Suara.com - Persib Bandung resmi merekrut Saddil Ramdani untuk persiapan mengarungi musim 2025/2026, dengan durasi kontrak 3 musim.
Pengumuman Saddil Ramdani, dilakukan manajemen Persib melalui videotron yang terletak di Jalan Ir. H. Juanda, Kota Bandung, Rabu (11/6/2025) malam pukul 18.30 WIB.
Saddil Ramdani menjadi pemain anyar pertama yang direkrut oleh skuad Maung Bandung, untuk persiapan menghadapi musim 2025/2026.
Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan, mengungkapkan alasan mengikat Saddil Ramdani dengan durasi panjang.
Menurut Adhitia, ada beberapa pertimbangan yang membuat manajemen mengontrak Saddil Ramdani hingga tiga musim, di antaranya usia yang masih muda.
Saddil Ramdani saat ini masih berusia 26 tahun, Manajemen Persib menilai performa pemain yang berposisi sebagai gelandang ini masih bisa berkembang. Sehingga, diberikan kontrak panjang.
"Dia pemain muda, masih bisa berkembang, kita ingin nge-keep dia selama mungkin sih, jadi kita pikir 3 tahun juga durasi yang cukup," ucap Adhit sapaan akrabnya.
Lebih lanjut Adhitia menuturkan, proses perekrutan Saddil Ramdani hingga tanda tangan kontrak berlangsung sekitar dua bulan.
"Prosesnya dua bulan sampai akhirnya dia sign," jelasnya.
Baca Juga: Pemain Timnas Indonesia Gabung Persib Bandung, Sebelumnya Abroad di Malaysia
Perekrutan Saddil Ramdani ini, merupakan rekomendasi dari pelatih Persib, Bojan Hodak. Selain itu, menjadi jawaban atas isu yang beredar jelang musim baru.
"Rumor setiap tahun ya, Alhamdulillah jadi kenyataan. Saddil ini rekomendasi Bojan dan kita sudah approach Saddil dari akhir tahun lalu dan Alhamdulillah Saddil bisa merapat ke Bandung ya," ungkapanya.
"Alhamdulillah kita bisa mewujudkan harapan dari Bobotoh dan juga ekspektasi dari Bojan," tegasnya.
Saddil Ramdani sendiri mengawali kariernya di Persela Lamongan (2016–2018), sebelum akhirnya menjajal kompetisi internasional bersama Pahang FA di Malaysia.
Sempat pulang ke Indonesia, Saddil Ramdani membela Bhayangkara FC di musim 2020, namun kompetisi kala itu harus dihentikan akibat pandemi.
Setelah itu, Saddil Ramdani memutuskan untuk kembali ke Malaysia dan tampil impresif bersama Sabah FC hingga musim lalu.
Berita Terkait
-
Pemain Timnas Indonesia Gabung Persib Bandung, Sebelumnya Abroad di Malaysia
-
Tinggalkan Malaysia, Saddil Ramdani Ungkap Alasan Kepincut Persib Bandung
-
Here We Go! Cara Tak Biasa Persib Umumkan Perekrutan Saddil Ramdani
-
Gustavo Franca Jadi Pemain Asing ke-7 yang Dilepas, Persib: Hatur Nuhun Pisan
-
Selamat Tinggal Bek Timnas Indonesia Rp5,21 Miliar! Resmi Pindah usai Juara
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien