Suara.com - Performa Kevin Diks selama pramusim 2025 membuat pelatih Borussia Monchengladbach, Gerardo Seoane, merasa lega.
Bek anyar berdarah Belanda-Indonesia itu langsung menunjukkan kontribusi signifikan saat dipercaya tampil, terutama saat Gladbach menumbangkan Valencia dalam laga uji coba, 3 Agustus lalu.
Dalam pertandingan yang berakhir dengan skor 2-0 tersebut, Kevin mencetak satu gol lewat penalti. Eksekusinya tenang, meyakinkan, dan menunjukkan kepercayaan diri yang tinggi—modal penting bagi pemain baru yang sedang menjalani adaptasi.
Penampilan tersebut membuat sang pelatih memberikan pujian terbuka. Bukan cuma Diks tetapi juga pemain anyar lainnya.
“Karena kami memiliki pemain berpengalaman seperti Julian Weigl, Kevin Diks, dan Jonas Omlin di lapangan, kami bisa meraih hasil positif,” kata Gerardo Seoane dikutip Bild .
Gladbach sendiri sedang menjalani masa persiapan serius menyambut musim 2025/2026. Namun, kemenangan atas Valencia membawa kabar buruk.
Pemain muda Wael Mohya mengalami cedera dan masih menunggu hasil pemeriksaan medis. Padahal, Mohya sempat mencuri perhatian selama pramusim.
Di tengah situasi itu, Seoane tetap merasa tenang berkat keberadaan pemain senior seperti Kevin Diks.
"Wael sudah beradaptasi dengan sangat baik. Tapi kami harus menunggu diagnosis. Kami masih punya pemain yang bisa diandalkan," sambung sang pelatih.
Baca Juga: Jadwal Pertandingan Emil Audero di Liga Italia 2025-2026 Resmi Dirilis, Laga Perdana Hadapi AC Milan
Gladbach yang digelar masih akan melakoni satu uji coba lagi melawan Brentford pada 9 Agustus 2025. Laga ini disebut Seoane akan menjadi simulasi terakhir menjelang kompetisi resmi.
Mayoritas pemain yang turun kemungkinan besar akan menjadi starter di laga pembuka.
Adapun laga kompetitif pertama Gladbach musim ini akan berlangsung di ajang DFB Pokal.
Mereka akan menghadapi Atlas Delmenhorst pada 17 Agustus 2025, dan Kevin Diks yakin akan menjadi salah satu andalan di lini belakang sejak menit awal.
Berita Terkait
-
Jadwal Pertandingan Emil Audero di Liga Italia 2025-2026 Resmi Dirilis, Laga Perdana Hadapi AC Milan
-
Elkan Baggott Masuk! Ini Daftar Susunan Starting XI Ipswich Town
-
Elkan Baggott Resmi Bertahan, Timnas Indonesia Siap Buka Jalan?
-
Ditanya Makanan Indonesia Favorit, Jawaban Maylin Spaeni Tidak Terduga
-
5 Pemain dengan Market Value Termahal di BRI Super League 2025/2026, Persija Mendominasi
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan