Suara.com - Bagi Justin Hubner, status sebagai idola publik di Indonesia ternyata belum cukup. Bek Timnas Indonesia itu memilih meninggalkan kenyamanan hidup sebagai “superstar” demi menantang dirinya di panggung sepak bola Eropa bersama Fortuna Sittard.
Langkah berani ini ia ambil di tengah tren pemain diaspora Garuda yang meniti karier di luar negeri.
Satu angkatan dengan Ivar Jenner dan Rafael Struick, Hubner justru bertahan di Belanda, sementara Struick pulang ke Asia untuk membela Dewa United di BRI Liga 1.
Debutnya bersama Fortuna Sittard langsung terjadi di pekan perdana Eredivisie melawan Go Ahead Eagles.
Hubner sadar tantangan di kompetisi tertinggi Belanda jauh lebih berat daripada yang ia hadapi di Asia.
“Kalau di Eropa, saya memulai segalanya dari nol, tidak ada status khusus seperti di Asia,” ujar Hubner kepada NOS.
Pengalaman singkatnya bersama Cerezo Osaka di Jepang mengajarkannya pentingnya adaptasi cepat.
Namun ia tahu, perebutan posisi inti di Eropa akan jauh lebih ketat.
Dengan latar belakang sebagai mantan pemain Wolves U-21, Hubner menegaskan ambisinya yakni tampil reguler dan membuktikan kualitasnya di Fortuna Sittard.
Baca Juga: Bintang Persija Peringatkan PSSI: Timnas Indonesia Bisa Pakai JIS, tapi...
“Target saya jelas, bermain sesering mungkin dan membuktikan diri di sini,” tegasnya.
“Sudah terlalu lama saya tidak bermain reguler, sekarang waktunya kembali ke yang paling saya sukai,” tambahnya.
Meski mengakui atmosfer sepak bola Indonesia memberinya popularitas luar biasa, Hubner merasa kehidupan di Belanda membuatnya bisa fokus penuh pada permainan.
“Di Indonesia, rasanya seperti jadi Ronaldo, semua orang mengenali dan minta foto,” ungkapnya.
“Di sini berbeda, tidak ada sorotan besar, jadi saya bisa fokus sepenuhnya ke sepak bola,” lanjutnya.
Kini, Justin Hubner siap meninggalkan status “bintang” di Indonesia demi membuktikan dirinya layak bersaing di kompetisi elite Eropa.
Kontributor : Imadudin Robani Adam
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey