Suara.com - Pengamat sepak bola Tanah Air, Haris Pardede, memberikan sindiran ke laga Jepang vs Timnas Indonesia di laga terakhir grup C ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Pengamat yang akrab disapa Bung Harpa ini menyebut laga tersebut layaknya tontonan ‘Animal Planet’ karena para pemain Tim Garuda tak bisa berbuat banyak menghadapi Samurai Biru.
Duel melawan Jepang di laga terakhir grup C ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia masih menyisakan rasa heran bagi pendukung Timnas Indonesia.
Bagaimana tidak? Di laga tersebut, Jay Idzes dkk tak bisa berbuat banyak melawan pemain-pemain muda lawan dan harus tumbang dengan skor 0-6.
Tak hanya kalah telak, Timnas Indonesia bahkan tak bisa berbuat banyak sepanjang laga dengan gagal melepaskan satu tembakan pun ke gawang Jepang.
Hasil ini membuat pecinta sepak bola Tanah Air kebingungan. Apalagi di laga tersebut Tim Merah Putih turun dengan sebagian besar pemain terbaiknya.
Di tengah rasa heran yang belum terjawab selama hampir satu bulan ini, Bung Harpa pun membeberkan biang kerok kekalahan Indonesia itu.
Dalam sebuah podcast yang diunggah akun @denz_shobiwz, Bung Harpa menyebut kekalahan telak ini dikarenakan para pemain Garuda berleha-leha sebelum laga.
Bung Harpa yang saat itu berada di Jepang, mengaku melihat para pemain berjalan-jalan sebelum pertandingan dengan membawa pasangan dan keluarga.
Baca Juga: Erick Thohir Didemo Timnas Putri Indonesia: Saya Tidak Takut Tekanan!
“Dua hari gue nongkrong di Dotonbori nih, bukan nongkrong lah, tempat tinggal gue di situ. Dotonbori nih kalau temen-temen yang pernah ke Jepang nih pasti tahu itu ibaratnya Blok M,” buka Bung Harpa.
“Pemain (Timnas) tuh jalan-jalan ke situ. Nggak salah gue mikirnya waktu itu awalnya. Oh mungkin emang nih pertandingan nggak menentukan.”
“Mereka rileks bawa-bawa pasangan, ataupun bawa keluarga,” tambah pria yang dikenal sebagai jurnalis ini.
Awalnya, Bung Harpa tak mempermasalahkan hal tersebut. Tapi setelah melihat Jepang tampil ngotot, ia merasa apa yang dilakukan pemain Indonesia adalah kesalahan besar.
Alhasil, laga Jepang vs Indonesia menurutnya seperti tontonan ‘Animal Planet’, di mana Indonesia seperti kambing yang dililit ular piton sampai dibuat tak bisa bernapas oleh Jepang.
“Eh bener, hari H dengan komposisi yang cukup unik lah, kita di awal langsung keteteran nggak bernapas,” lanjut Bung Harpa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Wajah Baru Bogor Barat, 6 Stasiun Kereta Siap Garap Jalur Parung Panjang - Jasinga
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik