- Coca-Cola pangkas 75 karyawan di Atlanta per Februari 2026 akibat reorganisasi.
- Pemangkasan dilakukan bertahap; operasional kantor pusat dipastikan tetap berjalan.
- Tren PHK industri konsumsi berlanjut setelah Nestlé dan General Mills ambil langkah serupa.
Suara.com - Raksasa minuman ringan dunia, The Coca-Cola Company, resmi mengumumkan rencana pengurangan tenaga kerja di kantor pusatnya di Atlanta, Amerika Serikat. Langkah ini merupakan bagian dari strategi reorganisasi perusahaan yang telah dicanangkan sejak tahun 2025.
Berdasarkan dokumen yang dikirimkan kepada otoritas tenaga kerja negara bagian Georgia, Coca-Cola akan memangkas sekitar 75 karyawan pada tahap awal. Proses pemutusan hubungan kerja (PHK) ini dijadwalkan mulai berlaku secara bertahap pada 28 Februari 2026.
“PHK tersebut merupakan bagian dari reorganisasi yang diumumkan sejak 2025. Pengurangan jumlah karyawan akan dilakukan secara bertahap dalam beberapa bulan ke depan,” tulis manajemen dalam surat resminya, dikutip dari CBS News, Rabu (7/1/2026).
Meskipun terdapat pengurangan staf, Coca-Cola memastikan bahwa operasional di kantor pusat Atlanta tetap berjalan normal. Perusahaan menekankan bahwa pemberitahuan ini diberikan lebih awal—sekitar 60 hari sebelum hari H—demi menjaga transparansi dan memberikan waktu bagi karyawan terdampak untuk melakukan perencanaan.
Surat pemberitahuan tersebut ditandatangani langsung oleh Lisa V. Chang, Wakil Presiden Eksekutif sekaligus Kepala Sumber Daya Manusia Global The Coca-Cola Company. Perusahaan juga mengisyaratkan adanya kemungkinan dampak tambahan pada bulan-bulan berikutnya seiring dengan proses evaluasi struktur organisasi yang terus berjalan.
Coca-Cola menambah panjang daftar raksasa barang konsumsi (consumer goods) yang melakukan efisiensi tenaga kerja di tengah dinamika ekonomi global. Langkah serupa sebelumnya telah diambil oleh perusahaan multinasional lainnya seperti Nestlé, General Mills, dan Molson Coors sepanjang tahun lalu.
Fenomena ini mencerminkan upaya perusahaan-perusahaan besar dunia untuk tetap kompetitif dengan menyederhanakan struktur organisasi guna menghadapi tantangan pasar yang terus berubah.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Swasembada Beras Sudah Sejak 2018, Apa yang Mau Dirayakan?
-
Kemenperin Adopsi Sistem Pendidikan Vokasi Swiss untuk Kembangkan SDM
-
Dukung Ekonomi Kerakyatan, Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 41 Triliun hingga Desember 2025
-
Realisasi Konsumsi Listrik 2025 Tembus 108,2 Persen dari Target
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kementerian PU Percepat Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, 7 Blok Rampung untuk 84 KK
-
Purbaya Yakin MBG Paling Cepat Habiskan Anggaran di Awal 2026
-
Beban Impor LPG Capai 8,4 Juta Ton, DME Diharapkan Jadi Pengganti Efektif
-
Defisit APBN 2025 Hampir 3 Persen, Purbaya Singgung Danantara hingga Penurunan Pajak
-
Target IHSG Tembus 10.000, OJK: Bukan Tak Mungkin untuk Dicapai