- Unilever lepas Sariwangi ke Grup Djarum senilai Rp1,5 triliun; target rampung 2 Maret 2026.
- Nilai transaksi capai 45% ekuitas UNVR; dana dikembalikan ke pemegang saham jangka pendek.
- UNVR fokus pada bisnis inti demi nilai tambah jangka panjang bagi pemegang saham.
Suara.com - Raksasa konsumsi PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) resmi mengumumkan pelepasan unit bisnis teh ikoniknya, Sariwangi.
Bisnis tersebut dialihkan kepada entitas usaha milik Grup Djarum, yaitu PT Savoria Kreasi Rasa, melalui penandatanganan Perjanjian Pengalihan Bisnis (Business Transfer Agreement/BTA) pada Selasa (6/1).
Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), kesepakatan nilai transaksi jual beli ini mencapai Rp1,5 triliun (di luar pajak). Angka tersebut berada di atas nilai pasar hasil penilaian independen oleh KJPP Suwendho Rinaldy dan Rekan yang sebesar Rp1,48 triliun.
"Harga yang disepakati sebesar Rp1.500.000.000.000. Transaksi ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada 2 Maret 2026," tulis manajemen Unilever dalam keterangannya, Rabu (7/1/2026).
Penjualan ini merupakan langkah signifikan bagi struktur modal UNVR. Nilai transaksi tersebut mencakup 45% dari ekuitas perseroan berdasarkan laporan keuangan per September 2025. Meski Sariwangi berkontribusi sekitar 3,1% terhadap laba bersih dan 2,7% terhadap pendapatan usaha, manajemen memastikan operasional perusahaan tetap stabil.
"Transaksi tidak akan memberikan dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, maupun kelangsungan usaha Perseroan," tegas manajemen.
Keputusan pelepasan Sariwangi merupakan bagian dari strategi besar Unilever untuk melakukan pemurnian portofolio. Dana hasil penjualan ini akan digunakan untuk mengembalikan nilai investasi kepada pemegang saham dalam jangka pendek dan memperkuat kategori bisnis utama guna meningkatkan nilai tambah jangka panjang bagi para pemegang saham.
Langkah ini sekaligus menandai ekspansi agresif Grup Djarum di industri minuman melalui Savoria Kreasi Rasa, memperkuat posisi mereka di pasar teh celup yang selama puluhan tahun didominasi oleh merek Sariwangi.
Baca Juga: Seberapa Kaya V BTS? Masuk Daftar 100 Pemegang Saham Muda Terkaya di Korea
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Rencana Kerja 2026: Lima Strategi Pertamina di Tengah Dinamika Geopolitik Global
-
Bank Dunia Puji Hilirisasi RI: Pelopor Industrialisasi Dunia, Potensi Cuan Masih Melimpah!
-
HET Beras di Maluku-Papua Jebol Berbulan-bulan, Pengamat: Janji Pemerintah Gagal Ditepati
-
Bank Dunia Puji Resiliensi Ekonomi RI, Sebut Indonesia Punya 'Tameng' Hadapi Gejolak Energi Dunia
-
Prabowo Gaspol Program 100 GW: Selamat Tinggal Diesel, Indonesia Menuju Mandiri Energi!
-
Alasan Danantara Ngebet Jalankan Proyek PSEL: Masyarakat Tak Mampu Bayar Iuran Sampah
-
Usai Lepas SariWangi ke Grup Djarum, Unilever (UNVR) Kini Jual Buavita?
-
Realisasi BBM Subsidi 2026 Aman, Stok Nasional di Atas 16 Hari
-
AVIA Bagikan Dividen Jumbo Rp1,36 Triliun, Segini Jatah untuk Pemegang Saham
-
IHSG Naik Lagi ke Level 7.307, Ini Pendorongnya