Padahal, jika dibandingkan dengan pertandingan lain di tingkat Asia, duel ini masih kalah gengsi.
Banyak yang menilai, pernyataan tersebut lebih sebagai upaya untuk membakar semangat nasionalisme di tengah fans Harimau Malaya.
Jepang vs Indonesia, Laga Penentu yang Lebih Dinanti
Sementara itu, fokus banyak penggemar sepak bola Asia justru tertuju ke laga penting antara Jepang dan Timnas Indonesia.
Kekalahan mengejutkan yang dialami Jepang dari Australia di laga sebelumnya membuat duel ini semakin menarik.
Pada pertandingan di Perth Stadium, 5 Juni 2025, Jepang tumbang 0-1 lewat gol telat Aziz Behich. Kekalahan ini memutus rekor tak terkalahkan Samurai Biru di fase kualifikasi.
Hasil tersebut menjadi catatan penting bagi pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert.
Strategi bertahan efektif Australia memberikan pelajaran berharga bagi Garuda yang akan menghadapi Jepang.
Winger Jepang, Takefusa Kubo, mengakui timnya tampil kurang maksimal.
"Kami memulai babak kedua dengan lamban dan tidak cukup memaksakan permainan di tengah," ujar Kubo seperti dikutip dari situs resmi JFA.
Baca Juga: Hasil Undian Negara ASEAN di Kualifikasi Piala Asia U-23 2025: Indonesia Grup Sulit, Thailand Mudah
Meski mendominasi penguasaan bola, Jepang kesulitan menembus pertahanan rapat Australia. Hanya satu peluang matang yang berhasil mereka ciptakan.
"Kami hanya menciptakan satu peluang nyata. Itu hal yang harus kami evaluasi," tambah Kubo.
Hal senada diungkapkan gelandang Jepang, Daichi Kamada.
"Kami bicara untuk tidak kalah, tapi justru kebobolan di akhir meski dominan," ungkapnya.
Menurut Kamada, lini depan Jepang masih belum tajam dalam penyelesaian akhir. Ini bisa menjadi celah bagi Indonesia untuk dieksploitasi.
Pertandingan nanti di Stadion Panasonic, Suita City, diprediksi bakal berlangsung sengit.
Timnas Indonesia, yang sudah mengantongi 12 poin dan memastikan lolos ke babak keempat, akan menghadapi Jepang yang sudah mengamankan tiket ke Piala Dunia 2026.
Menariknya, Jepang kemungkinan besar akan melakukan rotasi pemain. Ini membuka peluang bagi Timnas Garuda untuk bermain lebih agresif sejak awal.
Catatan head-to-head juga cukup menarik. Dari 17 pertemuan, Indonesia meraih 5 kemenangan, 2 imbang, sementara Jepang menang 10 kali.
Salah satu momen bersejarah terjadi di Turnamen Merdeka 1968 saat Indonesia menang telak 7-0 atas Jepang.
Memang, di era modern Jepang lebih dominan. Pada pertemuan terakhir di Gelora Bung Karno, 15 November 2024, Jepang menang 4-0. Namun, performa skuad Garuda kini jauh meningkat di bawah arahan Kluivert.
Dengan motivasi tinggi dan bekal dari analisis kekalahan Jepang, Rafael Struick dkk. memiliki peluang untuk mencetak kejutan.
Strategi pressing tinggi serta memanfaatkan kelemahan Jepang di bawah tekanan menjadi kunci.
Memori manis kemenangan masa lalu, ditambah momentum positif saat ini, membuat laga ini pantas disebut sebagai salah satu duel paling menarik di Asia pekan ini — bukan laga Malaysia vs Vietnam seperti klaim media Malaysia.
Kontributor : Imadudin Robani Adam
Berita Terkait
-
Keanehan Naturalisasi Facundo Garces ke Malaysia, Keturunan Malaysia dari Mana?
-
Potensi Sanksi yang Didapatkan Malaysia Jika Ada Pemalsuan Dokumen Terhadap Pemain Naturalisasi
-
Sejarah Melayu-Argentina Jadi Fenomena Baru Timnas Malaysia, Apakah Masuk Akal?
-
Fenomena Nonton Timnas Indonesia Bikin Malaysia Heran: Tiket Mahal Kok Tetap Laku?
-
Breaking News! Bek La Liga Resmi Perkuat Timnas Malaysia
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
26 Ribu Pekerja Baru di Jawa Timur: Pengangguran Menyusut, Sektor Pertanian Jadi Penyelamat
-
Kejati Lampung Pulihkan Rp1,14 Triliun Uang Negara, Ada Tumpukan Dolar dan Emas
-
Tak Melulu Malioboro, 5 Hidden Gem Jogja yang Wajib Masuk Wishlistmu
-
Besaran Dana PIP 2026 untuk Siswa SD, SMP, dan SMA, Ada yang Dapat Rp1,8 Juta!
-
92 Ribu Warga Jatim Lepas dari Kemiskinan, Apa Rahasianya?
-
Strategi Mitsubishi Fuso Jamin Operasional Truk Tanpa Henti di GIIAS 2026
-
Dari Hobi Saat Pandemi, Raditya Dika Kini Jadi Duta Marvel Hero Rush TCG
-
Viral Video Demo Ternyata Rekaman Lama, Pemerintah Buru Penyebar Hoaks
-
5 Pilihan Sabun Cuci Muka Glad2Glow Sesuai Review, Mengatasi Kulit Berjerawat hingga Kusam
-
Ramai Dibahas! Apa Itu Universitas Republik Indonesia? Begini Penjelasan Lengkapnya