Suara.com - Pemain keturunan Indonesia dengan bandrol Rp17,38 miliar yang dirumorkan akan bela Timnas Indonesia tengah diincar oleh lima klub Liga Jerman.
Masih ingat dengan nama pemain keturunan Indonesia, Laurin Ulrich? Kabar terbaru menyebutkan bahwa pemain keturunan Indonesia itu tengah diincar oleh klub dari Bundesliga 2.
Klub Bundesliga 2, Karlsruher SC dikabarkan tertarik untuk bisa mendapatkan jasa Laurin Ulrich di musim depan.
Menurut laporan media Jerman seperti dilansir Suara.com, Kamis (12/6) pihak Karlsruher SC sangat ingin mendapatkan pemain keturunan Indonesia itu berusia 20 tahun.
"Gelandang serang berusia 20 tahun Laurin Ulrich masuk ke dalam daftar pendek KSC," tulis laporan ka-news.de
Kontrak Laurin Ulrich bersama VfB Stuttgart tercatat sampai 2026. Namun hal itu tak menyurutkan usaha Karlsruher SC demi bisa dapatkan pemian keturunan Indonesia tersebut.
Kubu Karlsruher SC kabarnya menunggu celah soal perpanjangan kontrak Laurin Ulrich. Hingga saat ini manajemen VfB Stuttgart belum berikan perpanjangan kontrak kepada Ulrich.
"Mungkin mereka (VfB) Stuttgart akan melepaskan bakat terbaik di musim panas ini," sambung media Jerman tersebut.
Karlsruher SC merupakan salah satu klub tua di Jerman. Klub ini sempat menjadi juara Liga Jerman pada musim 1909. Karlsruher SC berdiri sejak 131 tahun silam.
Baca Juga: Selamat Datang! Eliano Reijnders Ikut Tijjani Reijnders ke Manchester City
Musim lalu, Karlsruher SC berkompetisi di Bundesliga 2 dan finish di peringkat ke-8.
Menariknya, pemain keturunan Indoensia Laurin Ulrich tidak hanya jadi incaran klub Karlsruher SC.
Masih dari sumber yang sama, Laurin Ulrich juga diincar oleh klub Jerman lainnya seperti Eintracht Braunschweig, SC Paderborn, SpVgg Greuther Furth dan Arminia Bielefeld.
Siapa Laurin Ulrich
Laurin Ulrich jadi sorotan publik sepak bola Indonesia. Ia adalah pemain keturunan Indonesia yang saat ini bermain di Stuttgart II.
Darah Indonesia Ulrich kabarnya didapat dari sang ayah, Sven Trouerbach. Dikutip dari informasi @garudasquad, ayah dari Sven yakni kakek Ulrich lahir di Surabaya, Jawa Timur di era Hindia Belanda.
Berita Terkait
-
Selamat Datang! Eliano Reijnders Ikut Tijjani Reijnders ke Manchester City
-
Lolos ke Ronde Keempat Kualifikasi, Indonesia Bikin Negara-Negara Asia Tenggara Makin Susah
-
Beckham Putra Bikin Kluivert dan Wataru Endo Terkesima, Bojan Hodak: Saya Tidak Nonton
-
Absen Bela Timnas Indonesia, Pemain Keturunan Rp10,43 Miliar Justru ke Man City
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
BRI Peduli Dorong Kesehatan Ibu dan Anak melalui Program Desa Brilian 1000 HPK
-
10 Saksi Diperiksa, Begini Kondisi Korban Terjebak di Lantai 15 Saat Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Solusi Radikal: Saatnya ASEAN Terbitkan "Blue Bonds" Demi Selamatkan Pesisir
-
BRI Peduli Resmikan Posyandu Matahari, Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak di Sleman
-
Strategi realme "Make Passion Real" Bangun Jembatan Menuju Pro Player Team RRQ
-
BUMN RI Ramai-Ramai Mulai Gunakan AI, Bisnis Customer Engagement Makin Diburu
-
BRI Peduli Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak Lewat Posyandu Matahari di Sleman
-
Bedak Setting Powder vs Finishing Powder Bedanya Apa dan Cara Pakainya
-
Merawat Syiar Islam Berkemajuan: Peringatan 666 Tahun Islam Masuk Papua di Fakfak
-
Hati-hati, Jangan Termakan August Theory Kalau Nggak Mau Baper Sendirian!