Suara.com - Timnas Putri Indonesia gagal lolos ke Piala Asia Putri 2025 setelah menyerfah 1-2 kepada Taiwan dalam laga kualifikasi Grup D di Stadion Indomilk Arena, Tangerang, Sabtu.
Su Yu-Hsuan dan Liu Yu-Chiao mencetak kedua gol Taiwan, sementara Indonesia sempat menyamakan kedudukan melalui Helsya Maeisyaroh, demikian catatan AFC.
Kekalahan ini membuat Indonesia menempati peringkat ketiga klasemen Grup D Kualifikasi Piala Asia Putri 2026 dengan tiga poin dari tiga pertandingan.
Taiwan lolos ke Piala Asia Putri 2026 dengan status juara Grup D setelah mengumpulkan sembilan poin dari tiga pertandingan.
Kekalahan ini membuat publik mendesak PSSI untuk segera menggelar Liga Putri. Sebelumna, ketum PSSI Erick Thohir bilang alasan kompetisi Liga Putri belum digelar.
Menurut Menteri BUMN tersebut, bahwa belum bergulirnya Liga 1 Putri adalah karena talenta pemain putri di tanah air belum cukup.
"Liganya jalan nanti mati lagi (kalau dipaksakan). Jadi saya dengan tekanan, dihujat, Liga Putri tidak jalan. Saya tidak berpikir tergesa-gesa. Karena saya sebagai Ketua PSSI punya tanggung jawab lebih besar," kata Erick dikutip dari Antara.
Terakhir kali Liga 1 Putri digelar adalah pada 2019. Ketika itu, Persib Putri menjadi juara setelah mengalahkan TIRA-Persikabo Kartini dengan agregat 6-1.
Sebelumnya, pelatih timnas putri Indonesia Satoru Mochizuki tak ingin menjadikan belum jalannya kompetisi sepak bola putri sebagai alasan kekalahan timnas putri Indonesia.
Baca Juga: Hasil Timnas Putri Indonesia vs Chinese Taipei: Tumbang 1-2, Garuda Pertiwi Gagal ke Piala Asia 2026
"Memang pentingnya ada lingkungan yang bisa bermain untuk sepak bola putri dari umur kecil sampai level top liga," kata Mochizuki dalam jumpa pers pasca kekalahan melawan Pakistan di Indomilk Arena, Rabu.
"Tapi dari federasi sudah sangat membantu sepenuh tenaga dengan mengadakan tes yang panjang juga dan juga sudah membantu untuk mendatangkan pemain diaspora juga."
Berita Terkait
-
Hasil Timnas Putri Indonesia vs Chinese Taipei: Tumbang 1-2, Garuda Pertiwi Gagal ke Piala Asia 2026
-
Siapa Frank van Kempen? Pelatih Anyar Timnas Indonesia U-20 yang Dipercaya Erick Thohir
-
Mengenal Klub Sassuolo yang Ajukan Tawaran Resmi Rekrut Jay Idzes
-
Isyarat Pelatih: Marselino Ferdinan Harus Dapat Menit Bermain Walau Bukan di Oxford United
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
Terkini
-
Teori Konspirasi Usai Kegagalan Portugal: Cristiano Ronaldo Sengaja 'Disuntik Mati'
-
Ronaldo Buka-bukaan: Saya Depresi Berat, Berat Badan Naik Drastis
-
Mikel Merino Bawa Spanyol Hadapi Prancis di Semifinal Piala Dunia 2026
-
Spanyol vs Belgia Seru! Skor 1-1 di Babak Pertama, Duel Sengit Rebut Tiket Semifinal
-
Pelatih Baru Portugal Jorge Jesus Tak Takut Pinggirkan Cristiano Ronaldo
-
Video Cristiano Ronaldo: Selama Ini Dihina Saya diam Tapi Hari Ini Saya Akan Lawan!
-
Kylian Mbappe: Mau Spanyol atau Belgia, Prancis Siap Tampil Habis-habisan
-
Ilmu Sains Bongkar Rahasia Ketajaman Haaland di Piala Dunia 2026: Dia Sosok Anomali
-
Nafsu Pelatih Swiss Hentikan Langkah Argentina Klaim Punya Cara Redam Lionel Messi
-
The Next Andres Escobar? Kalah dari Swiss, Pemain Kolombia Terima Ancaman Pembunuhan