Suara.com - Madura United resmi menjadi rumah bagi duo pemain keturunan Indonesia, Wehrmann bersaudara di kompetisi Super League musim ini.
Setelah melalui periode latihan yang cukup panjang, Jasey Wehrmann, adik dari gelandang andalan Jordy Wehrmann, akhirnya berhasil mengamankan kontrak profesionalnya bersama Laskar Sape Kerrab.
"Setelah cukup lama berlatih bersama tim, Jasey yang juga adalah saudara dari Jordy Wehrmann kini dapatkan kontrak profesional dan bergabung bersama Laskar Sape Kerrab!" tulis laporan Transfermarkt Indonesia.
Kepastian ini menjawab teka-teki masa depan pemain berusia 20 tahun tersebut, yang faktanya sudah intens berlatih bersama skuad asuhan Alfredo Vera sejak musim lalu.
Kehadiran Jasey menciptakan duo Wehrmann di skuad Madura United.
Meskipun keduanya memiliki darah keturunan Indonesia, penting untuk dicatat bahwa status mereka di kompetisi akan terdaftar sebagai pemain asing karena belum menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).
Perbedaan Gaya Main Wehrmann Bersaudara
Meski menyandang nama belakang yang sama, gaya permainan Jasey dan Jordy sangatlah berbeda.
Jika Jordy dikenal sebagai seorang gelandang tengah yang cerdas dalam membaca permainan dengan akurasi umpan mumpuni, Jasey adalah seorang juru gedor yang beroperasi di lini serang.
Pengalamannya bermain di Eropa, meskipun di level kelompok umur bersama HNK Vukovar, serta teknik individu yang disebut luar biasa, diyakini menjadi modal besar bagi Jasey.
Baca Juga: Julukan Legendaris 18 Klub BRI Super League 2025: Cerita di Balik Semangat dan Identitas
Meski tergolong sangat muda, ia dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi lini serang Madura United.
Sementara itu, Jordy Wehrmann sendiri adalah pemain keturunan yang mengaku ingin bela Timnas Indonesia.
Bahkan ia mengaku sudah dihubungi PSSI terkait potensi memperkuat Timnas Indonesia.
Akan tetapi, sejauh ini Jordy Wehrmann masih belum diproses naturalisasi untuk memperkuat skuad Garuda.
Berita Terkait
-
2 Pemain Keturunan Indonesia Makin Dekat Mentas di Liga Europa
-
Calvin Verdonk Ucapkan Selamat Tinggal, Kini Bisa Lepas dari Beban
-
Pemain Keturunan Maluku Rp 1 Triliun Dapat Tepuk Tangan dari Bintang Manchester City: Saya Terkesan
-
Siapa Mylian Jimenez? Bintang Timnas Belanda U-19 Punya Darah Orang Madiun Main di UEFA
-
Jadwal Pertandingan Eredivisie Liga Belanda 2025-2026 dan Pemain Keturunan Indonesia
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan