Suara.com - Pelaksana tugas (Plt) Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri memberikan dukungan penuh terhadap Frank van Kempen yang ditunjuk sebagai Pelatih Timnas Indonesia U-20.
Sebelumnya, Indra Sjafri adalah juru formasi tim nasional U-20, sebelum diberhentikan oleh PSSI karena gagal menembus target masuk Piala Dunia U-20 2025.
Terakhir, Indra Sjafri menjadi juru taktik Timnas Indonesia U-20 pada Piala Asia U-20 2025 di Cina, 12 Februari pada 1 Maret 2025.
Kini, jabatan pelatih Timnas Indonesia U-20 sudah diisi oleh Frank van Kempen. Indra Sjafri percaya dengan kemampuan juru formasi asal Belanda tersebut.
Frank van Kempen pernah menjadi pelatih tim usia muda berbagai klub Belanda, hingga asisten pelatih Timnas U-20 Belanda pada periode 2014-2016.
Terakhir, dia tercatat sebagai asisten pelatih klub Belanda, VVV-Venlo, pada 1 Juli 2022-30 Juni 2024.
“Bagus, sangat bagus kan memang sudah hasil keputusan kami,” kata Indra Sjafri di Gedung Kemenpora, Jakarta, Jumat (11/7/2025).
Lebih dari itu, Indra meminta kepada pecinta sepak bola Tanah Air memberikan kepercayaan penuh untuk Frank van Kempen.
Terlebih lagi sampai dengan saat ini masih belum ada kejuaraan untuk Timnas Indonesia U-20. Sementara waktu sang pelatih akan membantu di level U-23.
Baca Juga: Lama Hilang, Indra Sjafri Muncul dan Ngaku Jabat Plt Direktur Teknik PSSI
“Jangan melihat hasil orang sebelum orang itu bekerja, biarkan dong dia bekerja dulu," tegasnya.
"Jangan dibiasakan orang belum bekerja terus dievaluasi, ya tidak boleh dong. Dan saya support mulai dari coach Patrick (Kluivert), Gerald (Vanenburg), U-19 (Frank van Kempen), Nova (Arianto),” pungkasnya.
Tentang Frank van Kempen
Frank van Kempen dikenal sebagai sosok pelatih berpengalaman yang telah lama berkecimpung dalam pengembangan pemain muda di Eropa.
Dengan latar belakang sebagai direktur teknik akademi klub-klub di Eredivisie, Belanda serta pengalaman melatih kelompok usia di level elite, Kempen dinilai memiliki kapasitas untuk merancang sistem pembinaan yang progresif dan terstruktur.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir menyebut penunjukan Frank van Kempen sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memastikan kesinambungan prestasi antar kelompok usia.
“Kami butuh juru latih yang bukan hanya mumpuni secara taktik, tetapi juga memahami pentingnya transisi pemain dari kelompok usia U20 ke U23 dan senior. Frank van Kempen memiliki track record dalam hal ini,” ujar Erick Thohir dilansir dari laman Kita Garuda.
Di tangan van Kempen, Tim Garuda Muda akan diarahkan tak hanya untuk meraih prestasi di ajang AFF U-19 dan Kualifikasi AFC U-20, tetapi juga menjadi wadah penyaringan talenta unggul yang siap mengisi kebutuhan timnas level atas secara bertahap dan sistematis.
Langkah ini menegaskan fokus PSSI untuk memperkuat fondasi pembinaan usia muda demi kemajuan sepak bola nasional yang berkelanjutan.
Pria kelahiran Sevenum, 6 Januari 1972 dikenal berpengalaman sebagai pelatih sepakbola usia muda.
Tercatat, ia pernah menjadi asisten pelatih Timnas Belanda U-20 periode 2014 hingga 2016.
Jabatan terakhir van Kempen menjadi asisten pelatih klub VVV-Venlo, klub Divisi Dua periode Juli 2022 hingga 30 Juni 2024.
Dia juga pernah menjadi pelatih kepala di beberapa klub seperti NAC Breda U-21, Sparta U-21, Sparta U-19, VVV-Venlo II, Helmond U-21, dan Roda JC U-19.
Frank van Kempen menyatakan antusiasmenya bergabung dengan proyek besar sepak bola Indonesia.
“Talenta muda Indonesia luar biasa. Tugas saya adalah menciptakan jembatan pengembangan agar mereka bisa bersaing di level tertinggi, dengan fondasi disiplin, taktik modern, dan kultur kerja keras,” ujar Frank van Kempen.
Berita Terkait
-
Lama Hilang, Indra Sjafri Muncul dan Ngaku Jabat Plt Direktur Teknik PSSI
-
Sehabat Apa Frank van Kempen? Pengganti Indra Sjafri di Timnas Indonesia U-20
-
Pemain Keturunan Yogyakarta Bisa Langsung Gabung Timnas Indonesia U-20 Tanpa Naturalisasi
-
Resmi Latih Timnas Indonesia U-20, Frank van Kempen Beberkan Rencananya untuk Pemain Muda
-
Frank Van Kempen Antusias Gabung dalam Proyek Besar Sepak Bola Indonesia
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Comeback dari Cedera Panjang, Ini Komentar Bek PSIM Yogyakarta Asal Belanda
-
Malaysia Dibantai Thailand 0-8, Indonesia Lolos ke Semifinal Piala AFF Futsal Wanita 2026
-
2 Mantan Asisten Shin Tae-yong Kini Ramaikan Panggung Super League
-
Petinggi MU Dijatuhi Hukuman Usai Sebut Wasit FIFA Dipakai Mafia
-
Carlos Parreira Akui Kekuatan Persib Bandung, Tegaskan Madura United Tak Gentar
-
5 Kandidat Pemain Pria Terbaik di PSSI Awards 2026
-
PSSI Teledor! AFC Jatuhkan Denda Rp25 Juta Usai Timnas Indonesia U-23 Berlaga
-
Profil Anthony Lopes, Kiper FC Nantes yang Pura-pura Cedera Demi Rekan Setimnya Berbuka Puasa
-
Ole Romeny Masih Seret Gol, Pilihan Pertama Sebagai Timnas Indonesia Terancam
-
Siapa yang Bakal Jadi Pesepak Bola Pria Terbaik versi PSSI, Ini Kandidatnya