita Terkait
-
Dua Tahun Terabaikan, Kini Stefano Lilipaly Kembali Dipanggil Masuk Timnas Indonesia
-
Dirumorkan Jadi WNI, Pemain Keturunan Indonesia Berbandrol Rp596 M Dibajak Belanda
-
Patrick Kluivert Akui China Dan Jepang Bukan Lawan Mudah Bagi Timnas Indonesia
-
9 Pemain Absen di TC Timnas Indonesia di Bali, Termasuk Justin Hubner Dan Calvin Verdonk
-
7 Pemain Debutan Timnas Jepang untuk Hadapi Timnas Indonesia, Main di Eredivisie Hingga Liga Inggris
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Emil Audero Masuk Radar Juventus Saat Si Nyonya Tua Siapkan Perombakan Skuad Drastis
-
Nathan Tjoe A On Sering Hangatkan Bangku Cadangan, Tapi Kini Meledak di Willem II
-
Maarten Paes: Jadi Kiper Utama Ajax Terbuka, Saya Harus Asah Kemampuan
-
Calvin Verdonk Bawa Lille Lolos Babak 16 Besar Liga Europa
-
Julian Villa Menggila, Borneo FC Hajar Arema FC 3-1 di Segiri
-
Comeback dari Cedera Panjang, Ini Komentar Bek PSIM Yogyakarta Asal Belanda
-
Malaysia Dibantai Thailand 0-8, Indonesia Lolos ke Semifinal Piala AFF Futsal Wanita 2026
-
2 Mantan Asisten Shin Tae-yong Kini Ramaikan Panggung Super League
-
Petinggi MU Dijatuhi Hukuman Usai Sebut Wasit FIFA Dipakai Mafia
-
Carlos Parreira Akui Kekuatan Persib Bandung, Tegaskan Madura United Tak Gentar