Suara.com - Pada usia 21 tahun, Justin Hubner hidup dalam dua dunia yang sangat berbeda. Di Belanda, ia hanyalah sosok yang nyaris tak dikenal publik sepak bola.
Namun di Indonesia, bek Fortuna Sittard itu bak megabintang—lengkap dengan jutaan pengikut di media sosial, proyek fashion, hingga parfum dengan namanya sendiri.
Lahir di Den Bosch dan memiliki darah Indonesia, Hubner resmi menjadi sorotan sejak melakukan debut bersama Timnas Indonesia pada awal 2024. Sejak itu, hidupnya berubah drastis.
“Di sana saya benar-benar punya status bintang. Jalan di pusat kota saja hampir mustahil. Rasanya seperti jadi Ronaldo,” ungkap Hubner dengan senyum lebar seperti dikutip dari NOS.
Ketenarannya di Tanah Air bukan sekadar di lapangan hijau.
Media sosialnya dipenuhi potret glamor—dari pemotretan untuk brand besar, kolaborasi fashion, hingga promosi parfum miliknya.
Tak jarang, penggemar mengejarnya sambil menangis hanya demi berfoto.
“Kadang saya sendiri sulit percaya semua ini nyata,” ujarnya. “Di Eropa, untuk punya status seperti ini, Anda harus jadi pemain top Premier League.”
Namun, sorotan publik membawa konsekuensi. Popularitasnya tak selalu manis. Hubner mengaku sering menerima hujatan dan bahkan ancaman.
Baca Juga: Breaking News! Jay Idzes Jalani Tes Medis, Sassuolo Unggah Foto Ini
“Saya sering dapat ancaman pembunuhan. Gila memang. Tapi saya coba fokus pada komentar positif, karena jumlahnya jauh lebih banyak,” jelasnya.
Perjalanan karier Hubner terbilang unik. Ia tak pernah mencicipi Eredivisie. Pada usia 16 tahun, ia meninggalkan Belanda untuk bergabung dengan akademi Wolverhampton Wanderers di Inggris.
Meski tak menembus tim utama Wolves, pengalaman itu membawanya ke Cerezo Osaka di Jepang.
Sayangnya, ia hanya mencatat delapan penampilan di sana, sebagian besar sebagai pemain pengganti.
Musim panas ini, Fortuna Sittard meminangnya—salah satu transfer paling disorot klub tersebut.
Hubner melihat ini sebagai kesempatan membuktikan diri di Eropa.
Berita Terkait
-
Breaking News! Jay Idzes Jalani Tes Medis, Sassuolo Unggah Foto Ini
-
Sah Jadi Bek Termahal Timnas Indonesia! Jay Idzes Cetak Sejarah di Serie A
-
Postur Tinggi, Insting Tajam: Bisakah Mauro Zijlstra Jadi Mesin Gol Timnas Indonesia?
-
Kiper Kesayangan STY jadi Biang Kerok Kekalahan Bhayangkara FC
-
HUT RI di Lapangan Hijau: 5 Laga Bersejarah Timnas Indonesia pada 17 Agustus
Terpopuler
Pilihan
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
Terkini
-
Luas Biasa! 29 Ribu Bobotoh di GBLA Bikin Layvin Kurzawa Berasa di Rumah Sendiri
-
Persib Tundukkan MU dengan Skor Meyakinkan, Umuh Muchtar Puas Dendam Lama Terbalas
-
TEBAK SKOR Final Piala Asia Futsal 2026, Timnas Indonesia vs Iran: Sejarah di Depan Mata
-
Michael Carrick Tak Silau, Minta MU Tak Gegabah Angkat Dirinya Jadi Pelatih Tetap
-
Epstein Files Bongkar Cerita Lama Chelsea, Ada Skandal Apa Lagi?
-
Maarten Paes Gagal Debut di Ajax Akhir Pekan Ini, Ada Apa?
-
Tiket Liga Champions Jadi Penentu Masa Depan Carrick di Manchester United
-
Nasib Trent Alexander-Arnold: Suram di Real Madrid, Ditolak Pulang Liverpool
-
Final Piala Asia Futsal 2026: Ketum Federasi Iran Singgung Militansi 16 Ribu Suporter Indonesia
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah