Indonesia pun pernah merasakan bagaimana 'dicurangi' Qatar dalam pertemuan di Piala Asia U-23 2024.
2. Irak
Timnas Irak bukan patut dihindari karena non teknis, tetapi karena kekuatannya. Memang sedang mengalami fase penurunan performa, bahkan sampai membuat Jesus Casas dicopot.
Irak saat ini dipimpin Graham Arnold, eks pelatih Timnas Australia yang mundur usai gagal mengalahkan Indonesia.
Debut Graham Arnold di Irak kurang mengesankan usai kalah dari Korea Selatan 0-2 di kandang sendiri, Jumat (6/6/2025).
Meski begitu, Irak masih terlalu superior untuk Indonesia, dalam pertemuan di putaran kedua kualifikasi.
Dibantai di Basra 5-1 dan menang di Gelora Bung Karno 0-2, tim ini masih terlalu kuat untuk Indonesia.
3. Arab Saudi
Arab Saudi memang berhasil dipecundangi Timnas Indonesia di Gelora Bung Karno pada Maret lalu.
Baca Juga: Persib Bandung Berpisah dengan Edo Febriansyah, Pemain ke-9 yang Dilepas
Akan tetapi faktor non teknis Arab Saudi sebagai tuan rumah putaran keempat kualifikasi bisa jadi masalah besar.
The Green Falcons tak berbeda dengan Qatar yang bisa menggunakan kekuatan non teknis mereka. Hal ini lebih baik diantisipasi Timnas Indonesia, itulah tiga tim yang harus bisa dihindari skuad Garuda di putaran keempat.
Itulah tiga tim yang sebaiknya dihindari skuad Garuda di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026, baik hanya karena kekuatan teknis mereka maupun pengaruh non teknis yang kerap jadi sorotan.
Andai Timnas Indonesia ingin menjaga asa lolos ke putaran kelima atau bahkan meraih tiket langsung ke Piala Dunia, maka berada satu grup dengan lawan yang lebih "bersahabat" seperti Oman atau Uni Emirat Arab bisa menjadi peluang besar yang patut dimanfaatkan.
Kunci utama bagi skuad asuhan Patrick Kluivert adalah mempersiapkan diri secara matang, baik secara teknis, mental, maupun strategi bermain tandang. Konsistensi performa, disiplin taktik, dan kekompakan tim akan menjadi modal penting untuk menghadapi lawan-lawan tangguh di babak ini.
Meski begitu, meski harus melawan negara-negara seperti Qatar, Timnas Indonesia wajib pantang gentar dan membungkam lawan, begitu dengan bantuan non teknisnya.
Kontributor: Eko
Berita Terkait
-
Persib Bandung Berpisah dengan Edo Febriansyah, Pemain ke-9 yang Dilepas
-
Penyerang 23 Tahun Rp66,05 Miliar Keturunan Surabaya Lebih Pilih Timnas Belanda daripada Indonesia
-
Terkejut, Legenda Jepang Doakan Timnas Indonesia Lolos ke Piala Dunia 2026
-
Update Market Value Pemain Timnas Indonesia H-1 Lawan Jepang, Siapa Melonjak?
-
Atlet Wushu Protes Prabowo Kasih Jam Rolex ke Timnas Indonesia: Cabor Lain Dicuekin
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
The Black Lizard: Duel Kecerdasan Detektif dan Ratu Kriminal yang Menegangkan
-
Prabowo Sebut Cak Imin, Dasco dan Bahlil 3 Kancil Politik: Kalau Mereka Kumpul Repot Kita!
-
Nekat Tembak Paha Korban Lalu Kabur ke Lampung, Duo Maling Motor Matraman Ciut di Tangan Polisi
-
6 Cara Mengatasi Blush On Ketebalan dan Terlalu Menor, Tak Khawatir Merusak Makeup
-
Derita Selisih Stock Opname Toko, saat Karyawan Jadi Samsak Omelan Bos
-
Fairuz Al Rafiq & Sonny Septian Terapkan Pola Asuh Mereka di Film Anak-Anak Bambu
-
Pakar Soroti Dugaan Keterkaitan Eks Jampidsus, Dorong KPK Ambil Alih
-
Menkeu Ancam Kejar Peserta Tax Amnesty Bandel, PPATK Ikut Telusuri Dana Masuk
-
Penghitungan Kerugian Negara Disorot, BPKP Diminta Evaluasi Metode Audit
-
Jogja Dibanjiri Event, Pelaku Industri Kreatif Diingatkan Jangan Ganggu Aktivitas Warga