Keunggulan lainnya adalah posisi di klasemen sementara Grup C. Saat ini Indonesia menempati peringkat keempat dengan sembilan poin, unggul tiga poin atas China yang berada di posisi juru kunci.
Kemenangan atas China akan semakin memperkuat posisi Indonesia dan membuka peluang lebih besar untuk lolos ke putaran berikutnya.
Untuk menambah konteks, berikut adalah rekor lengkap pertemuan antara Indonesia dan China sepanjang sejarah:
Rekor Pertemuan Indonesia vs China:
Indonesia bertekad meraih kemenangan pada laga kesembilan kualifikasi Piala Dunia 2026 putaran ketiga Grup C di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (5/6), namun timnas dibayang-bayangi rekor buruk setelah lebih dari tiga dekade tak pernah menang melawan China.
Dikutip dari data RSSSF dan 11v11, terakhir kali Indonesia menang dari China adalah pada 20 Februari 1987 dalam ajang Piala Raja di Thailand. Ketika itu, tim Garuda menang dengan skor 3-1.
Setelah itu, 38 tahun kemudian, Indonesia tak pernah mampu mengatasi perlawanan tim Dragon, setelah kalah delapan kali dan imbang dua kali. Kekalahan terakhir Indonesia terjadi pada Oktober lalu, saat mereka menyerah 1-2 dari China di Qingdao.
Kendati dihadapkan rekor buruk, Indonesia mempunyai modal apik untuk memutus rantai negatif tersebut. Mereka akan bermain di hadapan puluhan ribu pendukungnya sendiri, yang akan menjadi energi tambahan ketika bermain.
Selain itu, Indonesia dalam performa cukup apik dalam tiga laga terakhirnya karena meraih kemenangan sebanyak dua kali, sedangkan China mengakhiri tiga laga itu dengan kekalahan.
Baca Juga: Promo Indomaret Spesial: Tukar Poin Dapat Jersey Resmi Timnas Indonesia
Indonesia juga lebih baik dalam hal produktivitas gol dan pertahanan dibanding China setelah mereka mencetak delapan gol dan kebobolan 14 gol. Adapun, tim asuhan Branko Ivankovic itu baru mencetak enam gol dan kebobolan lebih banyak, yaitu 19 gol.
Hasil tiga pertandingan terakhir itu turut mempengaruhi klasemen sementara Grup C saat ini, dimana Indonesia berada di posisi yang lebih baik, yaitu posisi keempat dengan sembilan poin, unggul tiga poin dari China di posisi juru kunci.
Berikut rekor pertemuan Indonesia melawan China:
Indonesia 2-0 China - 12 Mei 1957 (Kualifikasi Piala Dunia)
China 4-3 Indonesia - 02 Juni 1957 (Kualifikasi Piala Dunia)
Indonesia 0-0 China - 23 Juni 1957 (Kualifikasi Piala Dunia)
Indonesia 1-2 China - 19 Mei 1963 (Persahabatan)
China 3-0 Indonesia - 17 Agustus 1963 (Persahabatan)
Indonesia 1-1 China - 16 November 1963 (Ganefo)
China 3-0 Indonesia - 10 Agustus 1963 (Kualifikasi Ganefo)
China 1-2 Indonesia - 05 Mei 1971 (Piala Presiden)
China 4-2 Indonesia - 11 November 1981 (Piala Raja)
China 2-0 Indonesia - 03 Maret 1986 (Piala Raja)
Indonesia 0-3 China - 25 Agustus 1986 (Piala Merlion)
Indonesia 3-1 China - 20 Februari 1987 (Piala Raja)
Indonesia 1-1 China - 07 Agustus 1988 (Piala Jakarta)
China 3-1 Indonesia - 08 Februari 1991 (Turnamen Merdeka)
China 2-0 Indonesia - 20 April 1992 (Kualifikasi Piala Asia)
China 4-0 Indonesia - 16 Oktober 2000 (Piala Asia)
China 5-1 Indonesia - 13 Mei 2001 (Kualifikasi Piala Asia)
Indonesia 0-2 China - 27 Mei 2001 (Kualifikasi Piala Asia)
China 5-0 Indonesia - 21 Juli 2004 (Piala Asia)
Indonesia 1-1 China - 15 Oktober 2013 (Kualifikasi Piala Asia)
China 1-0 Indonesia - 15 November 2013 (Kualifikasi Piala Asia)
China 2-1 Indonesia - 15 Oktober 2024 (Kualifikasi Piala Dunia).
Secara total, Indonesia dan China telah bertemu dalam lebih dari 20 pertandingan. Dalam kurun waktu itu, China mencatatkan dominasi yang kuat, baik dalam ajang resmi maupun pertandingan persahabatan.
Namun sejarah selalu terbuka untuk diubah, dan momentum kali ini sangat menentukan apakah Indonesia mampu mengakhiri "kutukan" yang telah berlangsung sejak 1987.
Kini semua mata tertuju ke SUGBK, tempat di mana sejarah bisa ditulis ulang. Apakah tim Garuda akan mampu menembus tembok kokoh China dan membalikkan rekor kelam menjadi kisah kemenangan? Kita tunggu aksinya di lapangan hijau.
(Antara)
Berita Terkait
-
Promo Indomaret Spesial: Tukar Poin Dapat Jersey Resmi Timnas Indonesia
-
Adu Mahal Skuat Timnas Indonesia vs China, Siapa Pemain Paling Bernilai?
-
Indonesia vs Cina: Saatnya Berharap Tuah Stadion GBK Bagi Skuad Garuda
-
Timnas China Didampingi Wakil Pemerintahan, Skuad Garuda Jangan Ciut Nyali!
-
3 Fakta Paling Penting Timnas Indonesia vs China: Nomor 2 Bikin Tim Tamu Gemetar
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Detik-detik Pembukaan Piala Dunia 2026: 80.000 Suporter Padati Stadion Azteca
-
Piala Dunia 2026 Dimulai! Jadwal Pembukaan dan Link Streaming Pertandingan
-
Panas Jelang Pembukaan Piala Dunia 2026! Massa Aksi Bertahan, Polisi Siap Pukul Mundur
-
Siap Nikmati Momen, Pemain Irak Tak Ingin Terbebani di Piala Dunia 2026
-
Piala Dunia 2026: Gilberto Mora, Wonderkid yang Siap Meledak di Laga Meksiko Vs Afrika Selatan
-
Aston Villa Bidik Kiper Timnas Jepang untuk Gantikan Emil Martinez
-
Persijap Jepara Resmi Perpanjang Kontrak Mario Lemos untuk Super League 2026/2027
-
Arema FC Resmi Lepas Dedik Setiawan Setelah Hampir 10 Tahun Mengabdi
-
Ernando Ari Perpanjang Kontrak di Persebaya Surabaya
-
Berstatus Bebas Transfer, Juventus Pertimbangkan Rekrut John Stones