Suara.com - Timnas Indonesia U-17 kini tengah bersiap menghadapi Piala Dunia U-17 2025 di Qatar. Dari daftar pemain yang dipanggil mengikuti pemusatan latihan (TC) di Bali, muncul nama menarik: Azadin Ayoub Hamane, pemain muda berdarah campuran yang mencuri perhatian karena latar belakangnya yang unik dan pengalaman sepak bolanya di Eropa.
Azadin Ayoub Hamane lahir di Norwegia pada 28 September 2008. Meski usianya baru menginjak 16 tahun, Azadin sudah menunjukkan potensi besar sebagai pemain sepak bola masa depan.
Ia bermain sebagai penyerang untuk tim Elverum Fotball U-16, klub muda di Norwegia, dengan tinggi badan 164 cm.
Garis keturunan Azadin menjadi salah satu daya tarik tersendiri. Ia merupakan blasteran dari dua benua: Asia dan Afrika. Sang ibu berasal dari Cirebon, Jawa Barat, Indonesia, sementara ayahnya memiliki darah Maroko, negara di kawasan Afrika Utara.
Dengan latar belakang itu, Azadin memiliki hak untuk membela tiga negara berbeda di level internasional: Indonesia, Maroko, dan Norwegia.
Keberadaannya sebagai pemain diaspora membuatnya menjadi aset berharga bagi Timnas Indonesia, terutama untuk kelompok usia muda yang kini mulai serius dibina oleh PSSI.
Tak hanya soal darah keturunan, Azadin Ayoub juga memiliki latar belakang pelatihan yang impresif. Dari akun Instagram resminya, @aayoub_ham, diketahui bahwa Azadin pernah menimba ilmu di Akademi Barcelona Norwegia.
Ini membuktikan bahwa ia tidak hanya bermain di level lokal, tetapi sudah mendapat sentuhan sepak bola modern ala Eropa.
Menariknya, dalam akun media sosialnya, Azadin memasang bendera Merah Putih, yang diyakini sebagai sinyal kuat bahwa ia siap membela Timnas Indonesia di masa depan.
Baca Juga: Deston Hoop Keturunan Mana? Blasteran Tiga Negara Siap Gabung Timnas Indonesia
Sinyal ini menjadi semacam jawaban tak langsung atas potensi perebutan status pemainnya oleh tiga negara.
Azadin juga aktif dalam berbagai kegiatan positif lainnya, termasuk olahraga sepeda.
Ia pernah berpartisipasi dalam event bersepeda jarak jauh dari Oslo ke Bergen, membuktikan bahwa fisiknya sangat terlatih dan bugar.
Pelatih Timnas U-17, Nova Arianto, telah memilih 34 nama untuk mengikuti TC yang digelar mulai 7 Juli hingga 10 Agustus 2025 di Bali.
Agenda ini merupakan persiapan menuju Piala Dunia U-17 2025 yang akan digelar pada 3–27 November 2025 di Qatar.
Pemanggilan Azadin menjadi kesempatan pertama baginya untuk menunjukkan kualitasnya langsung di bawah pengawasan tim pelatih.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
Terkini
-
Rumor Transfer: Manchester United Siapkan Dana Besar Rekrut Ederson dan Afonso Moreira
-
Kualitas Jersey Timnas Indonesia Jadi Sorotan, Kelme Perbaiki Quality Control
-
Profil Timnas Inggris: Misi Thomas Tuchel Akhiri Penantian 60 Tahun di Piala Dunia 2026
-
Selamat dari Neraka Perang, Striker Haiti Ini Siap Tantang Brasil di Piala Dunia 2026
-
Kecewanya Orang Nomor Satu The Jakmania Duel Persija vs Persib Gagal di Jakarta
-
Pastikan Hadir di Piala Dunia 2026, Iran Kirim Ultimatum ke AS: Jangan Hina IRGC!
-
Persija vs Persib Dipindah ke Samarinda, Bung Ferry: Mauricio Souza Kecewa Berat
-
Persija Kembali Gagal Jadi Tuan Rumah vs Persib Bandung di Jakarta, Panpel Soroti Jadwal
-
Eduardo Camavinga Terancam Absen Bela Prancis di Piala Dunia 2026 Akibat Performa Buruk di Madrid
-
Beban Berat Mohamed Salah Memutus Rekor Buruk Tanpa Kemenangan Mesir di Piala Dunia