"... teknik sangat bagus.." kata Simon lagi.
Kemampuan teknis tak hanya soal kualitas bermain, tetapi juga mencari solusi untuk menutup kelemahan diri.
Simon pun mencotohkan dirinya saat masih menjadi pemain, ia sadar memiliki tubuh yang kecil.
Oleh karena itu, Simon harus bisa mengimbangi permainan dengan cara lain dan itu menuntutnya berpikir pintar.
"Saya kecil, tapi setelah bermain dengan orang-orang yang tinggi, saya harus pakai cara lain, harus pintar," katanya lagi.
3. Mental Pemenang
Kriteria terakhir yang harus dimiliki pemain muda untuk bisa dipanggil ke Timnas Indonesia adalah mental pemenang.
"Mental, harus menjadi pemenang," pungkas Simon Tahamata.
Mental pemenang harus dipupuk sejak dini, menjadikan pemain Indonesia tidak minder di atas lapangan.
Baca Juga: Hitung-hitungan Stefano Lilipaly Starter Timnas Indonesia vs China
Terutama dalam kondisi tertinggal, mental akan sangat berpengaruh dalam menentukan kemenangan.
Itulah tiga kriteria utama pemain muda idaman versi Simon Tahamata, sang Kepala Pemandu Bakat Timnas Indonesia.
Kombinasi antara kemampuan fisik, teknik, dan mentalitas menjadi hal mutlak jika ingin dilirik masuk ke sistem pengembangan Timnas.
Dengan pengalaman panjangnya di Eropa, baik sebagai pemain maupun pelatih akademi (termasuk di Ajax), Simon Tahamata diharapkan bisa mengubah standar bakat yang selama ini digunakan di Indonesia.
Ia membawa filosofi yang tidak hanya berfokus pada hasil instan, melainkan pada pembentukan karakter dan kualitas individu pemain sejak dini.
Langkah ini sejalan dengan visi jangka panjang PSSI untuk membentuk Timnas Indonesia yang kompetitif di tingkat Asia dan dunia dengan mengandalkan pemain muda yang berkualitas dan tahan tekanan.
Tiga kriteria Simon Tahamata tentu bukan hanya tolok ukur seleksi pemain Timnas, tetapi bisa dijadikan pedoman utama dalam pembinaan pemain usia muda di seluruh Indonesia.
Bila ekosistem pembinaan mendukung, bukan tidak mungkin, Indonesia akan segera memiliki generasi emas dengan kualitas Eropa dan karakter juang tinggi di lapangan.
Kontributor: Eko
Berita Terkait
-
Hitung-hitungan Stefano Lilipaly Starter Timnas Indonesia vs China
-
Alasan Jay Idzes Tak Khawatir Timnas Indonesia Kehilangan Pemain Keturunan Rp31,29 Miliar vs China
-
Kevin Diks Sempat Takut Bawa Anaknya ke Jakarta, Kenapa?
-
Kevin Diks: Sedikit Takut ke Jakarta
-
Suporter Timnas Indonesia Diminta Lebih Hati-Hati, Ini Pesan Erick Thohir
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
Viral! Jurnalis Perempuan Jadi Korban Pelecehan saat Liputan Piala Dunia 2026
-
Alasan Mantan Anak Emas John Herdman Absen di Laga Kanada vs Bosnia
-
Fakta vs Klaim FIFA: Benarkah Banyak Kursi Kosong di Piala Dunia 2026?
-
Penampakan Stadion Terburuk Piala Dunia 2026: Angin Kencang Bikin Tribun Goyang
-
Alasan Mengejutkan Trump Ogah Datang Pada Laga Perdana AS di Piala Dunia 2026
-
Sindiran Menohok Infantino: Piala Dunia Tambah Peserta, Italia Belum Tentu Lolos
-
Cristiano Ronaldo: Portugal Bukan Favorit Juara Piala Dunia 2026
-
Depresi Sejak Usia Muda ke Panggung Piala Dunia 2026: Kisah Kelam Striker Brasil Igor Thiago
-
Gegara Lagu Kebangsaan, Spanyol Jadi Negara Paling Dibenci di Piala Dunia 2026, Kok Bisa?
-
Mind Corner di Liga Universitas 2026, Ruang Menyadari Pentingnya Kesehatan Mental dan Perdamaian