Sementara Vietnam yang hanya menggunakan pemain lokal pada babak sebelumnya, tetap gagal meski tampil dengan skuad penuh semangat.
Kritik warga Jepang ini mencerminkan pandangan idealis bahwa sepak bola seharusnya dibangun lewat pengembangan pemain asli sejak usia dini.
Naturalisasi besar-besaran dianggap jalan pintas yang kurang mendidik dan berisiko menurunkan semangat kompetisi pembinaan usia muda.
Meski demikian, kebijakan naturalisasi Indonesia terbukti efektif dari sisi performa, yang membuat negara-negara Asia Tenggara mulai mengikutinya.
Dalam konteks kompetitif Asia, komentar warga Jepang menjadi tantangan tersendiri bagi negara-negara seperti Indonesia dan Vietnam untuk menyeimbangkan prestasi dan pembinaan jangka panjang.
Kontributor : Imadudin Robani Adam
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Sedan Bekas di Bawah 30 Juta Mudah Dirawat, Performa Juara!
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- Bupati Mempawah Lantik 25 Pejabat, Berikut Nama-namanya
- 4 Rekomendasi HP Murah Layar AMOLED dengan Baterai Jumbo Terbaik Januari 2025
- Stargazer vs Xpander: 10 Fakta Penentu MPV 7 Seater Paling Layak Dibeli
Pilihan
Terkini
-
Man City Ditahan Imban Brighton, Pep Guardiola Kibarkan Bendera Putih Kejar Arsenal
-
Casemiro Blunder, Darren Fletcher Geleng-geleng, Gary Neville Murka
-
Siapa Benjamin Sesko? Striker MU yang Baru Buka Keran Gol Setelah Puasa 65 Hari
-
Hasil Liga Inggris Tadi Malam: Klasemen Berubah Drastis, Man City dan MU Tertahan
-
Bojan Hodak Santai! Pemain Persib Janji Bikin Persija Pulang Tanpa Poin
-
Pemain KAFI FC Dwi Pilihanto Dilarang Main Sepakbola Seumur Hidup!
-
Federico Barba Dikabarkan Hengkang dari Persib Bandung, Bojan Hodak Buka Suara
-
Striker Tetangga Dukung Ole Gunnar Solskjaer Kembali Latih Manchester United
-
Masa Depan Suram Elkan Baggott di Ipswich Town Jadi Sorotan Media Inggris
-
Trik Khusus John Herdman Lahirkan Bintang Dunia seperti Jonathan David