Suara.com - Pemain Timnas Indonesia, Calvin Verdonk buka suara perihal rumor yang menyebut bahwa dirinya akan pindah dari NEC Nijmegen ke FC Utrecht.
Di bursa transfer musim panas ini, Calvin Verdonk menjadi salah satu pemain adboard Indonesia yang dirumorkan akan pindah klub.
Jika Calvin Verdonk pindah tentu jadi kerugian tersendiri bagi NEC. Pasalnya, Verdonk termasuk pemain yang cukup konsisten musim lalu.
Dalam 36 laga yang dijalaninya, bek kiri Timnas Indonesia itu menyumbang satu gol dan satu assist.
Performa impresifnya membuat Verdonk masuk dalam daftar kandidat bek kiri terbaik di Liga Belanda.
Tak heran jika rumor kepindahannya ke klub lain mulai beredar, termasuk ke FC Utrecht.
Namun pemain 28 tahun itu dengan tegas menyatakan bahwa dirinya tidak tertarik untuk pindah ke klub yang dianggap setara.
Menurut Verdonk saat diwawancarai oleh salah satu media Belanda, ia tak mau pindah ke klub yang levelnya setara dengan FC Utrecht.
“Saya tidak akan pindah dari NEC ke FC Utrecht, karena saya pikir kami kurang lebih berada di level yang sama. Bagi saya, itu bukan langkah maju,” kata Calvin Verdonk kepada De Gelderlander.
Baca Juga: Duet Bek Timnas Indonesia Kini Bersama di Persija, Bagaimana Level Kesolidan Keduanya?
Ditegaskan oleh Verdonk, sampai saat ini ia belum pernah berkomunikasi dengan pihak FC Utrecht.
"Saya belum pernah berbicara dengan FC Utrecht," tegas Calvin Verdonk.
Secara tersirat pun, Calvin Verdonk mengatakan bahwa ia ingin pindah jika salah satu tiga besar klub Eredivisi meminangnya.
“Tiga klub teratas di Belanda, atau pindah ke luar negeri yang menarik secara finansial,” kata Verdonk, menegaskan standar tinggi untuk kelanjutan kariernya.
Penegasan dari Verdonk ini seolah menunjukkan bahwa ia tidak akan mengikuti langkah sejumlah pemain abroad yang ramai-ramai pindah ke Liga Indonesia--musim depan bernama Super League.
Sementara itu, rumor kabar kepindahan Verdonk ke Utrecht memang belum memiliki dasar yang kuat.
Berita Terkait
-
Duet Bek Timnas Indonesia Kini Bersama di Persija, Bagaimana Level Kesolidan Keduanya?
-
Ratusan Personel Jaga Ketat Piala AFF U-23 di GBK, Polisi: Suporter Dilarang Bawa Petasan dan Miras!
-
Isyarat Jens Raven Digeser Mauro Zijlstra, Gerald Vanenburg Bilang Begini
-
Lawan Brunei di Laga Pembuka Piala AFF, Tak Ubahnya Laga Uji Coba dan Pemantapan bagi Timnas U-23
-
Lama Hilang, Elkan Baggott Ternyata Jadi Pemain Keturunan Paling Konsisten dan Loyal di Liga Inggris
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC
-
Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI
-
Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK
-
Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir
-
Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat
-
Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!
-
Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass
-
Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!
-
Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah
-
Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar