Meski masih muda, ia akan berhadapan dengan para pemain terbaik dari seluruh Indonesia dan juga diaspora lain yang dipanggil.
“Pemanggilan pemain diaspora ini untuk melihat dan menilai potensi mereka, apakah bisa bersaing dan berkontribusi di tim,” ujar Nova Arianto dalam pernyataannya.
Status kewarganegaraan Azadin memang unik. Karena lahir di Norwegia dari orang tua berbeda kewarganegaraan, ia memegang paspor Norwegia dan secara hukum juga bisa mewakili Maroko serta Indonesia.
Hal ini membuatnya menjadi "rebutan potensial" di masa depan, tergantung kepada negara mana yang paling cepat dan serius mengembangkan potensinya.
Dalam konteks ini, pemanggilan oleh Timnas Indonesia menjadi langkah awal yang penting dan strategis untuk mengamankan jasa Azadin.
Indonesia U-17 dipastikan tergabung di Grup H Piala Dunia U-17 2025.
Dalam hasil drawing yang diumumkan FIFA pada 26 Mei 2025, Garuda Muda harus menghadapi lawan-lawan tangguh seperti Brasil, Honduras, dan Zambia.
Brasil, dengan empat gelar juara dunia U-17, menjadi favorit utama grup ini.
Sementara Honduras dan Zambia akan tampil sebagai debutan, namun bukan berarti bisa diremehkan.
Baca Juga: Deston Hoop Keturunan Mana? Blasteran Tiga Negara Siap Gabung Timnas Indonesia
Masuknya pemain diaspora seperti Azadin diharapkan bisa memperkuat lini serang dan memberikan variasi permainan kepada tim besutan Nova Arianto.
Kontributor : Imadudin Robani Adam
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan