Sebaliknya, Indonesia baru saja meraih hasil positif saat menekuk China 1-0 di kandang. Namun, perbedaan performa antara laga kandang dan tandang masih sangat mencolok.
Konsistensi ini jelas harus diperbaiki jika Indonesia ingin melaju lebih jauh di babak berikutnya.
Pertandingan di Suita juga menjadi ujian mental tersendiri, terutama bagi para pemain muda Indonesia.
Apalagi, memori dua pertemuan terakhir melawan Jepang masih menyisakan luka—kekalahan 1-3 di Piala Asia 2023 dan kekalahan telak 0-4 pada pertemuan pertama di kualifikasi ini.
Menariknya, legenda sepak bola Jepang Keisuke Honda punya pandangan berbeda tentang laga ini.
"Menurut saya pertandingan ini tidak terlalu penting, lebih untuk uji coba. Jadi, saya harap mereka akan bermain dengan baik," ujar Honda.
Meski demikian, pelatih Hajime Moriyasu diprediksi tetap akan menurunkan sebagian pemain terbaik untuk menjaga ritme permainan.
Dalam laga melawan Australia sebelumnya, Jepang memang tidak menurunkan skuad penuh—kapten Wataru Endo diistirahatkan, Kosei Tani dimainkan di posisi kiper, dan Takefusa Kubo baru dimainkan di babak kedua.
Meski laga ini sudah tak memengaruhi klasemen, hasil di Suita bisa berdampak besar terhadap kepercayaan diri tim jelang putaran keempat.
Baca Juga: Profil Akira Higashiyama, Pelatih Baru Timnas Putri Indonesia U-19 dari Jepang
Mencuri poin di kandang Jepang bukan hanya soal angka di papan klasemen, melainkan tentang mematahkan stigma buruk performa tandang yang selama ini melekat.
Tentu saja, kemenangan bukan target realistis. Namun, tampil dengan perlawanan maksimal dan menjaga konsentrasi selama 90 menit akan memberi sinyal bahwa Skuad Garuda makin matang menghadapi tekanan di level tertinggi.
Selain itu, Jepang diyakini tetap ingin menutup fase grup dengan performa optimal.
Status juara grup yang sudah diamankan justru menjadi motivasi tambahan bagi tuan rumah untuk membangun kembali momentum pasca kekalahan.
Bagi Indonesia, laga ini mesti dimanfaatkan sebagai ajang evaluasi.
Tantangan di Suita bakal menguji seberapa jauh progres yang telah dicapai, terutama dalam kemampuan mengatasi tekanan tandang.
Jika mampu memetik pelajaran berharga atau bahkan mencuri poin, Indonesia bisa membawa pulang modal berharga menghadapi babak berikutnya.
Bayang-bayang dipanggang Jepang memang nyata, tapi Skuad Garuda punya peluang untuk menunjukkan bahwa mereka bukan lagi tim yang mudah dipecundangi di luar kandang.
Kontributor : Imadudin Robani Adam
Berita Terkait
-
Pemain Keturunan Rp 6,08 Miliar Miskin Menit Bermain Kandidat Gantikan Ivar Jenner Hadapi Jepang
-
Kenapa Patrick Kluivert Tak Anti Stefano Lilipaly Seperti STY?
-
Drawing Round 4 Kualifikasi Piala Dunia: Timnas Indonesia Masuk Pot 3, Siapa Lawannya?
-
Selamat Tinggal Timnas Indonesia, Patrick Kluivert: Kami Tidak akan Bertemu
-
4 Pemain Timnas Indonesia yang Disorot Federasi Jepang, Ole Romeny hingga Marselino
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
Terkini
-
Magis Carlo Ancelotti! Ketenangannya Selamatkan Brasil dari Aib Terburuk di Piala Dunia 2026
-
Julian Nagelsmann Nilai Timnas Jerman Bukan Lagi Tim Elite Dunia Usai Gugur di Piala Dunia 2026
-
Noussair Mazraoui Sesumbar usai Depak Belanda: Maroko Kini Sejajar dengan Tim Elit Dunia
-
Hajime Moriyasu Menilai Jarak Kualitas Jepang dan Brasil Kini Semakin Menipis
-
Eksperimen Gagal Ronald Koeman! Belanda Dihajar Maroko saat Pakai 5 Bek Lagi Setelah 2 Tahun
-
Mariano Peralta Pilih Persib Dibanding Persija karena Ingin Tampil di Asia?
-
Martinelli: Kami Percaya Diri karena Carlo Ancelotti Bersikap Tenang di Pinggir Lapangan
-
DPR RI Setujui Naturalisasi Mitchell Baker dan Luke Vickery! Selangkah Lagi Bela Timnas Indonesia
-
Pemain Pilihan John Herdman untuk Piala AFF 2026 Mulai Terungkap!
-
Miroslav Koubek Mundur dari Kursi Kepelatihan Ceko Usai Kegagalan Total di Piala Dunia 2026