Suara.com - Musim kompetisi 2025/2026 menandai sebuah babak baru yang monumental bagi sepak bola Indonesia.
Untuk pertama kalinya, tiga pilar utama Timnas Indonesia secara bersamaan akan unjuk gigi di lima liga top Eropa.
Kehadiran mereka di Serie A Italia dan Bundesliga Jerman tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga sinyal kuat bahwa kualitas pemain Timnas Indonesia kini semakin diakui di level tertinggi.
Trio andalan skuad Garuda ini siap mengibarkan Merah Putih di panggung paling elite.
Berikut adalah tiga pemain Timnas Indonesia yang berkarier di lima liga top Eropa:
Emil Audero – US Cremonese
Kiper kelahiran Mataram, Emil Audero resmi kembali ke panggung Serie A dengan berseragam US Cremonese.
Setelah melalui berbagai masa pinjaman, termasuk bersama Inter Milan dan Palermo, Audero kini bergabung dengan klub promosi Cremonese dengan status pinjaman dari Como yang disertai opsi pembelian.
Memiliki rekam jejak lebih dari 170 penampilan di Serie A, pengalamannya sangat vital.
Kini, di bawah mistar gawang Cremonese, ia akan menghadapi ujian berat dari para penyerang terbaik dunia, sebuah panggung sempurna untuk membuktikan statusnya sebagai salah satu kiper terbaik yang dimiliki Indonesia.
Jay Idzes – US Sassuolo
Sang kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes mengambil langkah besar dengan bergabung secara permanen ke US Sassuolo dari Venezia.
Setelah musim yang solid bersama Venezia, kepindahan Idzes ke Sassuolo menandakan peningkatan level dalam kariernya.
Ia datang dengan misi krusial menjadi benteng pertahanan utama bagi Neroverdi yang baru kembali ke Serie A dan memiliki target untuk lolos dari zona degradasi.
Bermain di liga yang terkenal dengan seni bertahan seperti Serie A akan menjadi tempat menempa yang ideal untuk mematangkan kepemimpinan dan kemampuan bertahannya.
Kevin Diks – Borussia Monchengladbach
Menyeberang ke Jerman, ada nama Kevin Diks yang siap menggebrak Bundesliga bersama klub bersejarah, Borussia Mönchengladbach.
Diks bergabung dengan status bebas transfer dari FC Copenhagen dan menandatangani kontrak jangka panjang hingga 2030, sebuah bukti kepercayaan besar dari klub.
Direktur olahraga Gladbach memuji Diks sebagai bek serba bisa yang mampu bermain di berbagai posisi.
Tantangan di Bundesliga yang terkenal dengan tempo cepat dan permainan menyerang akan menjadi arena yang berbeda namun sama menantangnya bagi Diks untuk menunjukkan kelasnya.